Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.607 views

Pengguna Narkoba di Indonesia makin Menggila?

 

Oleh: Fitri Suryani, S. Pd*

26 Juni diperingati sebagai  Hari Anti Narkoba Sedunia. Masih banyak tugas yang mesti dituntaskan dalam mengurangi pengguna obat terlarang tersebut. Karena kasus Narkoba seakan tak pernah habis dari pemberitaan di berbagai media. Penggunanya pun tak menunjukkan adanya pengurangan dari tahun ke tahun. Padahal usaha untuk memeranginya tak pernah berhenti.

Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Diah Utami menyatakan bahwa jumlah penyalahguna narkoba di Tanah Air mencapai 3,5 juta orang pada 2017. Hampir 1 juta orang diantaranya bahkan telah menjadi pecandu. Selain itu, lanjut dia, ada lebih dari 12 ribu kematian terkait narkoba setiap tahunnya. Menurutnya pula, hal ini tidak hanya merugikan penyalahgunanya sendiri, tetapi juga merugikan negara baik dari sisi ekonomi dan sosial (Liputan6.com, 26/06/2018).

Selain itu, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol Arman Depari menyatakan, perkembangan kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, saat ini berada dalam kondisi menghawatirkan. Arman menyebutkan, berdasarkan hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkoba, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai lebih dari 4 juta orang. Arman juga menyebut berdasarkan survei prevalensi penyalahgunaan narkoba, jumlah kematian akibat mengkonsumsi narkoba, lebih dari 30 orang setiap harinya (Kompas.com, 09/02/2019).

Ditambah lagi berdasarkan Survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika. Angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut (Cnnindonesia.com, 22/06/2019). Miris!

Berdasarkan fakta di atas tentu hal itu sangat mengkhawatirkan. Apalagi hal ini diperparah dengan pernyataan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Menurut paparan UNODC, Indonesia masuk dalam segitiga emas perdagangan metafetamin atau sabu.

Country Manager UNODC Collie Brown menjelaskan, wilayah Asia Tenggara menjadi salah satu pasar terbesar metafetamin. Besar perdagangan metafetamin itu menyebabkan banyak masalah di negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Brown juga menjelaskan, perdagangan narkotika meluas karena sistem jual-beli melalui internet tumbuh dan berkembang sangat cepat (Detik.com, 26/06/2018).

Hal itu menunjukkan Indonesia tak luput dari salah satu pasar besar pebisnis narkoba. Tentu hal tersebut karena negeri ini merupakan sasaran empuk bagi para pebisnis serta didukung oleh suasana pasar yang mendukung adanya bisnis haram tersebut.

Pun banyaknya kasus penyeludupan narkoba yang tak pernah habis menunjukkan lemahnya keamanan negeri ini. Bisa dibayangkan, jika generasi saat ini telah rusak oleh obat-obatan terlarang, maka dapat dipastikan bagaimana keadaan generasi ke depannya yang merupakan penerus dalam melanjutkan perjuangan untuk meraih cita-cita bangsa. Karena dengan banyaknya jumlah pengguna narkoba, maka usaha dalam mencerdaskan kehidupan bangsa akan jauh dari harapan.

Saat Jusuf Kalla (JK) menghadiri peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI), JK mengaku masih prihatin atas jumlah narapidana narkoba yang mengisi hampir 50 persen lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia. Dia pun mengatakan bahwa di dalam penjara mereka dapat memperdagangkan bahan yang haram ini (Detik.com, 26/06/2019). Kalau seperti ini, setelah mereka lepas dari lapas, harapan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya tersebut tentu sangat jauh dari harapan.

Ditambah lagi, Indonesia yang berstatus sebagai negara yang berada pada level darurat narkoba. Bertahun-tahun belum mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan tuntas. Ini pun menunjukkan negara masih lemah dan belum berhasil sebagai pelindung dan pengurus rakyatnya. Karena sesungguhnya serangan narkoba yang membanjiri negeri ini termasuk invasi produk-produk berbahaya. Sehingga negara-negara yang mempunyai kebijakan untuk menggencarkan perang candu, mengirim produk-produk berbahaya ke Indonesia agar nantinya bangsa ini lumpuh. Kalau sudah seperti itu, maka akan sangat mudah bagi negara-negara penjajah untuk memangsa negeri tercinta ini.

Di sisi lain, sistem kapitalisme membiarkan setiap orang bebas menempuh cara apa saja untuk menambah pundi-pundi rupiah. Tidak dikenal sebab-sebab kepemilikan. Sehingga bagi penganutnya sah-sah saja hal tersebut dilakukan. Maka tidak dapat dipungkiri tujuan tertinggi/tolok ukur kebahagiaannya yakni kepuasan materi, meski bertabrakan dengan nilai-nilai agama sekalipun.

Lebih dari itu, sulit meminimalisir apalagi memberantas pengguna narkoba, jika produsennya dan pengedarnya masih banyak dan belum mampu dibabat dengan tuntas. Sebab sistem liberal telah merasuk di benak hampir semua orang, tak terkecuali kaum Muslim, sehingga hal itu seolah bukan masalah besar. Terlebih jika telah membahas mengenai urusan perut.

Padahal narkoba sudah jelas dampaknya dapat merusak akal dan jiwa seseorang. Berbagai macam efek berbahaya telah banyak dipaparkan oleh ahli kesehatan. Begitu pun tentang hukum pemakaian narkoba sudah dijelaskan oleh para ulama.

Dalam istilah para ulama, narkoba ini masuk dalam pembahasan mufattirot (pembuat lemah) atau mukhoddirot (pembuat mati rasa). Para ulama tidak berbeda pendapat tentang haramnya mengkonsumsi narkoba ketika tidak dalam keadaan darurat.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan, diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Adapun salah satu dasar atas keharaman narkoba yakni, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud dan Ahmad). Jika khamar itu haram, maka demikian pula halnya narkoba.

Dalam Islam pun salah satu tindakan untuk meminimalisir bahkan memberantas hal tersebut setidaknya terdapat tiga asas dalam penerapan hukumnya, yakni: Pertama, ketakwaan individu yang mendorong seseorang untuk terikat dengan hukum syara. Kedua, kontrol masyarakat, dalam hal ini adanya budaya amar makruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat. Ketiga, peran negara dalam memberikan sanksi yang tegas dan memberikan efek jera bagi pelanggar syariat-Nya.

Dengan demikian, sulit mengurangi apalagi memberantas pengguna narkoba, jika kurang kerjasama dari semua pihak baik individu, lingkungan keluarga, masyarakat dan pihak berwenang. Oleh karena itu, semua hanya mungkin terealisasi jika kita senantiasa berpegang teguh pada aturan-Nya melalui penerapan hukum-hukumNya dalam seluruh aspek kehidupan yang membawa rahmat bagi semua insan. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

*Penulis adalah Guru Asal Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Empat Mitos Sertifikasi Halal

Empat Mitos Sertifikasi Halal

Jum'at, 22 Nov 2019 22:44

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

Jum'at, 22 Nov 2019 22:40

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Jum'at, 22 Nov 2019 22:20

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Jum'at, 22 Nov 2019 22:00

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Jum'at, 22 Nov 2019 21:31

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

Jum'at, 22 Nov 2019 21:30

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

Jum'at, 22 Nov 2019 20:12

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Jum'at, 22 Nov 2019 19:19

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Jum'at, 22 Nov 2019 17:06

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Jum'at, 22 Nov 2019 13:31

Suara untuk Anak-anak Gaza

Suara untuk Anak-anak Gaza

Jum'at, 22 Nov 2019 12:18

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jum'at, 22 Nov 2019 11:25

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023  Dilantik

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023 Dilantik

Jum'at, 22 Nov 2019 10:42

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Jum'at, 22 Nov 2019 08:45

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Jum'at, 22 Nov 2019 07:30

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Jum'at, 22 Nov 2019 06:17

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Kamis, 21 Nov 2019 22:08

Rindu untuk Gaza

Rindu untuk Gaza

Kamis, 21 Nov 2019 22:07

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Kamis, 21 Nov 2019 21:50

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Kamis, 21 Nov 2019 21:07


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 19/11/2019 17:45

Kapitalisme Menggerus Naluri Keibuan