Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.395 views

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

JAKARTA (voa-islam.com)--Biskuit merupakan salah satu hidangan yang praktis dan ekonomis, menjadi hidangan favorit semua kalangan. Aneka ragam rasa ditawarkan oleh biskuit yang dikemas menggunakan kaleng, kemasan kotak hingga plastik nan menarik. 

Meskipun praktis, biskut menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat, karena mengenyangkan, Selain itu, makanan yang berbahan dasar terigu dan mengandung  lemak, protein,  dan bahan tambahan lain, dianggap memiliki kandungan gizi yang tinggi.  

Ada beberapa jenis biskuit yang beredar di pasaran., yakni biskuit keras yang dibuat dari adonan keras, berbentuk pipih, dan bertekstur padat. Ada pula biskuit berjenis crackers yang dibuat dari adonan keras, melalui proses fermentasi atau pemeraman.  Sedangkan jenis ketiga adalah cookies, yakni biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi.

Perbedaan jenis biskuit, tentu berbeda pula proses pembuatannya. Namun, secara garis besar, proses pembuatan biskuit  terdiri dari pencampuran, pembentukan dan pemanggangan. Tahap pencampuran bertujuan meratakan pendistribusian bahan-bahan yang digunakan dan untuk memperoleh adonan dengan konsistensi yang halus.  Bahan-bahan yang sudah tercampur, selanjutnya dicetak sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Adonan yang telah dicetak selanjutnya dipanggang dengan oven. 

Auditor senior LPPOM MUI, Ir. Hj. Osmena Gunawan, mengingatkan, lantaran bahannya yang cukup beragam dan proses produksinya yang tidak sederhana, konsumen muslim wajib mencermati biskuit yang beredar di pasaran. Sebab, tidak semua biskuit yang ditawarkan telah bersertifikat halal MUI. Terlebih lagi produk biskuit impor.

“Sebagai konsumen muslim, sebelum mengkonsumsi biskuit harus kita perhatikan kehalalan dari produk biskuit tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melihat logo halal yang tercantum dalam kemasan biskuit tersebut,” ujar Osmena yang juga Wakil Direktur LPPOM MUI seperti dimuat dalam web Halalmui.

Selain itu jangan lupa pula mengkritisi bahan baku yang ada dalam biskuit tersebut, sebab bisa saja bahan tersebut berasal dari bahan yang tidak jelas kehalalannya. Osmena menambahkan, ada beberapa titik kritis peluang masuknya bahan haram ke dalam produk biskuit. 

Berikut  beberapa  diantara bahan pembuat biskuit, yang dirangkum dari berbagai sumber:

 

Tepung Terigu

Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan produk biskuit. Di Indonesia terigu terkena aturan fortifikasi vitamin dan mineral.  Oleh karena itu

kejelasan kehalalan vitamin dan mineral yang ditambahkan perlu diperhatikan.

 

Telur

Telur mengandung albumen (putih telur) yang berfungsi sebagai pengeras, dan kuning telur yang berfungsi sebagai pengempuk. Penambahan telur dalam pembuatan biskuit juga berfungsi menambah cita rasa, dan menambah nilai nutrisi.

 

Bahan Pengembang

Bahan pengembang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung, bertambah volumenya, dan lebih mengembang. Dari semua bahan-bahan ini yang mesti diwaspadai adalah adalah cream of tartar. Cream of tartar sebetulnya adalah garam potasium dari asam tartarat yang bisa diperoleh dari hasil samping industri wine (sejenis minuman keras). Itu sebabnya mengapa bahan ini perlu diwaspadai kehalalannya.

 

Flavor

Flavor menghasilkan aneka rasa dan aroma dari biskuit yang diproduksi. Flavor dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu flavor sintetis dan flavor alami. Flavor yang menggunakan aroma tertentu yang dimirip-miripkan dengan barang haram (babi dan minuman keras) tidak diijinkan. 

Bahan penyususn flavor bisa diperoleh dari senyawa sintetik kimia, tumbuhan maupun hewan. Apabila diekstrak dari hewan atau berbahan dasar asam amino hewan, maka harus dipastikan bahwa flavor ini berasal dari hewan halal yang disembelih secara syar’i.

 

Pewarna

Bahan pewarna (colorings) yang biasa dipakai dalam makanan olahan terdiri dari 2 jenis, yaitu : pewarna sintetis dan pewarna alami. Pewarna sintesis disukai produsen makanan karena memiliki tingkat kestabilan warna yang cukup baik serta harga yang relatif murah. Meskipun tidak mengandung bahan haram, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak tidak baik pada kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.   

Adapun pewarna alami biasanya bersifat kurang stabil. Untuk menghindari kerusakan warna dari pengaruh suhu, cahaya, serta pengaruh lingkungan lainnya, maka seringkali pada pewarna ini ditambahkan senyawa pelapis (coating agent) melalui proses micro-encapsulation. Salah satu jenis pelapis yang sering dipakai adalah gelatin. Oleh karena berasal dari hewan, maka harus dipastikan apakah gelatin yang dipakai berasal dari hewan halal atau hewan haram.

 

Shortening

Shortening sering dikenal dengan istilah mentega putih. Bahan ini berasal dari lemak, bisa dari lemak hewan, nabati, maupun campuran keduanya.  Oleh karena bisa berasal dari lemak hewan, maka shortening bersifat syubhat.

 

Margarin

Margarin dibuat dengan bahan dasar lemak tumbuhan. Dalam proses pembuat-annya, sering kali ada bahan penstabil (stabilizer), pewarna, maupun penambah rasa (flavor) yang ditambahkan yang perlu dikritisi kehalalannya.

 

Bakers Yeast Instant (Ragi)

Yeast berfungsi sebagai bahan pengembang (bread improver). Dalam pembuatannya, adakalanya ditambahkan bahan pengemulsi (emulsifier). Nah, kalau emulsifier yang dipakai berasal dari bahan haram maka yeast ini tentu menjadi tidak halal.  Ada juga yeast yang merupakan hasil samping industry bir yang dikenal dengan nama brewer yeast.  Kehalalan jenis yeast ini tergantung pada proses setelah dipisahkan dari bir.  Proses harus melibatkan air yang dapat ‘mencuci’ warna, bau dan aroma bir sehingga yeast kembali suci.

 

Keju

Keju berasal dari susu hewan, bisa berasal dari susu sapi, domba/kambing maupun unta. Dalam pembuatannya, untuk memperoleh curd/padatan, susu digumpalkan dengan bantuan enzyme dan starter. Apabila enzim yang dipakai berasal dari saluran pencernaan hewan haram, maka tentu statusnya menjadi haram. 

Selain itu,  starter yang dipakai dalam peng-gumpalan susu berasal dari mikro organisme (umumnya bakteri asam laktat). Nah, media yang dipakai untuk menumbuhkan bakteri tersebut bisa berasal dari media halal maupun media yang haram. 

 

Cokelat

Coklat banyak digunakan di dalam biskuit baik sebagai topping atau filling-nya. Dalam proses pembuatannya, kadang dibutuhkan emulsifierEmulsifier dapat berasal dari bahan nabati nabati maupun dari produk hewani sehingga bisa saja halal ataupun haram.   Selain itu penggunaan flavor, laktosa ataupun whey juga merupakan hal lumrah dalam coklat.  Laktosa dan whey menjadi bahan kritis karena bisa berasal dari hasil samping produksi keju yang mungkin menggunakan bahan haram dalam proses pembuatannya.* [HM/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Science lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Dandim yang Terdzalimi

Dandim yang Terdzalimi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:55

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:32

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Jum'at, 18 Oct 2019 11:10

Keangkuhan Jenderal

Keangkuhan Jenderal

Jum'at, 18 Oct 2019 10:46

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Jum'at, 18 Oct 2019 10:18

Prabowo yang Semakin Jauh

Prabowo yang Semakin Jauh

Jum'at, 18 Oct 2019 08:42

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Jum'at, 18 Oct 2019 04:39

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Kamis, 17 Oct 2019 23:31

Kampus yang Diobok-obok

Kampus yang Diobok-obok

Kamis, 17 Oct 2019 22:36

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 22:15

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut  Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 21:45

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

Kamis, 17 Oct 2019 21:30

Penyanyi Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Penyanyi Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 21:15

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Kamis, 17 Oct 2019 20:41

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Kamis, 17 Oct 2019 19:31

Laporan: Israel, Yordania dan Palestina Perkirakan Hamas Akan Menangkan Pemilu

Laporan: Israel, Yordania dan Palestina Perkirakan Hamas Akan Menangkan Pemilu

Kamis, 17 Oct 2019 18:30

2 Pejuang IS Asal Belgia Meloloskan Diri dari Kamp Tahanan di Suriah Utara

2 Pejuang IS Asal Belgia Meloloskan Diri dari Kamp Tahanan di Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 17:15

AS Bom Gudang Penyimpanan Amunisi Milik Sendiri di Kobani Suriah Utara

AS Bom Gudang Penyimpanan Amunisi Milik Sendiri di Kobani Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 16:15

Membaca Surat Al-Ikhlas dan An-Nas di Shalat Dhuha, Boleh?

Membaca Surat Al-Ikhlas dan An-Nas di Shalat Dhuha, Boleh?

Kamis, 17 Oct 2019 14:00

KH Tengku Zulkarnain Sebut Abu Janda Hina KH Ma'ruf Amin

KH Tengku Zulkarnain Sebut Abu Janda Hina KH Ma'ruf Amin

Kamis, 17 Oct 2019 11:43


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 17/10/2019 02:34

Saat Masalah Berakhir Bunuh Diri