Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.008 views

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

JAKARTA (voa-islam.com)--Biskuit merupakan salah satu hidangan yang praktis dan ekonomis, menjadi hidangan favorit semua kalangan. Aneka ragam rasa ditawarkan oleh biskuit yang dikemas menggunakan kaleng, kemasan kotak hingga plastik nan menarik. 

Meskipun praktis, biskut menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat, karena mengenyangkan, Selain itu, makanan yang berbahan dasar terigu dan mengandung  lemak, protein,  dan bahan tambahan lain, dianggap memiliki kandungan gizi yang tinggi.  

Ada beberapa jenis biskuit yang beredar di pasaran., yakni biskuit keras yang dibuat dari adonan keras, berbentuk pipih, dan bertekstur padat. Ada pula biskuit berjenis crackers yang dibuat dari adonan keras, melalui proses fermentasi atau pemeraman.  Sedangkan jenis ketiga adalah cookies, yakni biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi.

Perbedaan jenis biskuit, tentu berbeda pula proses pembuatannya. Namun, secara garis besar, proses pembuatan biskuit  terdiri dari pencampuran, pembentukan dan pemanggangan. Tahap pencampuran bertujuan meratakan pendistribusian bahan-bahan yang digunakan dan untuk memperoleh adonan dengan konsistensi yang halus.  Bahan-bahan yang sudah tercampur, selanjutnya dicetak sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Adonan yang telah dicetak selanjutnya dipanggang dengan oven. 

Auditor senior LPPOM MUI, Ir. Hj. Osmena Gunawan, mengingatkan, lantaran bahannya yang cukup beragam dan proses produksinya yang tidak sederhana, konsumen muslim wajib mencermati biskuit yang beredar di pasaran. Sebab, tidak semua biskuit yang ditawarkan telah bersertifikat halal MUI. Terlebih lagi produk biskuit impor.

“Sebagai konsumen muslim, sebelum mengkonsumsi biskuit harus kita perhatikan kehalalan dari produk biskuit tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melihat logo halal yang tercantum dalam kemasan biskuit tersebut,” ujar Osmena yang juga Wakil Direktur LPPOM MUI seperti dimuat dalam web Halalmui.

Selain itu jangan lupa pula mengkritisi bahan baku yang ada dalam biskuit tersebut, sebab bisa saja bahan tersebut berasal dari bahan yang tidak jelas kehalalannya. Osmena menambahkan, ada beberapa titik kritis peluang masuknya bahan haram ke dalam produk biskuit. 

Berikut  beberapa  diantara bahan pembuat biskuit, yang dirangkum dari berbagai sumber:

 

Tepung Terigu

Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan produk biskuit. Di Indonesia terigu terkena aturan fortifikasi vitamin dan mineral.  Oleh karena itu

kejelasan kehalalan vitamin dan mineral yang ditambahkan perlu diperhatikan.

 

Telur

Telur mengandung albumen (putih telur) yang berfungsi sebagai pengeras, dan kuning telur yang berfungsi sebagai pengempuk. Penambahan telur dalam pembuatan biskuit juga berfungsi menambah cita rasa, dan menambah nilai nutrisi.

 

Bahan Pengembang

Bahan pengembang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung, bertambah volumenya, dan lebih mengembang. Dari semua bahan-bahan ini yang mesti diwaspadai adalah adalah cream of tartar. Cream of tartar sebetulnya adalah garam potasium dari asam tartarat yang bisa diperoleh dari hasil samping industri wine (sejenis minuman keras). Itu sebabnya mengapa bahan ini perlu diwaspadai kehalalannya.

 

Flavor

Flavor menghasilkan aneka rasa dan aroma dari biskuit yang diproduksi. Flavor dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu flavor sintetis dan flavor alami. Flavor yang menggunakan aroma tertentu yang dimirip-miripkan dengan barang haram (babi dan minuman keras) tidak diijinkan. 

Bahan penyususn flavor bisa diperoleh dari senyawa sintetik kimia, tumbuhan maupun hewan. Apabila diekstrak dari hewan atau berbahan dasar asam amino hewan, maka harus dipastikan bahwa flavor ini berasal dari hewan halal yang disembelih secara syar’i.

 

Pewarna

Bahan pewarna (colorings) yang biasa dipakai dalam makanan olahan terdiri dari 2 jenis, yaitu : pewarna sintetis dan pewarna alami. Pewarna sintesis disukai produsen makanan karena memiliki tingkat kestabilan warna yang cukup baik serta harga yang relatif murah. Meskipun tidak mengandung bahan haram, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak tidak baik pada kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.   

Adapun pewarna alami biasanya bersifat kurang stabil. Untuk menghindari kerusakan warna dari pengaruh suhu, cahaya, serta pengaruh lingkungan lainnya, maka seringkali pada pewarna ini ditambahkan senyawa pelapis (coating agent) melalui proses micro-encapsulation. Salah satu jenis pelapis yang sering dipakai adalah gelatin. Oleh karena berasal dari hewan, maka harus dipastikan apakah gelatin yang dipakai berasal dari hewan halal atau hewan haram.

 

Shortening

Shortening sering dikenal dengan istilah mentega putih. Bahan ini berasal dari lemak, bisa dari lemak hewan, nabati, maupun campuran keduanya.  Oleh karena bisa berasal dari lemak hewan, maka shortening bersifat syubhat.

 

Margarin

Margarin dibuat dengan bahan dasar lemak tumbuhan. Dalam proses pembuat-annya, sering kali ada bahan penstabil (stabilizer), pewarna, maupun penambah rasa (flavor) yang ditambahkan yang perlu dikritisi kehalalannya.

 

Bakers Yeast Instant (Ragi)

Yeast berfungsi sebagai bahan pengembang (bread improver). Dalam pembuatannya, adakalanya ditambahkan bahan pengemulsi (emulsifier). Nah, kalau emulsifier yang dipakai berasal dari bahan haram maka yeast ini tentu menjadi tidak halal.  Ada juga yeast yang merupakan hasil samping industry bir yang dikenal dengan nama brewer yeast.  Kehalalan jenis yeast ini tergantung pada proses setelah dipisahkan dari bir.  Proses harus melibatkan air yang dapat ‘mencuci’ warna, bau dan aroma bir sehingga yeast kembali suci.

 

Keju

Keju berasal dari susu hewan, bisa berasal dari susu sapi, domba/kambing maupun unta. Dalam pembuatannya, untuk memperoleh curd/padatan, susu digumpalkan dengan bantuan enzyme dan starter. Apabila enzim yang dipakai berasal dari saluran pencernaan hewan haram, maka tentu statusnya menjadi haram. 

Selain itu,  starter yang dipakai dalam peng-gumpalan susu berasal dari mikro organisme (umumnya bakteri asam laktat). Nah, media yang dipakai untuk menumbuhkan bakteri tersebut bisa berasal dari media halal maupun media yang haram. 

 

Cokelat

Coklat banyak digunakan di dalam biskuit baik sebagai topping atau filling-nya. Dalam proses pembuatannya, kadang dibutuhkan emulsifierEmulsifier dapat berasal dari bahan nabati nabati maupun dari produk hewani sehingga bisa saja halal ataupun haram.   Selain itu penggunaan flavor, laktosa ataupun whey juga merupakan hal lumrah dalam coklat.  Laktosa dan whey menjadi bahan kritis karena bisa berasal dari hasil samping produksi keju yang mungkin menggunakan bahan haram dalam proses pembuatannya.* [HM/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Science lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kamis, 18 Jul 2019 06:38

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Kamis, 18 Jul 2019 05:33

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Kamis, 18 Jul 2019 04:47

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kamis, 18 Jul 2019 03:56

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Kamis, 18 Jul 2019 02:51

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Kamis, 18 Jul 2019 01:54

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

Kamis, 18 Jul 2019 00:31

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X