Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.277 views

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

JAKARTA (voa-islam.com)--Dalam 4 bulan terakhir ini semua pihak baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah sudah bekerja keras menanggulangi dan memutus rantai penularan virus corona. Sebagian masyarakat juga terus konsisten untuk tetap taat dan patuh terhadap berbagai protokol kesehatan di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit.

Bahkan selama 4 bulan ini tenaga medis tidak kenal lelah terus berjibaku memulihkan semua pasien corona. Namun sepertinya semua kerja keras dan perjalanan bangsa ini melawan corona masih panjang dan masih memerlukan energi yang besar. 

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, lonjakan kasus corona yang terjadi sepanjang Juli ini dan semakin turunnya tingkat kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan menjadi sinyal kuat bahwa perlu segera dilakukan evaluasi total baik dari sisi tataran strategi maupun dari sisi narasi atau komunikasi.

Jika bercermin dari penanggulangan corona di berbagai negara yang dianggap berhasil, di masa kurang dari 4 bulan negara-negara tersebut sudah berhasil melandaikan grafik kasus corona dan secara sangat hati-hati sudah menata kembali kehidupan ekonomi dan sosial lewat pelonggaran pembatasan sosial. 

“Satu hal yang tidak boleh terjadi dalam upaya kita melawan pandemi ini adalah masyarakat mulai acuh dan tidak peduli akan bahayanya virus ini atau kehilangan sense of crisis atas situasi saat ini. Sikap ini berpotensi lahir jika masyarakat terus berada dalam situasi yang tidak pasti karena melihat upaya penanggulangan corona yang tidak kunjung menampakkan hasil signifikan atau terus terjadi lonjakan kasus. Untuk itu kita perlu energi dan semangat baru yang semuanya itu bisa terjadi jika Pemerintah mengevaluasi total strategi dan narasi penanggulangan corona,” tukas Fahira Idris, di Jakarta, Selasa (14/7). 

Fahira memandang jika saja di awal-awal pandemi, strategi yang diutamakan Pemerintah Pusat adalah kebijakan tes massal, pelacakan, peningkatan komunikasi publik dan penggunaan teknologi informasi yang disertai kesiapan layanan kesehatan, kemungkinan besar pada Juli ini grafik kasus positif di Indonesia tidak hanya melandai tetapi juga bisa turun drastis. 

Oleh karena itu, lanjutnya, lonjakan kasus yang terjadi di beberapa daerah saat ini tidak bisa hanya sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepala daerah saja. Ini karena sesuai Keppres Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan COVID-19 sebagai Bencana Nasional, kebijakan kepala daerah dalam penanggulangan corona harus memperhatikan kebijakan Pemerintah Pusat. Jika kilas balik di masa awal-awal penerapan PSBB, beberapa kebijakan kepala daerah untuk mengefektifkan pembatasan sosial lewat pengetatan dan penghentian operasional transportasi harus terbentur dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang malah melakukan pelonggaran transportasi. Kebijakan beberapa kepala daerah yang ingin melakukan karantina wilayah juga terbentur oleh kebijakan PSBB. 

Selain itu, promosi new normal oleh Pemerintah Pusat di pertengahan Juni atau di saat grafik sama sekali belum melandai apalagi turun menjadi dilema bagi daerah-daerah yang merasa masih perlu melanjutkan PSBB. Ada kesan bahwa daerah yang mulai menerapkan new normal dengan melonggarkan berbagai pembatasan sosial dianggap berhasil tanggulangi corona. Di tataran masyarakat, diksi new normal disertai kebijakan pelonggaran pembatasan sosial juga disalahartikan sebagai fase di mana virus corona sudah dapat dikendalikan sehingga membuat kewaspadaan menurun. 

“Saya sepakat istilah new normal ini diganti karena memang tidak tepat dengan kondisi Indonesia saat ini. Namun yang lebih penting dari semua itu adalah Pemerintah Pusat mengevaluasi total semua program penanggulangan corona baik strategi maupun narasinya. Saat ini masyarakat membutuhkan sebuah strategi baru dan narasi besar yang menggugah untuk membangkitkan optimisme dan agar tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan,” pungkas Senator Jakarta ini.* [Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Sekolah Boleh Buka Januari 2021, Kepala Daerah Diminta Cermat

Sekolah Boleh Buka Januari 2021, Kepala Daerah Diminta Cermat

Rabu, 25 Nov 2020 06:10

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 22:35

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Selasa, 24 Nov 2020 22:08

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Selasa, 24 Nov 2020 21:41

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Selasa, 24 Nov 2020 21:20

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 20:45

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Selasa, 24 Nov 2020 20:25

Ambang Batas Rasa Sakit dan Power of Illusion

Ambang Batas Rasa Sakit dan Power of Illusion

Selasa, 24 Nov 2020 20:20

PKS Tolak Penghapusan Premium

PKS Tolak Penghapusan Premium

Selasa, 24 Nov 2020 18:39

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Selasa, 24 Nov 2020 10:09

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X