Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.756 views

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

JAKARTA (voa-islam.com)—Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyayangkan terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan HAM PBB di tengah kemunduruan penegakan HAM di dalam negeri.

KontraS dalam website resminya yang dikutip Voa Islam, Senin (21/10/2019) mencatat beberapa poin yang mengacu pada penegakan hukum dan HAM di Indonesia saat ini.

Pertama, pemerintah tidak juga mengambil langkah konkret untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat masa lalu secara berkeadilan. Justru sebaliknya, pemerintah berupaya untuk mencuci tangan melalui kebijakan yang cenderung lebih berpihak kepada terduga pelaku.

“Seperti belum lama ini, pada Februari 2019. Pemerintah secara sepihak dan tanpa melibatkan partisipasi korban mencetuskan Deklarasi Damai terhadap kasus Talangsari, Lampung, yang berisikan bahwa kasus Talangsari tidak akan dibuka kembali. Keengganan Pemerintah ini tercetus pada tidak diterimanya rekomendasi dari beberapa negara untuk segera melakukan investigasi dan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk di antaranya kasus Talangsari,” ungkap Koordinator KontraS Yati Andriyani.

Kedua, soal hak kebebasan berekspresi, berkumpul dan berpendapat yang saat ini semakin dipersempit. Kondisi tersebut tercermin dari penanganan aksi massa pada 21-23 Mei dan 23-30 September 2019 yang cenderung koersif ketimbang persuasif. Tindakan represif dari aparat keamanan terlihat jelas ketika aparat melakukan pendekatan kekerasan tetapi juga penangkapan sampai pada pascaaksi.

Hasil investigasi KontraS menunjukkan fakta bahwa aparat terbukti melakukan penganiayaan, pengeroyokan, bahkan penggunaan senjata api yang menimbulkan korban luka hingga korban jiwa. Pembatasan terhadap hak atas informasi oleh Pemerintah Indonesia juga tercermin ketika Menkominfo secara sepihak melakukan pembatasan akses internet di wilayah Jakarta pasca-pengumuman pemenang Pilpres 2019 – 2024 pada 21-23 Mei lalu.

“Pembatasan serupa juga terjadi pada saat peristiwa kerusuhan di Papua yang dipicu akibat adanya peristiwa rasisme terhadap sejumlah mahasiswa Papua di asrama Papua di Surabaya pada Agustus 2019 lalu. Pembatasan akses internet ini tidak pernah dievaluasi sehingga sangat rentan dilakukan secara sewenang-wenang,” jelas Yati.

Kemudian, KontraS menyoroti masa depan penegakan hukum di berbagai sektor yang dinilai mengalami kemunduran. Hal ini tercermin dari inisiasi DPR RI untuk mengesahkan sejumlah peraturan yang masih bermasalah, seperti Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), Revisi Undang – Undang KPK (RUU KPK), hingga RUU Pertanahan. Berbagai peraturan bermasalah ini dinilai tidak memberikan perlindungan terhadap masyarakat, justru menguntungkan bagi para penguasa dan melanggengkan impunitas.

Selanjutnya, soal ratifikasi peraturan internasional masih belum direalisasikan pemerintah Indonesia. Sebagai contoh, komitmen Indonesia di depan negara-negara lain untuk melakukan ratifikasi Protokol Tambahan Konvensi Anti Penyiksaan (Optional Protocol of Convention Against Torture) serta Konvensi Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa (International Convention on Protection of All People Against Enforced Disappearances) masih belum direalisasikan oleh Pemerintah Indonesia.  Selain itu, pendekatan militeristik masih diterapkan di Papua dan Papua Barat, kondisi ini bertentangan dengan komitmen Indonesia untuk menjalankan rekomendasi 139.67 dari Selandia Baru tentang pemenuhan, pemajuan dan penegakan HAM di Papua. Bahkan, pada pertengahan tahun 2018, Ketua Komisioner Tinggi HAM PBB (OHCHR), Zeid Ra’ad Al Hussein membuat pernyataan bahwa Pemerintah Indonesia tidak kunjung memberikan akses kunjungan ke Papua bagi OHCHR.

Selain itu, dalam isu kebijakan HAM Luar Negeri Indonesia, negara masih belum menunjukkan tindakan konkret terhadap beberapa isu HAM di level global, di antaranya: 1) isu Rohingya dan penanganan pengungsi. Indonesia cenderung masih bermain aman dan tidak menjadikan isu pengungsi yang telah menjadi krisis internasional sebagai salah satu isu yang dijadikan komitmen bagi Pemerintah.

Indonesia masih enggan meratifikasi Konvensi 1951 dan mendukung repatriasi masyarakat Rohingya tanpa didukung dengan jaminan kewarganegaraan dan pemulihan bagi para masyarakat Rohingya apabila mereka kembali ke tanah air mereka. 2) Indonesia tidak menjadi negara pendukung dalam isu Suriah berbeda dengan semangat Indonesia dalam mendukung dan menjadi garda depan pada isu Palestina. Hal ini tercermin pada catatan voting Indonesia di PBB yang selalu abstain terkait dengan permasalahan dan penyelesaian isu di Suriah. Walaupun Indonesia mengklaim telah meluncurkan begitu banyak Peacekeeper untuk negara-negara konflik, hal ini tidak berjalan selaras dengan sikap di forum internasional maupun resolusi konflik di level domestik seperti Papua.

“Berbagai permasalahan di atas menunjukkan bahwa Pemerintah masih enggan untuk memperbaiki situasi dan kondisi pemenuhan maupun pemajuan hak asasi manusia sehingga patut dipertanyakan apabila Indonesia terpilih sebagai Dewan HAM PBB untuk kelima kalinya tanpa dibarengi dengan langkah konkret Pemerintah untuk memajukan penegakan dan perlindungan HAM bagi rakyatnya,” demikian keterangan akhir KontraS.*[Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Selasa, 25 Feb 2020 22:46

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:39

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:04

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Selasa, 25 Feb 2020 21:50

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

Selasa, 25 Feb 2020 21:45

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Selasa, 25 Feb 2020 21:20

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Selasa, 25 Feb 2020 21:14

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Selasa, 25 Feb 2020 20:35

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Selasa, 25 Feb 2020 19:49

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

Selasa, 25 Feb 2020 17:58

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Selasa, 25 Feb 2020 15:29

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Selasa, 25 Feb 2020 12:42

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Selasa, 25 Feb 2020 11:58

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 10:13

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Selasa, 25 Feb 2020 09:50

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Selasa, 25 Feb 2020 09:37

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Selasa, 25 Feb 2020 09:31

Tips Sholat Khusyuk

Tips Sholat Khusyuk

Selasa, 25 Feb 2020 08:41

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Selasa, 25 Feb 2020 08:26

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Selasa, 25 Feb 2020 08:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 25/02/2020 08:19

Waspadai Tiga Ancaman LGBT