Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.944 views

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Turun, Fahri: Permainan Sudah Selesai

JAKARTA (voa-islam.com)- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tampak merespon dengan tawa bahagia ketika mengetahui temuan salah satu survei yang merilis bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf mengalami penurunan.

Permainan sudah selesai.... Silent Majority sudah memutuskan….,” cuitannya, ketika merespon berita di salah satu media dengan judul “Kekalahan Jokowi Di Survei Kompas #KlikRMOL”.

Berikut isi dari pemberitaan di media tersebut (rmol.co): KINI publik mulai menyadari mengapa partai pendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokma) saling tanduk. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ceker-cekeran dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar saling curiga dengan Partai  Nasdem, sedangkan PDIP saling lempar dengan PSI. Mereka seolah-olah tidak mengenal lagi siapa kawan siapa lawan.

Para pentolan parpol pendukung petahana mulai gelisah dengan hasil kampanye belakangan ini. Di mana-mana Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Padi) disambut gelombang ribuan massa. Di sisi lain, Jokma gagal menghadirkan pendukung.

Celakanya, alam juga sering kurang bersahabat dengan sang petahana. Sedikitnya di tiga titik tempat kampanye Jokma, disambut angin puyuh sehingga memporak-porandakan acara mereka. 

Partai Golkar yang dalam sejarahnya tak pernah mengambil sikap oposisi mulai kelihatan bermanuver. Tokoh-tokoh penting Partai Beringin mulai menyelamatkan diri merapat ke kubu 02. Sebut saja salah satunya adalah Erwin Aksa. 

Keponakan Wapres Jusuf Kalla ini membelot dari keputusan partainya. Erwin, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPP Golkar, justru memilih untuk menunjukkan dukungannya secara terang-terangan kepada Prabowo-Sandi. 

Loncat pagar Erwin ini bukan perkara sepele. Erwin yang pengusaha itu telah mengirim pesan kepada publik bahwa tempat yang prospektif adalah berada di kubu Prabowo-Sandi. 

Kabarnya, sejumlah tokoh politik pendukung petahana lainnya secara diam-diam juga banyak yang merapat ke kubu 02. Setidak-tidaknya, di antara mereka sudah ada yang memasang dua kaki. Kaki sebelah di kubu 01, sebelah lagi di 02. Dasar politisi. Sikap politisi itu wajar adanya.

Maklum saja, para pentolan parpol itu adalah orang yang memiliki akses terhadap hasil survei yang sesungguhnya. Survei-survei itu banyak memenangkan paslon 02 atau setidak-tidaknya memberi gambaran remuknya elektabilitas sang petahana.

Terbaru, adalah survei Litbang Kompas. Survei tentang elektabilitas paslon nomor urut 01 dan paslon nomor urut 02 ini juga memberi pesan cukup kuat bahwa Jokowi sudah kehilangan banyak pendukung. Survei yang disiarkan 20 Maret itu  menunjukkan elektabilitas Jokma menurun di bawah 50 persen. Angka yang jelas tidak aman bagi petahana. 

Harian Kompas menyebut, elektabilitas Jokma 49,2 persen, Padi 37,4 persen suara, dan sisanya 13,4 persen menyatakan masih rahasia atau belum memilih. Itu angka yang dipublish. Dalam sejarahnya, hasil survei Kompas selama ini cukup kridibel. Koran harian terbesar di Indonesia ini saat Pilkada DKI Jakarta tidak mengumumkan hasil surveinya. Konon, hasil survei itu dilacikan karena tidak sesuai harapan: Ahok-Djarot kalah.

Nah, kenapa saat ini diumumkan? Sejatinya, sepekan sebelum hasil survei itu disiarkan, sudah ada angka-angka yang berseliweran. 

Sejumlah wartawan senior yang punya akses di laci Kompas membisikkan di interen Kompas sendiri ada yang berpendapat sebaiknya survei tersebut tidak usah dirilis. Namun sebagian lagi menghendaki sebalikna. Kala itu, konon perolehan Jokma hanya 46% dalam survei. Di sisi lain, undecided masih 17 persen. “Angka 49,2 persen untuk Jokowi adalah angka kompromi,” kata sang pembisik. 

Sofyan Wanandi, donatur CSIS, konon sudah tahu angka-angka yang bikin petahana miris itu. Eks Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini pun panik.

Lalu, ia berencana memobilisasi pengusaha untuk memberikan dukungan kepada Jokma.  Para pengusaha itu diharapkan bisa menggiring karyawannya untuk memilih Jokma pada pemilu kelak. 

Pada Rabu dini hari, sebelum Kompas yang memuat edisi survei itu beredar, di grup WhattApp, seseorang mengirim pesan bocoran hasil survei yang disiarkan koran itu dengan tambahan pesan:  “Jangan kaget baca hasil survei Kompas pagi ini. Memang sudah dikondisikan/dikompromikan dengan pihak TKN. Mereka sudah diberitahu hasil realnya. Survei itu hanya untuk menghibur Jokowi dan supaya tidak bikin guncang pasar saham/valas. Siapa pun petahana yang tidak meraih elektabilitas di atas 60% di hari-hari terakhir menjelang pencolosan, akan kalah.”

Survei Kompas mengungkap Jokowi didukung kurang dari 50 persen. Maknanya, lebih dari 50 persen rakyat Indonesia tidak sudi dipimpin Jokowi lagi. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa kampanye Jokowi selama 5 tahun sia-sia. Upaya-upaya mencurangi APBN hinga APBD tidak ada hasilnya buat mendongkrak elektabilitas. Jokowi naga-naganya akan senasib dengan Nadjib Razak, eks PM Malaysia. 

Survei pada hari terakhir menjelang pencoblosan Najib memperoleh 48 persen, Mahathir Mohamad 33 persen. Pemenangnya Mahathir, Nadjib tersingkir. 

Lalu, bagaimana hasil survei lembaga lain yang berbeda dengan Kompas? Kini, publik sudah menyadari, bahwa lembaga-lembaga survei tersebut bekerja sebagai tim sukses. Mereka bukan sebagai lembaga survei yang jujur dan independen. 

Kabarnya, ada 22 lembaga survei yg dibayar petahana. Mereka bekerja dengan tujuan menggiring opini publik. Hasil survei mereka digarapkan dapat memberi keyakinan bagi pendukungnya bahwa Jokowi menang, di sisi lain membuat drop kubu lawan. 

Terakhir hasil survei ini nantinya bisa menjadi alat untuk menjustifikasi kemenangannya, walau dengan cara-cara curang. Sejauh ini, kerja lembaga-lembaga survei itu sudah benar, sesuai pesanan klien. Namun, jadi sulit bagi rakyat untuk mempercayai lembaga survei seperti itu

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Denny Siregar Teror Santri Penghafal Alqur’an

Denny Siregar Teror Santri Penghafal Alqur’an

Sabtu, 04 Jul 2020 23:11

Lebih dari 40 Petempur Tewas dalam Bentrokan Antara Pasukan Suriah dan Pejuang IS di Homs

Lebih dari 40 Petempur Tewas dalam Bentrokan Antara Pasukan Suriah dan Pejuang IS di Homs

Sabtu, 04 Jul 2020 22:35

Menlu Pakistan  Shah Mahmood Qureshi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Sabtu, 04 Jul 2020 22:18

Turki: UEA Sedang Lakukan Kampanye Untuk Mendominasi Timur Tengah dan Afrika Utara

Turki: UEA Sedang Lakukan Kampanye Untuk Mendominasi Timur Tengah dan Afrika Utara

Sabtu, 04 Jul 2020 21:45

Jihadis Prancis Divonis 30 Tahun Penjara Karena Mengawasi Eksekusi 2 Tahanan di Suriah

Jihadis Prancis Divonis 30 Tahun Penjara Karena Mengawasi Eksekusi 2 Tahanan di Suriah

Sabtu, 04 Jul 2020 21:28

Wakil Ketua FPKS: Penerimaan Negara dari Freeport Jeblok

Wakil Ketua FPKS: Penerimaan Negara dari Freeport Jeblok

Sabtu, 04 Jul 2020 21:26

Jangan Terjebak Isu Reshuffle

Jangan Terjebak Isu Reshuffle

Sabtu, 04 Jul 2020 21:09

Tidak Ada Negara Lain Selain AS yang Mendukung Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Tidak Ada Negara Lain Selain AS yang Mendukung Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Sabtu, 04 Jul 2020 18:20

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Melonjak di Oman, Bahrain, Sudan dan Kuwait

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Melonjak di Oman, Bahrain, Sudan dan Kuwait

Sabtu, 04 Jul 2020 18:00

[VIDEO] Bagaimana Cara Mendakwahi Pemerintah?

[VIDEO] Bagaimana Cara Mendakwahi Pemerintah?

Sabtu, 04 Jul 2020 10:52

Ada Apa dengan Big Data?

Ada Apa dengan Big Data?

Sabtu, 04 Jul 2020 10:37

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Jum'at, 03 Jul 2020 20:35

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Jum'at, 03 Jul 2020 20:13

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Jum'at, 03 Jul 2020 19:46

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Jum'at, 03 Jul 2020 18:00

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Jum'at, 03 Jul 2020 17:05

Dari New Normal ke New Indonesia

Dari New Normal ke New Indonesia

Jum'at, 03 Jul 2020 16:47

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Jum'at, 03 Jul 2020 15:00

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Jum'at, 03 Jul 2020 12:15

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Jum'at, 03 Jul 2020 11:08


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X