Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.868 views

Presiden Francois Hollande Harus Berterima Kasih kepada ISIS?

JAKARTA (voa-islam.com) - Paris tidak akan pernah melupakan selamanya, peristiwa : “JUM'AT 13 NOPEMBER”, dan akan meninggalkan bekas luka permanen di wajah kota yang indah itu, seperti peristiwa “9 SEPTEMBER” di New York atau “7 JULI” di London.

Seperti New York, London, Madrid, Riyadh, Beirut, Bagdad, dan kota-kota lain yang telah terkena teror, suatu saat Paris akan menemukan siapa “dirinya”. Melihat mayat berserakan di mana-mana. Melihat orang memuntahkan peluru dengan tenang, saat menembaki orang-orang yang menikmati kehidupan malam kota Paris.

Banyak yang mengatakan peristiwa “JUM'AT 13 NOPEMBER”, serangan yang kedua setelah “CHARLIE HEBDO', merupakan terburuk sejak Perang Dunia II.

Pasti Perancis harus selalu ingat, betapa sakit melihat banyaknya mayat yang berserakan, tembakan terhadap orang-orang yang sedang menikmati kehidupan malam di kota Paris, dan selalu disebut orang-orang yang “TIDAK BERDOSA”.

Nilai-nilai Perancis yang memiliki akar sejarah yang panjang, melalui revolusi yang sangat keras, dan begitu banyak pengorbanan yang tak ternilai bagi mereka, bagi rakyat Perancis, sampai diujung perjuangan itu, dan mencapai kemenangan, atas perjuangan mereka, lahirlah yaitu, sebuah kebanggaan bangsa Perancis berupa "ruh spirit" yaitu : “LIBERTE, EGALITE, dan FRATERNITE”.

Benarkah Perancis memahami arti “LIBERTE, EGALITE, dan PRATERNITE”, bagi dirinya dan bagi bangsa lain? Perancis hidup dengan nilai-nilai terhormat dan berusaha menerapkan dalam kehidupan bangsanya.

Tapi, Perancis tidak pernah mengerti tentang nasib bangsa-bangsa lain, yang sampai hari ini belum dapat menikmati kehidupan, seperti bangsa Perancis dengan “LIBERTE, EGALITE, DAN PRATERNITE”. Bahkan, Perancis ikut menciptakan kondisi yang menjadi antitesa dari nilai-nilai bangsa Perancis yang diagungkan itu.

Mengapa Presiden Perancis Francois Hollanda, sesudah peristiwa “JUM'AT 13 NOPEMBER”, hanya bisa menyatakan negara dalam keadaan darurat, dan menyatakan perang terhadap ISIS? Serangan ISIS hanyalah “LIMBAH' akibat ideologi, persepsi, dan kebijakan yang tidak sesuai nilai-nilai bangsa Perancis, yaitu “LIBERTE, EGALITE, dan PRATERNITE”.

Mengapa Perancis dan Presiden Francois Hollande, mendukung rezim-rezim yang tidak mencerminkan pandangan dasar bangsa Perancis itu?

“LIBERTE”,yaitu adanya kemerdekan dan kebebasan yang merupakan hak hidup bagi setiap induvidu. “EGALITE”, adanya kesetaraan bagi setiap warga, tidak adanya perbedaan dan kelas. “PRATERNITE”, adanya persaudaraan diantara rakyat Perancis. Saling bersaudara, tolong-menolong, menghargai dan menghormati setiap anggota, dan setiap orang memilliki hak kesetaraan dalam semua aspek kehidupan di Perancis.

Jika Presiden Francois Hollande, dan para pejabat dan pemimpin Perancis, tentu sangat sedih, marah, dan terpukul, melihat mayat berserakan di mana-mana.

Mestinya peristiwa "JUM'AT 13 NOPEMBER" ini harus menjadi “ibroh” (pelajaran) yang sangat berharga, bukan hanya untuk memupuk kebencian, dendam, permusuhan, dan pembalasan, dan berbagai bentuk sikap negatif lainnya. Karena hanya akan menambah kekacauan, dan terus saling membalas, tanpa ada akhir.

Presiden Francois Hollande, para pejabat dan para pemimpin Perancis, harus “berterima kasih”, kepada ISIS yang sudah mengingatkan Presiden Francois Hollande, dan pemerintahannya, bahwa kematian akibat serangan itu, tidak dapat diterima, sebuah kejahatan, menyakitkan, dan menyedihkan. Tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diagungkan “LIBERTE, EGALITE, dan PRATERNITE”.

Bisakah sesudah peristiwa “JUM'AT 13 NOPEMBER”, kemudian Perancis mengubah seluruh kebijakannya, yang terlibat di berbagai wilayah atau kawasan, yang mendukung rezim-rezim yang sangat keji, biadab, dan tak berperikemanusiaan, dan  telah begitu banyak membunuhi rakyatnya?

Adakah Perancis melihat kepedihan rakyat Suriah, Irak, Palestina, dan rakyat-rakyat di manapun mereka, yang menjadi korban kebiadaban dan kekejian rezim-rezim yang sangat kotor?

Mengapa Presiden Hollande, masih berkutat bersama dengan Amerika, Rusia, dan Iran, mempertahankan rezim Syi'ah Bashar al-Assad, yang sudah membunuh dengan sangat keji dan melakukan “horor” terhadap rakyatnya sendiri?

Sudah lebih 500.000 rakyat Suriah yang mati di tangan Bashar al-Assad. Tapi, mengapa Hollande tetap bersikukuh mempertahankan Bashar al-Assad, melakukan serangan udara terhadap pejuang oposisi Suriarh?

Peristiwa “JUM'AT 13 NOMBER” yang dilakukan oleh ISIS, sebuah pengingat, bahwa setiap kejahatan akan dibalas. Di dalam Islam berlaku hukum “QISHAS”, siapa yang membunuh harus dibunuh. Tidak ada hukum yang lain.

Berapa banyak rakyat Muslim Suriah, Irak, Afghanistan, dan tempat lainnya yang meregang nyawa akibat serangan Perancis? Ketika mereka menjatuhkan rudal, kemudian menyisakan kehancuran dan mayat bersrakan di mana-mana. Lihat peristiwa di Suriah, Irak, Afghanistan, dan Gaza?

Mengapa semua kejahatan yang menimpa Muslim, tidak membuat para pemimpin, seperti Hollande, Vladimir Putin, Barack Obama, David Cameron, dan lainnya, tidak pernah tergugah hati mereka?

Mereka terus menghujani wilayah-wilayah di negara-negara Muslim dengan rudal, dan mengakibatkan kematian massal. Kematian yang massal itu, tidak membuat mereka sedih, berduka, berempati, dan kemudian menghentikan kejahatan mereka.

Sesudah ISIS menyerang kota Paris “JUM'AT 13 NOPEMBER”, mereka semua tersentak, dan tidak bisa mengerti atas peristiwa itu.

Melihat mayat rakyatnya berserakan di mana-mana. Francois Hollande, Vladimir Putin, Barack Obama, David Cameron, dan lainnya, harus mengerti semua kejahatan yang mereka lakukan terhadap Muslim, pasti akan dibalas.

Sekarang mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak. Terima kasih “ISIS” telah membuat para pemimpin “KAFIR” gelisah. Mereka melihat mayat berserakan di jantung kota Paris.

Jika warga Perancis dan warga dunia, berduka atas peristiwa "JUM'AT 13  NOPEMBER", mereka juga harus mengerti setiap kematian Muslim, itu adalah sebuah kesedihan, kedukaan, kehilangan, dan tak pernah bisa  dilupakan selamanya. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Kamis, 27 Feb 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X