Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.870 views

Menjadi Ibu Sempurna

 

Oleh:

Keni Rahayu || Ibu Muda dan Influencer Dakwah Millenial

 

IBU. Tiga huruf, dalam maknanya. Cita-cita tertinggi seorang perempuan dalam hidup, bahkan setelah berubah status meninggalkan masa lajang. Status "ibu" adalah fitrah yang diidamkan para pasangan menikah. 

Judul tulisan ini memang naif. Bagaimana mungkin ada ibu sempurna. Tapi, siapa yang hidup bukan untuk menuju ke sana? Minimal pasti ia berusaha. 

Menjadi ibu adalah belajar untuk tidak memikirkan diri sendiri. Setelah menyandang status istri, maka selain suami, sang anak adalah buah pikirnya setiap hari. Tak heran jika pekatnya dini hari membangunkan tidur lelapnya, menyiapkan segala hidangan untuk dikudap saat sarapan para penghuni rumah nanti.

Itu baru soal fisik. Belum lagi tugasnya menjadi pendidik. "Al umm madrosatul ula", gitu kata idola kaum muslimin sedunia. Sembari berlelah fisik membantu suaminya urusan "dalam negeri" seperti memasak, dan menata rumah, akal seorang ibu dituntut siap untuk melahirkan sosok penerus masa depan peradaban dunia. Aqidah adalah ilmu dasar yang harus dimiliki, bahkan dalam bentuk praktis yang siap dididikkan ke buah hati. Maka, jadi ibu harus pintar & cerdas. Bukan perkara rangking ya, tapi perkara: mau kujadikan apa anakku dengan treatment bagaimana.

Sayangnya, menjadi ibu sempurna hari ini bak jauh panggang dari api. Ibu dibebani tuntutan hidup tinggi padahal itu urusan para penguasa negeri. Bukan pilihan, tapi mau tidak mau para ibu dipaksa memenuhi kebutuhan ekonomi. Tak salah. Rasa cintanya yang tinggi pada keluarga menuntutnya pergi meninggalkan rumah sampai petang sejak pagi demi bantu suami mengumpulkan sesuap nasi.

Mahalnya biaya pendidikan hari ini adalah niscaya. Belum lagi kuota dan gadget jadi perangkat utama belajar di masa pandemi ini. Di sisi lain, boro-boro ngitung kadar gizi. Bisa makan nasi-lauk-sayur lengkap tiga kali sehari adalah rezeki besar Ilahi. Para ibu mana paham hitung-hitungan itu, tak pernah diajari di sekolah dulu meski ternyata hari ini penting juga. Lebih parah lagi kalau momen kepepet mengharuskan ibu menarik gas motornya menyambangi para pedagang nasi.

Kebutuhan lain tak kalah penat: sabun, sembako, sandang, papan, listrik, air, arisan dan masih panjang daftar  ke bawah. Semua memanggil melambai-lambai tak sebanding dengan bilangan dalam rekening. Ibu, beban pikirmu luar biasa ya.

Belum lagi pergaulan hari ini bikin jiwa ketar-ketir, bu. Standar bahagia yang ditawarkan dunia sungguh jauh dari mulia. Ke luar rumah bahaya, dalam rumah pun sama. Interaksi bablas hari ini bisa sampai ke buah hati meski melalui layar segi empat kecil bermata pisau itu. Satu sisi untuk belajar daring, di sisi lain toktok dan semacamnya bergentayangan mengiming-iming. Sungguh bu, harus berapa jam sehari ya kita dampingi sang buah hati? 

Maka darimu ibu, kami sandarkan masa depan kami di pundakmu. Siapa lagi yang dengan rela mengajarkan A Ba Ta Tsa dengan suka rela jika bukan engkau? Siapa lagi yang memasakkan makanan bergizi agar sel-sel di otak anak terpatri serasi? Ditambah lagi, doa siapa yang paling mujarab menembus ke langit, sembari menengadah indah dan berpeluh air mata cinta, kalau bukan engkau?

Kami paham. Menjadi ibu sempurna adalah cita-cita mulia. Sayangnya, perlu sinergitas negara untuk bisa memenuhinya. Pendidikan, pergaulan, kebutuhan seperti pangan dan semacamnya perlu sistem mulia semulia Islam. Maka, jangan pernah mencukupkan diri dengan ilmu berijazah 3 atau 4 jenjang yang sudah dienyam sebelumnya. Sungguh, ilmu itu kurang bu. Tak akan cukup untuk mendidik anakmu  di zaman yang terus berkembang. 

Duduklah bermajlis minimal sepekan sekali, sebab ribuan keberkahan tak kan tertandingi. Di sana para malaikat menengadah meminta dosa kita diampuni, beriring doa hewan dan tumbuhan darat-laut mengamini. Karena ibu, kau selalu menjadi sosok sempurna dengan keberhasilanmu menjadi "ibu" bagaimanapun rupa. Teruslah memantaskan diri dengan istiqomah mengkaji syariat-Nya. Wallahu a'lam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Ahad, 18 Apr 2021 22:03

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Ahad, 18 Apr 2021 21:45

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Ahad, 18 Apr 2021 21:17

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Ahad, 18 Apr 2021 21:12

Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Sabtu, 17 Apr 2021 20:46

Benteng Ummat Islam

Benteng Ummat Islam

Sabtu, 17 Apr 2021 13:14

Berharap kepada Allah

Berharap kepada Allah

Sabtu, 17 Apr 2021 12:59


MUI

Must Read!
X

Ahad, 18/04/2021 11:40

Shalat Tarawih