Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.750 views

Kampanye Anti Jilbab; Bukti Sesat Freedom of Speech

Oleh: Baiq Dwi Suci Anggraini, S.Psi

(Pengajar Sekolah Anak Tangguh Mataram)

Nama Sinta Nuriyah tiba-tiba viral di sosial media gara-gara pernyatannya yang menyebutkan bahwa perintah berjilbab tidak wajib. Tempo.co (16/1/2020) melansir pernyataan istri Alm. Gus Dur itu dengan mewacanakan bahwa penggunaan jilbab baru muncul 10-15 tahun belakangan. Ditambah lagi, menurutnya istri para pendiri NU atau kyai zaman dulu tidak berjilbab. Lanjutnya, publik seharusnya berhati-hati memahami definisi jilbab secara tekstual maupun kontekstual.

Opini fatal yang sengaja disebarkan tokoh liberal bukan sekedar membahayakan pemikiran umat, justru lambat laun memunculkan keraguan ekstrim bagi masyarakat muslim. Pemikiran sesat yang dilempar ke masyarakat ini tentu menjadi bumerang. Tidak hanya menyesatkan kaum wanita dengan ide rusak, justru memperparah racun yang terlanjur menggerogoti benak kaum muslimin. Lama kelamaan para wanita akan beramai-ramai melepaskan kain penutup auratnya.

Beberapa contoh bermunculan, mulai dari putri Presiden RI ke-4, Inayah, yang pamer kebanggaannya menanggalkan kain kerudung penutup kepala setelah bertahun-tahun merasa terkekang dengan aturan beragama yang disebutnya budaya lokal. Tidak sedikit netizen berkomentar negatif menanggapi keputusannya, tetapi cukup banyak yang malah terpengaruh oleh pemberitaan tersebut. Salah satu sosok yang ikut disorot adalah putri Quraisy Syihab, yakni Najwa Shihab. Akhirnya sentimen publik merajalela, sebagian menyayangkan ketokohan para ulama’ ini menjadi virus mengerikan yang seolah mengiyakan bahwa terjadi perbedaan pandangan terkait makna jilbab.

Baik didefinisikan secara letterleg, maupun dimaknai dengan konteks per ayat, deretan tokoh liberal feminis memang hobi menggoreng syariat islam. Mulai dari memandulkan hukum penggunaan cadar, meradikalisasi pemakaian celana cingkrang, jenggot, hingga terakhir menumbuhsuburkan kampanye anti jilbab. Dengan sengaja, cendekiawan muslim yang menamakan diri mereka islam moderat tengah menyamarkan nilai keislaman di Indonesia. Maka tampak jelas kecacatan berpikir yang mereka kampanyekan ini telah mewabah ke setiap kepala.         

Setelah sukses menyebar islamofobia di negeri muslim, incaran para tokoh feminis selanjutnya adalah merusak rahim peradaban umat islam. Seorang wanita, yang sejatinya merupakan tonggak sebuah keluarga, akan dihancurkan kehidupannya mulai dari merusak keyakinan mereka terhadap beragama. Pergeseran norma agama termanipulasi dengan standar budaya, diubah dengan ukuran adat istiadat, diganti dengan tolak ukur kepuasan logika. Setiap ketentuan yang berdasar dari aturan islam, perlahan dipinggirkan demi memuaskan naluri “freedom of speech”.

Lalu mengapa liberalisasi kian menggerogoti sendi kehidupan umat? Sederhana menjawabnya, persis bak senjata biologis nan mematikan. Sekali tepuk, bukan dua tiga yang jadi korban, akan lebih banyak lagi pemikiran umat diperangi secara halus. Perang pemikiran bagaikan hantu yang tak kasat mata, bahkan umat tidak lagi sadar dirinya dalam keadaan sakit yang parah. Ghazwul fikr (perang pemikiran) oleh para penganut paham liberalisme dan feminisme makin menjalar dan menyerang benteng keimanan setiap umat, wabilkhusus islam.

Mereka gelontorkan isu radikalisasi di tengah kaum muslimin yang menginginkan perubahan fundamental. Yang berkerudung lebar dicap teroris, yang menjalankan ajaran islam dengan sungguh-sungguh diberi label radikal, hatta yang memperjuangkan pelaksanaan aturan islam pun dilabeli ekstrimis. Penyematan jahat ini dilakukan semata untuk menaik rating-kan presentase ide kebebasan beragama, bebas bertingkahlaku, serta bebas tanpa mengenal batasan. Pada akhirnya prinsip “bebas tanpa batasan” menciderai norma agama sebagai standar tertinggi.

 

Mendudukkan Perkara Jilbab Dengan Benar

Dalam memahami dalil yang bersumber dari Al Qur’an, tidak seharusnya logika remeh temeh didahulukan membelakangi adab terhadap firman Allah. Sebagai seorang intelektual yang meyakini bahwa proses belajar dimulai dengan berpikir dan mengkaji, seharusnya yang dikedepankan adalah kajian menyeluruh dan mendalam, barulah menghasilkan kesimpulan yang benar. Oleh karenanya, apabila ingin dipandang intelek dalam pengkajian islam, tentunya setiap orang harus adil menguliti konteks jilbab. Jika tidak, mendudukkan perkara jilbab selamanya tidak akan pernah selesai.

Tidak pernah ada perbedaan di kalangan ulama’ mu’tabar sekalipun mengenai perintah menutup aurat bagi muslimah. Yang terjadi justru kampanye anti jilbab bermunculan dari orang yang sama sekali tidak paham fiqih atau tafsir Qur’an, lalu dengan serampangan menyebutkan terdapat perbedaan cara pandang di kalangan ulama’. Mari kita sepakati, bahwa kecacatan fakta yang mereka buat-buat sama artinya menebarkan fitnah ke ulama’. Tuduhan keji yang tidak berdalih bisa dimanfaatkan banyak orang untuk membuat framing negatif terhadap syariat islam.

Oleh karena itu fakta tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum, sebab itulah Allah menurunkan berbagai aturan kehidupan bagi manusia agar kita punya pedoman yang tepat. Apabila fakta yang mandul terus dikonsumsi, akibatnya kaum wanita akan menelan mentah-mentah kesimpulan yang salah. Untuk itulah islam hadir mendatangkan sumber hukum yang layak dijadikan acuan, tidak berdasar asumsi, tapi ajeg. Sehingga porsi baku dan patennya hukum berjilbab tidak bisa difleksibelkan berdasarkan perubahan zaman dan waktu.

Baiklah, kita boleh mengonsumsi fakta kekinian bahwa ada beberapa muslimah yang tidak menutup aurat, padahal mereka berasal dari garis keturunan orang alim, sholih, dan terpandang. Ingatlah, pengkonsumsian fakta ini bukan pembenaran untuk membuka aurat dan lantas menjadikan fakta nyeleneh sebagai subjek hukum. Meskipun putri Raja Arab, selama mereka tidak menjadikan hukum Allah sebagai asas dalam beramal, maka perbuatan tersebut tertolak secara pasti. Dengan demikian tidak halal bagi siapapun mencontoh kesalahan orang lain, lalu sembrono menghalalkan perbuatan banyak orang untuk buka-bukaan dengan auratnya.

Jilbab bukan soal budaya kearab-araban, bukan juga masuk dalam ranah pilihan yang bisa diambil atau ditinggalkan. Jilbab tidak bisa dipukul rata sama dengan helm, kalau pakai helm tidak kena razia, sebaliknya dengan memakai helm menyelamatkan kepala dari benturan keras. Sama sekali bukan di situ letak penempatannya, karena jilbab adalah suatu kewajiban yang tidak bisa dipilah atau dipilih menuruti hawa nafsu masing-masing orang. Oleh karena itu, sebuah kewajiban harus disikapi dengan ketaatan dan ketundukan yang totalitas.

Allah perintahkan setiap wanita yang beriman menghulurkan jilbab ke seluruh tubuh, dengan alasan syar’i agar mereka mudah dikenali dan tidak diganggu. Sehingga tidak boleh ada alasan untuk menolak kewajiban berjilbab dan berkerudung, lantas seenak hati mengubahnya jadi hukum yang lain. Padahal semestinya ketaatan kepada Allah berdasar dalil syara’, bukan bergantung logika abal-abal. Sudah sewajibnya kepercayaan tentang wajibnya jilbab hanya berdasar pada sumber yang qoth’iy (bisa dipertanggungjawabkan kepastian sumber dan dalilnya).

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Terjemah Qur’an Surah Al Ahzab: 59)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,” (Terjemah Qur’an Surah An Nur: 31)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Rabu, 21 Oct 2020 19:15

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Rabu, 21 Oct 2020 19:06

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Rabu, 21 Oct 2020 18:55

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Rabu, 21 Oct 2020 17:45

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 21 Oct 2020 14:05

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Rabu, 21 Oct 2020 09:58

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Rabu, 21 Oct 2020 09:29

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X