Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.619 views

Suara Perubahan dari Perempuan Peduli Umat

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Suara perempuan diperebutkan di tahun 2019 ini. Betapa tidak, jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Berbagai trik dan intrik dilakukan para paslon untuk mendulang suara kaum hawa. Mulai dari penyebutan partai emak-emak, tebar pesona di pasar, merangkul ormas perempuan hingga adu keren antara istilah "emak" dan "ibu bangsa". Isu poligami dimunculkan, sebuah diskursus yang kental dominasi perasaan perempuan. Seolah "membela" perempuan, namun dengan menggugat aturan Tuhan. Semuanya demi perebutan ceruk suara perempuan. 

Zaman berganti, masa berputar. Dulu perempuan dipandang tak lebih dari makhluk dapur, sumur dan kasur yang tak punya peran. Lalu disadari bahwa dalam demokrasi, perempuan punya kekuatan yaitu jumlah suara. Suara perempuan pun didewakan. Agar mau bersuara, perempuan ditarik ke sektor publik dan juga ranah politik. Perempuan didorong untuk aktif berdemokrasi. Berduyun-duyunlah kaum hawa mengisi panggung kontestasi. Menjadi caleg, kepala daerah, menteri hingga presiden. Bahkan perempuan ditarget harus memenuhi 30% kuota anggota dewan. Setelah hiruk pikuk suara kaum ibu di panggung politik, nadanya tetap saja sumbang. Persoalan perempuan tak kunjung terselesaikan, bahkan kaum hawa tersudut pada beban sosial. Anak dan bangunan keluarga menjadi korban.

Hal ini bisa diprediksi, karena demokrasi tak tulus mencintai perempuan. Demokrasi tak serius mengurusi perempuan. Dan demokrasi sebenarnya tak becus menyelesaikan persoalan perempuan. Demokrasi hanya butuh suara perempuan, setiap momen pemilihan. Sesudah pemilihan umum, perempuan ditinggalkan dan dibiarkan mengurusi dirinya sendiri. Perempuan menjadi korban demokrasi. Berderet-deret politisi dari kaum ibu menjadi pesakitan kasus korupsi. Tak saja menjadi korban, perempuan bahkan menjadi tempat bergantung ekonomi negara. Punggung perempuan makin bungkuk saja memikul beban politik dan ekonomi akibat keculasan demokrasi yang memanfaatkan suaranya.

Benih Kesadaran Melahirkan Perubahan Sejati

Tumpukan masalah yang dialami perempuan, membuatnya berpikir dan merenung. Apalagi sikap penguasa yang tampak tak peduli. Saat harga cabai naik, perempuan disuruh menanam sendiri. Harga beras melambung, perempuan disuruh menawar. Ketika biaya listrik mahal, disuruh cabut meteran. Dapur pun bergolak. Muncul suara-suara keluhan, diiringi istrumen panci dan penggorengan. Namun sekali lagi penguasa sibuk berkelit dan bersilat lidah. Ternyata, mengeluh tak cukup bagi perempuan, karena telinga pemegang kebijakan seolah ditulikan. Dari dapur, perempuan pun bersuara menyerukan perubahan.

Hijrah, perubahan dari gelapnya sistem buatan manusia menuju sistem Ilahi. Aksi Bela Islam selalu diwarnai kiprah perempuan didalamnya. Majelis ilmu makin digemari, hijab makin digandrungi. Diskusi tentang masalah kekinian digelar di masjid dan rumah. Pasukan berhijab menjadi promotor, panitia, peserta dan sekaligus pengamanannya. Tak hanya membahas fikih, majelis ini juga membahas persoalan umat beserta solusinya menurut Islam.

Kaum perempuan makin tersadarkan pentingnya perubahan menuju Islam. Bahwa Al Qur'an tak hanya dibaca dan dikaji, tapi diamalkan setiap hari. Di ranah domestik maupun publik, untuk urusan ibadah maupun politik. Penegakan syariah dan khilafah makin disadari urgensitasnya, pembelaan terhadap bendera tauhid menjadi simbolnya. Kini, suara perempuan jelas terdengar. Mereka menginginkan Islam sebagai sistem hidup. Apalagi saat mereka saksikan bahwa demokrasi dengan konsep nation-state hanya bisa bungkam menyaksikan saudari Uighur mereka dinistakan. Khilafah,  hanya sistem Islam inilah yang mampu melindungi setiap perempuan.

Gelombang perubahan telah tampak, namun butuh diperbesar, agar makin banyak perempuan tersadarkan. Ini membutuhkan peran nyata perempuan dan perubahan, yaitu :

1. Mempelajari Islam kaffah, melalui berbagai majelis ilmu dan diskusi. Melalui kelas tatap muka maupun perbincangan online. Muslimah hendaknya menjadi teladan pelaksanaan syariat Islam. Tetap bersabar dalam taat meski kehidupan kapitalisme membuat sempit.

2. Menjalankan fungsi utama perempuan yaitu ibu dan pengatur rumah tangga. Karena umat butuh banyak generasi mukmin yang kuat fisik, akal maupun taqwanya. Generasi inilah penerus estafet perubahan.

3. Menyuarakan Islam sebagai solusi persoalan perempuan dan umat, hingga menjadi viral di tengah masyarakat. Bersenjatakan jempol dan kuota, para muslimah mengguncang dunia maya dengan opini Islam. Postingan dakwah mengalir setiap hari, mengalahkan dominasi postingan gosip tak bergizi.

4. Melakukan aktivitas politik untuk menegakkan sistem Islam yaitu khilafah. Hal ini ditempuh bukan dengan politik praktis, melainkan gerakan pencerdasan umat melalui dakwah. Muslimah tak boleh tergiur untuk melirik iming-iming kekuasaan yang menggunakan Islam hanya sebagai kepentingan politik. Namun kekuatan politik harus dibangun di tengah umat untuk menegakkan Islam.

5. Menjalin ukhuwah dengan sesama muslimah dari berbagai kelompok, harakah dan madzhab. Muslimah harus bersatupadu karena Tuhan, Rasul, Kitab dan Kiblat kita satu. Perbedaan hendaknya menjadi rahmat, bukan penghalang persatuan. Jika bersatu, umat Islam akan menjadi kekuatan besar yang disegani dunia.

6. Memiliki mimpi besar. Perubahan menuju sistem Islam bukanlah perjuangan musiman sebagaimana partai sekular menggaet suara rakyat dalam pemilu. Ini adalah perjuangan jangka panjang. Dibutuhkan kekuatan iman nan luar biasa untuk bersabar di jalan Islam, layaknya orang yang memegang bara api. Namun Allah swt menjanjikan surga bagi orang-orang yang bersabar dalam kebenaran. Semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Jajak Pendapat: 62 Persen Warga AS Tidak Setuju dengan Kinerja Presiden Donald Trump

Jajak Pendapat: 62 Persen Warga AS Tidak Setuju dengan Kinerja Presiden Donald Trump

Jum'at, 23 Aug 2019 16:00

Kepala Pentagon Konfirmasi Kematian Calon Pewaris Pimpinan Al-Qaidah, Hamzah Bin Ladin

Kepala Pentagon Konfirmasi Kematian Calon Pewaris Pimpinan Al-Qaidah, Hamzah Bin Ladin

Jum'at, 23 Aug 2019 15:00

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Boot

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Boot

Jum'at, 23 Aug 2019 14:20

Qatar Jadi Tuan Rumah Putaran ke-9 Perundingan Taliban dan AS

Qatar Jadi Tuan Rumah Putaran ke-9 Perundingan Taliban dan AS

Jum'at, 23 Aug 2019 14:00

Afrika Selatan Larang Pengibaran Bendera Apartheid

Afrika Selatan Larang Pengibaran Bendera Apartheid

Jum'at, 23 Aug 2019 10:02

Rusia dan India akan Bertemu Bahas Situasi di Jammu Kashmir

Rusia dan India akan Bertemu Bahas Situasi di Jammu Kashmir

Jum'at, 23 Aug 2019 09:59

Kampanye 'No More Trump' di Venezeula Mencapai 4 Juta Tanda Tangan

Kampanye 'No More Trump' di Venezeula Mencapai 4 Juta Tanda Tangan

Jum'at, 23 Aug 2019 09:52

Rusaknya Kohesivitas Sosial karena Memihak ke Kelompok Tertentu

Rusaknya Kohesivitas Sosial karena Memihak ke Kelompok Tertentu

Jum'at, 23 Aug 2019 09:49

Iran Pamer Sistem Pertahanan Udara Buatan Sendiri

Iran Pamer Sistem Pertahanan Udara Buatan Sendiri

Jum'at, 23 Aug 2019 08:49

PBB Sebut Blokade Komunikasi di Kashmir Sebagai Hukuman Kolektif

PBB Sebut Blokade Komunikasi di Kashmir Sebagai Hukuman Kolektif

Jum'at, 23 Aug 2019 08:42

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X