Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.352 views

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

 

Oleh: Meri Hastuti

 

Kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 di Tanggerang Rabu   (8/9/2021) memakan korban tewas mencapai 44 orang dan luka-luka 8 orang. Pemberitaan tewasnya narapidana di Lapas Tangerang menjadi sorotan media nasional maupun internasional.

Kebakaran Lapas ini bukanlah kali pertama. Di negeri ini sering terjadi kebakaran dengan berbagai motif. Mulai dari masalah arus listrik, perkelahian antar napi hingga over kapasitas penghuni lapas. Untuk Lapas Tangerang sendiri yang harusnya di huni 600 orang, ternyata penghuninya mencapai 2.072 orang. Menkumham Yasonna Laoly menyatakan Lapas Tanggerang kelebihan penghuni 250 persen.

Over Kapasitas Lapas

Over kapasitas Lapas terjadi hampir di semua wilayah. Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama pelaku kriminalitas semakin meningkat. Setiap tahunnya, kepolisian mencatat angka kriminalitas selalu naik. Bahkan di masa pandemi, terjadi tren gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kedua, peradilan yang ditegakkan menjadikan penjara sebagai menu pokok hukuman. Mayoritas kasus yang ditangani kepolisian dan peradilan selalu berakhir dengan penjara. Selaras dengan pernyataan peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati, bahwa sistem peradilan Indonesia yang menjadikan penjara sebagai hukuman utama. Pidana penjara 52 kali lebih sering digunakan jaksa dan hakim dari bentuk pidana lain (www.cnnindonesia.com, 08/09/2021).

Ditambah, penegakan hukum yang tidak berkeadilan seperti penerapan pasal-pasal karet UU ITE. Tak sedikit masyarakat yang menjadi korban UU ITE yang juga berakhir di penjara. Tahanan yang mestinya tidak perlu ditahan akibat intrik politik penguasa. Ini juga menjadi sebab hunian penjara tak pernah sepi dari politik kepentingan.

Padahal harus diakui, hari ini penjara saja tak cukup memberikan efek jera pelaku kejahatan. Banyak pelaku kejahatan ternyata ‘berguru’ selama di penjara. Ketika keluar dari penjara kembali mengulang kejahatan yang sama bahkan lebih berat lagi kasusnya. Di penjara juga subur  aktivitas kejahatan oleh para napi seperti transaksi narkoba, pembunuhan dan sebagainya. Yang miris acapkali terjadi jual beli penjara mewah oleh oknum pegawai Lapas kepada napi berkantong tebal.

Kriminalitas Massal Akibat Penerapan Hukum Sekuler

Meningkatnya angka kriminalitas dan hukuman yang tak berefek jera adalah konsekuensi dari penerapan hukum sekuler di negeri ini. Manusia cenderung mudah melakukan kejahatan karena lemahnya keimanan untuk mentaati Allah SWT dan RasulNya. Sehingga tanpa berdosa melakukan kejahatan yang merugikan masyarakat.

Apatah lagi dalam kondisi sulit hari ini. Sempitnya akses lapangan pekerjaan, PHK massal, maraknya pengangguran dan ditambah lagi negara ‘abai’ mengurusi rakyatnya. Akal sehat hilang dan kejahatan pun dilakukan karena mendesaknya kebutuhan perut keluarga.

Tak dapat dinafikkan, hukum peradilan pidana yang diterapkan di negeri ini adalah warisan kolonialisme Belanda. Hukum buatan akal manusia yang terbatas ini, sarat sekali dengan sekulerisasi. Hukum agama dipinggirkan. Sehingga wajar saja tindak kejahatan akan terus tumbuh subur, karena hukum yang ditegakkan nihil keimanan. Pelaku kejahatan tak menganggap ada kaitan kejahatan yang dilakukannya dengan kemaksiatan pada Allah. Pun sama dengan pelaksana dan penegak hukum, menjalani aktivitas hukuman terlepas dari nilai ruh agama. Sehingga mudah melakakan jual beli hukum.

Hukum Pidana Islam Ampuh Atasi Kriminalitas

Keimanan pada Allah SWT dan RasulNya, memberikan konsekuensi bagi muslim untuk terikat pada syari’at Islam, termasuk dalam ranah hukum pidana. Allah SWT telah menetapkan aturan hukum pidana secara lengkap dan terperinci yang dijelaskan para ulama dalam kitab yang membahas nizham uqubat. Yang harus diyakini kaum muslim hanya hukum pidana dari Allah SWT lah yang terbaik, adil dan memanusiakan manusia. Karena Allah SWT Maha Mengetahui yang terbaik bagi manusia.

Penerapan nizham uqubat diliputi atmosfer keimanan, karena kesadaran akan kewajiban dari Allah SWT dan pertanggung jawabannya di akhirat. Setiap pelaksanaannya mendatangkan pahala dan kelalaiannya mendatangkan dosa. Hal inilah yang mendorong hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya. Hukum bukan ‘mainan’ untuk kepentingan perut, jabatan atau syahwat dunia lainnya.

Nizham uqubat dalam Islam terdiri hudud, jinayat, ta’zir dan mukhalafat. Hudud meliputi rajam dan jilid bagi pezina, potong tangan dalam pencurian, cambuk bagi peminum khamr (minuman keras) dan sebagainya. Dalam jinayat (penganiayaan badan) diberlakukan qishas (balasan setimpal) dan diyat (denda). Jika penganiayaan berujung pembunuhan maka diberlakukan hukum pembunuhan juga. Pun sama dengan penganiayaan anggota badan yang lain tanpa berujung pembunuhan, dibalas setimpal. Mata dengan mata, tangan dengan tangan, telinga dengan telinga dan sebagainya.

Ta’zir adalah hukuman yang diberikan oleh qadhi (hakim) yang tidak diatur dalam hudud dan jinayat. Contohnya pelanggaran kehormatan dan kemuliaan, perbuatan merusak akal, penodaan agama, gangguan keamanan (begal, perampokan) dan sebagainya. Hukumannya dapat berupa hukuman mati, cambuk, penjara, salib, pengasingan dan sebagainya. Dan mukhalafat adalah hukuman yang diberikan karena pelanggaran aturan yang ditetapkan negara.

Nizham uqubat ini dalam Islam memiliki fungsi sebagai jawabir dan zawajir. Jawabir maksudnya hukuman yang diberlakukan akan menjadi penebus dosa bagi pelaku kriminal. Sehingga tidak akan mendapat lagi siksaan Allah SWT di akhirat. Bagi muslim pelaku kejahatan, akan lebih baik tindakan kriminal yang dilakukan dibalas saat di dunia walaupun berat. Dari pada di akhirat yang siksaannya sangat pedih dan tak terbayang kerasnya oleh akal manusia. Sedangkan zawajir maksudnya hukuman tegas yang diberlakukan akan mencegah orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Orang lain akan berpikir ribuan kali melakukan kriminal yang sama setelah melihat proses rajam, jilid, potong tangan atau qishas.

Nizham uqubat inilah yang diterapkan oleh Rasulullah SAW ketika berada di Madinah. Selanjutnya diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah penerusnya. Keunggulan nizham uqubat secara empiris memiliki keunggulan. Terbukti jika melihat konteks hari ini, tingkat kriminal di negeri muslim (misal Arab Saudi) yang menerapkan nizham uqubat sangat kecil dibandingkan negeri muslim yang tidak menerapkannya. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara Barat. 

Tapi sayangnya, opini negatif seputar hukum pidana Islam selalu dihembuskan oleh pihak sekuler. Menuduh hukum pidana Islam bar-bar atau tak manusiawi. Padahal terbukti hukum sekuler jauh dari keadilan dan penyebab massalnya kriminalitas.

اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ ࣖ

Artinya : Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (QS. Al MAidah ayat 50). Wallaahu a’lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Hamas Umumkan Kesepakatan Pertukaran Tahanan Dengan Israel Akan Segera Terjadi

Hamas Umumkan Kesepakatan Pertukaran Tahanan Dengan Israel Akan Segera Terjadi

Selasa, 19 Oct 2021 18:15

Rabu – Jum’at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1443 H.

Rabu – Jum’at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1443 H.

Selasa, 19 Oct 2021 17:14

Kepala Industri Pertahanan Turki Sebut Ankara Akan Beli Jet Tempur Rusia Jika AS Gagal Kirimkan F-16

Kepala Industri Pertahanan Turki Sebut Ankara Akan Beli Jet Tempur Rusia Jika AS Gagal Kirimkan F-16

Selasa, 19 Oct 2021 17:00

Inilah Ucapan yang Paling Dicintai Allah setelah Al-Qur'an

Inilah Ucapan yang Paling Dicintai Allah setelah Al-Qur'an

Selasa, 19 Oct 2021 17:00

Wakaf Produktif Sudah Dipraktikkan Sejak Masa Rasulullah dan Sahabat

Wakaf Produktif Sudah Dipraktikkan Sejak Masa Rasulullah dan Sahabat

Selasa, 19 Oct 2021 16:48

Utusan Utama AS Untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad Mengundurkan Diri

Utusan Utama AS Untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad Mengundurkan Diri

Selasa, 19 Oct 2021 14:00

Taliban Pakistan Dikuatkan Dengan Kemenangan Taliban Di Afghanistan

Taliban Pakistan Dikuatkan Dengan Kemenangan Taliban Di Afghanistan

Selasa, 19 Oct 2021 10:36

Senin 12 Rabi'ul Awal 11 H, Rasulullah Wafat. Mari Teladani Akhir Hayat Mulia!

Senin 12 Rabi'ul Awal 11 H, Rasulullah Wafat. Mari Teladani Akhir Hayat Mulia!

Selasa, 19 Oct 2021 06:50

PBB: Kampanye Anti-Polio Akan Dimulai Di Afghanistan Dengan Dukungan Penuh Taliban

PBB: Kampanye Anti-Polio Akan Dimulai Di Afghanistan Dengan Dukungan Penuh Taliban

Senin, 18 Oct 2021 22:15

Muhammad Kembali Jadi Nama Paling Populer Di Antara Nama-nama Bayi Laki-laki  Di Inggris

Muhammad Kembali Jadi Nama Paling Populer Di Antara Nama-nama Bayi Laki-laki Di Inggris

Senin, 18 Oct 2021 21:50

Empat Tahun Anies, Fahira Idris: Persoalan Ruwet Jakarta Berhasil Diurai

Empat Tahun Anies, Fahira Idris: Persoalan Ruwet Jakarta Berhasil Diurai

Senin, 18 Oct 2021 21:36

Hamas dan Otoritas Palestina Kecam Pembangunan Stasiun Bus Besar Israel di Tepi Barat

Hamas dan Otoritas Palestina Kecam Pembangunan Stasiun Bus Besar Israel di Tepi Barat

Senin, 18 Oct 2021 18:00

Media Pro-Syi'ah Hizbulata Tuntut Penyelidikan Ledakan Pelabuhan Beirut Ditutup Sepenuhnya

Media Pro-Syi'ah Hizbulata Tuntut Penyelidikan Ledakan Pelabuhan Beirut Ditutup Sepenuhnya

Senin, 18 Oct 2021 17:15

Quantum I.S.L.A.H = Cara Lunasi Hutang atau Luluhkan Hati Penghutang

Quantum I.S.L.A.H = Cara Lunasi Hutang atau Luluhkan Hati Penghutang

Senin, 18 Oct 2021 12:57

Gelar Pesantren Virtual, Yayasan Amaliah Astra Ajak Anak-anak Menjaga Lingkungan

Gelar Pesantren Virtual, Yayasan Amaliah Astra Ajak Anak-anak Menjaga Lingkungan

Senin, 18 Oct 2021 11:57

Legislator Sebut Ibukota Baru Berpotensi Miliki Masalah Tanah

Legislator Sebut Ibukota Baru Berpotensi Miliki Masalah Tanah

Senin, 18 Oct 2021 11:41

SWF: Jalan Baru Asing Menguasai Indonesia

SWF: Jalan Baru Asing Menguasai Indonesia

Senin, 18 Oct 2021 11:17

Asuransi Pemberi Madharat, Mencelakai di Dunia dan di Akhirat

Asuransi Pemberi Madharat, Mencelakai di Dunia dan di Akhirat

Senin, 18 Oct 2021 10:53

Asosiasi Gabungan Perusahaan Haji Umrah Nusantara Resmikan Koperasi GAPHURA

Asosiasi Gabungan Perusahaan Haji Umrah Nusantara Resmikan Koperasi GAPHURA

Senin, 18 Oct 2021 10:46

Belajar dari Squid Game

Belajar dari Squid Game

Senin, 18 Oct 2021 10:32


MUI

Must Read!
X