Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.813 views

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Dua)

Oleh:

Mukhlish AK, pemerhati budaya lokal

 

Tulisan sebelumnya: Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Satu)

 

PADA saat mengantarkan telur, para pemuda ombuwa telur (pembawa telur) akan didampingi oleh tetua adat. Jalanan harus sepi dari aktivitas. Karena saat mengantarkan telur tidak diperbolehkan untuk berhenti di tengah jalan.[1]

Menurut Amir, masyarakat Batui menyakini bahwa ritual tersebut harus dilaksanakan sebagai suatu amanah (sumpah) dari leluhur mereka. Sebagai suatu amanah, bila hal itu tidak dilaksanakan maka ada efek yang akan ditimbulkan. Walau tidak jelas efek seperti apa yang akan muncul, karena selama ritual itu selalu dilaksanakan.

Waktu pelaksanaan ritual tumpe biasanya dilaksanakan sekitar bulan September.[2] Sedangkan mosawe dilaksanakan pada setiap bulan Desember, sedikit menyeberang pada bulan Januari. Lihat video: Batui (full movie).

Sekembalinya dari mengantarkan telur tersebut, masyarakat batui melanjutkan ritual adatnya yakni Mosawe. Menurut Amir, mosawe adalah acara yang diadakan dalam rangka mensyukuri telah ditunaikan amanah mengantarkan telur ke pulau Banggai. Namun menurut Arifin Ahmad, acara tersebut juga dalam mensyukuri atas nikmat panen bahkan juga sebagai ajang silaturrahim bagi orang-oarang batui yang dari perantauan.[3]

Ritual mosawe diadakan setiap tahunnya di Uwe Sambiha. Sedangkan tempat diadakannya mosawe ini dinamakan dengan kusali (tempat musyawarah). Sebuah tempat yang didominasi warna merah.

Sebelum pelaksanaan acara syukuran, pada malam harinya didahului dengan dzikir selama semalam suntuk. Menurut Amir, dalam dzikir ini didahului dengan permohonan untuk berdialog dengan roh para leluhur (tontembang). Kemudian melafadzkan dzikir kalimat tauhid.  

Dari video Batui Full Movie maupun video lainnya, tampaknya bacaan pada sebagian kalimat tauhid tersebut dibaca dengan panjang pendek tidak tepat. Pada bagian-bagian yang seharusnya pendek, dibaca panjang. Hemat penulis, hal itu terjadi karena mengikuti irama. Bacaan tersebut adalah Laailahaa iillallaah muhammad yaa rasuullullaah yang bila dituliskan dalam bahasa Arab menjadi: لَا إلها إإلا الله محمّد يا رسول الله  . Pada titik ini menjadi masalah tersendiri.

Tidak hanya dzikir kalimat tauhid, menurut sumber lain, yang hal itu juga dapat dilihat dalam rekaman video dan audio, saat ini telah ada penambahan lafadz dzikir yakni “Ya Hasan ya Husain”.[4] Selama dzikir ini alunan musik gendang dan gong senantiasa mengiringi.

Ditengah-tengah dzikir ini beberapa orang akan kesurupan. Ketika kesurupan mereka memperagakan gerakan tertentu, tergantung jenis roh/makhluk halus yang masuk. Masyarakat Batui menganggap itu adalah roh para leluhur mereka (tontembang).

Pada pagi harinya mereka melakukan syukuran dan ziarah ke makam dari orang-orang yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Batui. Menurut Amir itu adalah kuburan dari Langkai Turun dan Mian Bungin.

  1. Telaah kritis sejarah burung maleo di Batui

Betulkah sejarah diatas? Pertanyaan tersebut layak untuk kita ajukan mengingat tidak bukti manuskrip yang ditulis oleh pelaku sejarah, sebagaimana yang diungkapkan oleh Amir. Padahal cerita dari mulut ke mulut sangat besar kemungkinannnya untuk ditambah-tambah. Hal ini terbukti dari asal muasal burung maleo sudah ada perbedaan, sebagaimana penulis jelaskan diatas.

Andaikan manuskrip itu ada, siapa penulisnya? Bagaimana kualifikasi kepribadiannya? Apakah ia orang yang terpercaya atau bukan?

Untuk memastikan suatu kisah, layaknya sebuah Hadits, kedua cara mengambil sejarah diatas, baik melalui manuskrip atau dari mulut kemulut, ia yang membutuhkan ilmu tentang sanad (jalur periwayatan) dan matan (isi cerita). Demikian pula dengan ilmu-ilmu turunannya semisal ilmu rijalul hadits (para penyampai hadits/berita) dan ilmu jarh wa ta’dil (kecacatan dan keadilan para penyampai hadits/berita). Sehingga dapat dipilah mana berita yang benar dan bohong. Sehingga masing-masing berita harus sikapi sesuai kualitas beritanya.

Hal itu tidak mungkin dimiliki oleh masyarakat Batui. Apa yang ada saat ini tampaknya hanya berupa cerita-cerita bebas tanpa ada instrumen yang dapat digunakan untuk menyeleksi mana cerita yang benar dan mana cerita yang diada-adakan.

Pertanyaan berikut: Betulkah burung maleo itu hanya ada dan berasal dari Batui? Betulkah burung maleo yang ada dibatui berasal dari raja Banggai? Bila betul, tidakkah yang lebih tepat untuk mengklaimnya adalah masyarakat Banggai Laut bukan masyarakat Batui? Atau justru lebih jauh dari itu yakni sumber asal raja Banggai mendapatkan burung itu. Bila salah satu kemungkinan bahwa raja Banggai mendapatkan burung itu dari Pulau Jawa, tidakkah masyarakat di Pulau Jawa lebih berhak mengklaim burung itu dari tanah mereka?

Pertanyaan berikut, mengapa burung maleo juga banyak terdapat Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Bolaang Mongondow Sulut-Gorontalo)?[5] Maleo juga banyak di Kabupaten Donggala dan Sigi,[6] bahkan ia dilindungi dan ditangkar di Taman Nasional Lore Lindu (Donggala-Poso).[7] Burung maleo juga banyak ditemukan di Kabupaten Tojo Una-Una dan Morowali. Pendek katanya, burung ini ada di hampir seluruh wilayah di Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah.

Tidak hanya di Sulawesi, burung maleo juga terdapat di Maluku, yakni di Pulau Haruku Ambon.[8] Mungkin di daerah lain juga ditemukan burung ini.

Mungkin ada yang berteori bahwa burung maleo yang ada di Batui telah bermigrasi ke tempat-tempat tersebut. Sehingga ia menjadi endemik di seluruh wilayah pulau Sulawesi.

Bila dikatakan mungkin, mungkin saja. Tapi seberapa besar kemungkinan itu? Semuanya hanya menjadi asumsi dan spekulasi semata. Tidak ada instrumen yang dapat digunakan untuk memastikan kemungkinan tersebut walau hanya berupa dugaan kuat.

Perlu diingat, burung maleo adalah sejenis burung yang tidak memiliki kemampuan terbang selayaknya burung lain. Ia lebih mirip dengan bangsa unggas (ayam, angsa atau bebek). Sehingga untuk terbang dengan jarak tempuh yang sangat jauh apalagi menyeberangi lautan lepas adalah tidak memungkinkan.

Rasanya sulit diterima dengan akal sehat bahwa burung-burung maleo yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi itu berasal dari Batui yang sebelumnya milik raja Banggai. Sehingga boleh jadi, sebelum raja Banggai membawa burung maleonya di Batui, burung itu sebenarnya telah ada di Batui. Boleh jadi bahwa burung maleo di Batui tidak ada sangkut pautnya dengan maleo dari raja Banggai. Boleh jadi pula burung tersebut telah ada jauh sebelum tahun 1621 M. Karena memang burung ini telah tersebar diberbagai wilayah di pulau Sulawesi, sebagaimana terbukti dalam data-data diatas.

Yang mudah terima adalah bahwa burung tersebut memang banyak tersebar di pulau Sulawesi, sebagaimana hewan/burung lainnya yang memang telah ada di berbagai wilayah. Dari mana asalnya? Hanya Allah Swt. yang tahu. Kita tidak perlu mencari tahu. Kalaupun tahu itu hanya berupa asumsi dan spekulasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

3. Menimbang Pelaksanaan Ritual Adat Tumpe dan Mosawe Perspektif Islam

Pada beberapa bagian dari ritual tumpe dan mosawe layak untuk dipertanyakan kesesuaiannya dengan Aqidah Islam. Penulis membagi pada dua bagian yakni pada motivasi pelaksanaan ritual adat dan realitas pelaksanaan ritual adat tumpe dan mosawe.

a. Motivasi pelaksaan Ritual Adat Tumpe dan Mosawe

1). Untuk memenuhi amanah leluhur

Tampak berulang-ulang disampaikan oleh para tokoh Batui bahwa alasan diadakan ritual tumpe dan mosawe karena amanah dari leluhur. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus dilaksanakan. Bila tidak dilaksanakan, akan terjadi musibah yang akan menimpa masyarakat Batui.

Islam memang mengajarkan agar kita mejaga amanah. Amanah adalah sesuatu yang Allah Swt. akan bebankan pada langit, bumi dan gunung. Namun semuanya menolak, kecuali manusia. Allah Swt. berfirman:

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا ٧٢

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (Al-Ahzab: 72).

Bersambung...

 

Catatan kaki:

[1]https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3360540/mengenal-tumpe-ritual-telur-pertama-burung-maleo)

[2]http://chesachyntia.student.umm.ac.id

[3] Lihat: Batui (full movie)

[4]Lihat Video Kusali Bola Totonga Situs Budaya masyarakat Adat Batui (https://www.youtube.com/watch?v=AaJiAxkCgd8&feature=youtu.be). Versi Audio juga banyak beredar. Sepertinya tambahan lafadz ini baru. Sebab Amir yang ia terakhir mengikuti acara mosawe 4 tahun lalu tidak mengetahuinya.

[5] Lihat https://www.liputan6.com/news/read/286273/mengintip-habitat-burung-maleo, diakses 30 Desember 2018.

[6] http://www.mongabay.co.id/2014/09/13/maleo-burung-endemik-sulawesi-yang-masih-menyisakan-teka-teki/, diakses 31 Desember 2018

[7] Lihat Video Pejuang Peduli Maleo TVRI Sulteng: https://www.youtube.com/watch?v=64AiptQ3WZA

[8] Lihat video Penangkaran Burng Maleo di Pulau Haruku Ambon : https://www.youtube.com/watch?v=h9TrQT9rtL

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X