Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.456 views

Kasus HRS, Politik Atau Hukum?

 

Mengeksplorasi habis-habisan peristiwa pernikahan puteri HRS agar bisa memenjarakan HRS, jelas dan nyata merupakan kasus politik. 

Oleh:

M Rizal Fadillah || Pemerhati Politik dan Kebangsaan

 

HABIB Rizieq Shihab (HRS) beserta lima orang lainnya termasuk Ketua Umum FPI KH. Shobri Lubis ditetapkan sebagai tersangka. Status tersangka di tengah tuntutan banyak pihak agar dibentuk Komisi Pencari Fakta Independen atas tewasnya enam orang anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di area jalan tol Jakarta Cikampek Kilometer 50.

Status tersangka sebelum pemeriksaan pribadi HRS dan masih dalam tenggang waktu pemanggilan nampaknya dipaksakan. Tuduhannya melanggar Pasal 160 KUHP Jo Pasal 216 KUHP delik penghasutan melakukan perbuatan pidana. Padahal Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengubah frasa penghasutan dari delik formil menjadi delik materil.

Harus ada perbuatan pidana ikutan. Harus nyata-nyata perbuatan perbuatannya. Bukan hanya dugaan dan tuduhan semata. Awalnya polisi menyatakan berhubungan dengan Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan. Peristiwanya adalah kerumunan saat pernikahan puterinya Syarifah di Petamburan. HRS sendiri sudah membayar “denda kerumunan” sebesar Rp. 50.000.000.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ini kasus politik atau hukum? Jika kasus hukum maka banyak hal yang masih dapat diperdebatkan secara hukum. Soal kerumunan yang dikenakan sebagai sanksi pidana untuk kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bukan Karantina menjadi sangat aneh. Sebab sanksi dendanya sudah dibayar.

Hukum kita tidak mengenal sanksi dua kali untuk satu jenis kesalahan. Begitu juga dengan masalah penguntitan kepada orang yang belum berstatus tersangka ataupun buron. Ada penembakan terhadap enam anggota laskar FPI hingga tewas. Ada juga sikap diskriminasi terhadap kerumunan lain yang diperlakukan berbeda. Kerumunan Pilkada Gibran dan Pilkada lain yang diabaikan begitu saja.

Jika persoalan yang terjadi adalah politik, sebagaimana yang dikesankan selama ini, maka semangat untuk menghukum dengan “segala cara” itu justru melanggar prinsip dan asas negara hukum. Sebab hukum harus dibawa jauh ke ranah politik. HRS sebagai bagian dari tokoh publik telah ditempatkan sebagai lawan politik penguasa. Sehingga segala cara haris dilakukan untuk “menghabisinya”.

Jika kondisinya seperti itu, maka melencenglah arah kehidupan sehat dalam demokrasi berbangsa dan bernegara. Untuk itu, sebaiknya segera kembalikan persoalan hukum ke jalur hukum. Hukum yang lebih humanis sesuai dengan prinsip negara yang bermoral berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Hukum yang dianut bangsa Indonesia harusnya menjadi “tools of social engineering”. Bukan hukum yang semata-mata menjadi alat pemaksa. Ketertiban itu memang perlu, akan tetapi keadilan jauh lebih perlu. Ketertiban yang mengabaikan keadilan, sama dengan menginjak-injak pondasi negara hukum. Merubah negara hukum menajadi negara kekuasaan.

Mengeksplorasi habis-habisan peristiwa pernikahan puteri HRS agar bisa memenjarakan HRS, jelas dan nyata merupakan kasus politik. Menghancurkan dan menginjak-injak hukum agar kekuasaan politik bisa berdiri tegak dengan penuh arogansi, kesombongan, keangkuhan dan kepongahan. Membuat hukum menjadi terjajah, dipermainkan, dan dijadikan alat kekuasaan.

Para pejuang hukum dan keadilan tidak boleh membiarkan keadaan seperti ini. Kedaulatan hukum harus tetap ditegakkan meskipun langit akan runtuh.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Kamis, 14 Jan 2021 14:15

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Kamis, 14 Jan 2021 13:01

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Kamis, 14 Jan 2021 11:55

KH Cholil Nafis: Syekh Ali Jaber Dai yang Istiqamah dan Rendah Hati

KH Cholil Nafis: Syekh Ali Jaber Dai yang Istiqamah dan Rendah Hati

Kamis, 14 Jan 2021 10:41


MUI

Must Read!
X