Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.388 views

KAMI Datang, Mengapa Pada Blingsatan?

 

Oleh: 

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

HARI Selasa, tanggal 18 Agustus 2020, “Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia” (KAMI) deklarasi. Pilihan tempatnya adalah Tugu Proklamasi.

Tak kurang dari 150 tokoh menjadi deklarator. Diantaranya adalah Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rachmat Wahab, Rocky Gerung, Refly Harun, Gus Aam, dll. Dihadiri ribuan massa, baik dari Jakarta maupun luar Jakarta.

Muncul pertanyaan mendasar: Ada masalah apa dengan Indonesia sehingga harus diselamatkan?

Ekonomi minus 5,32 persen. Hutang tembus 6.376 T. Indonesia rangking ke-4 negara paling timpang di dunia setelah Rusia, India dan Thailand. Apakah ini bukan masalah?

1 persen orang kaya menguasai 50 persen aset negara.10 persennya kuasai 70 persen kekayaan negara. 60 persen kekayaan mereka peroleh melalui akses kekuasaan. Jelas ini masalah.

Riset bank dunia, pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati 20 persen orang terkaya di Indonesia. Kurang kaya lagi, terbitkan UU Minerba dan RUU Omnibus Law. Gile bener!

Belum soal hukum. Harun Masiku kemana? Djoko Tjandra, buronan 904 M disambut seperti sang raja. Legalitas lengkap dan dikawal aparat. Halo E-KTP dan Jiwasraya? Lama tak ada berita.

KPK lumpuh setelah revisi undang-undang. Novel Baswedan jadi tumbal. Hukum tegak ke lawan, lumpuh ke kawan. Tajam ke rakyat, tak berdaya melawan konglomerat. Kurang puas, institusi hukum pun dikudeta.

Di bidang politik, negeri ini bising dan gaduh. Yang disalahkan Islam garis keras. Khilafah dibawa-bawa. Mereka tak bisa membedakan mana Islam garis keras, mana Islam garis tegas. Keras dan tegas, tentu punya terminologi yang berbeda. Yang tegas dituduh keras agar bisa masuk katagori anti Pancasila. Para buzzer dikerahkan untuk menviralkan. Klasik dan gak kreatif! Kalau begini cara berpolitiknya, sampai kiamat Indonesia gak akan berhenti dalam kecemasan.

Apalagi kalau bicara Pemilu, sarat intervensi dan intimidasi. Biasa terjadi manipulasi. Pemilu telah jadi ladang para pemodal untuk bermain judi. Mereka klaim itu investasi. Suara rakyat jadi komoditi. Pemilu telah berubah fungsi jadi pasar transaksi. Di bidang ini, hukum lumpuh dan sama sekali tak punya gigi.

Belum lagi kalau lihat nasib kampus. Mereka kehilangan hak berdemokrasi. Rektor ditunjuk oleh menteri. Akibatnya, dosen dan mahasiswa berada dalam kendali. Berani macam-macam? DO!

Pers, terutama media mainstream pun menggigil. Tak bebas tayangkan berita. Banyak pemilik tersandera. Ruang jurnalistik makin sempit. Sesempit telinga elit. Beda pendapat dianggap hianat. Setiap kritik akan dilaknat. Ini hanya sekelumit permasalahan bangsa.

Soal Intimidasi, para deklarator KAMI ikut mencicipi. Masing-masing dijapri. Kirim gambar bahwa KAMI dianggap makar. Makar gundulmu!

Meeting Zoom diganggu, WA diretas, akun dihack. Spanduk penolakan dibentang di berbagai sudut jalan bertulis penolakan. 50 orang dikirim untuk orasi, coba menandingi dan ganggu deklarasi. Demokrasi macam apa ini?

Jangan cengeng bung! Gak perlu takut! KAMI lahir sebagai gerakan moral. Bukan makar! Kalau setiap kritik dianggap makar, bangsa ini bisa kelar!

Deklarasi KAMI untuk menyuarakan kembali pertama, cita-cita bangsa. Spirituality, humanity, nasionality, kerakyatan dan keadilan yang tertuang dalam lima sila Pancasila harus jadi dasar dalam mengelola negara. Prinsip Ketuhanan jangan diutak atik dengan RUU HIP/BPIP. Persatuan jangan diporakporandakan dengan gemar membuat tuduhan. Kerakyatan artinya suara rakyat harus didengar dan jadi pijakan pembangunan. Keadilan sosial mesti jadi orientasi setiap aturan dan kebijakan. Makarnya dimana bung?

Kedua, menyuarakan harapan dan keinginan rakyat yang sudah lama terabaikan oleh suguhan tiatrikal politik di panggung eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Ketiga, mengingatkan pemangku kekuasaan bahwa bangsa ini sedang berjalan ke arah yang salah. Terjadi deviasi, distorsi dan disorientasi. KAMI hadir untuk mengingatkan dan meluruskan. Pakai data dan analisis fakta.

KAMI deklarasi dan sampaikan delapan maklumat ini, agar kalian dengar. Kenapa kalian gusar?

Kenapa gak bicara substansi? Baca dan pelajari isi maklumat, lalu diskusikan. Delapan maklumat KAMI dihiraukan. Tuntannya tak dibicarakan. Malah tudah sana sini. Lah, anda ini pejabat atau preman?

Kalau macam ini elit kita merespon setiap protes dan perbedaan, pantas saja Indonesia terus dilanda kegaduhan. Mereka perlu ambil kursus demokrasi, agar lebih matang dan siap berdiskusi.

KAMI anggotanya terdiri dari anak-anak bangsa. Apapun latarbelakang etnis, agama, profesi dan politiknya, mereka datang dengan niat baik dan tawarkan konsep keselamatan. Kenapa pada blingsatan?*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Ini Jam TIdur Terbaik di Malam Hari Menurut Hasil Studi

Ini Jam TIdur Terbaik di Malam Hari Menurut Hasil Studi

Kamis, 29 Oct 2020 23:48

Pantas Khawatir Diboikot, Volume Perdangangan Prancis dengan Negara Muslim 100 Miliar USD Lebih

Pantas Khawatir Diboikot, Volume Perdangangan Prancis dengan Negara Muslim 100 Miliar USD Lebih

Kamis, 29 Oct 2020 22:05

PM Pakistan Imran Khan Minta Muslim Bersatu Melawan Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Muslim Bersatu Melawan Islamofobia

Kamis, 29 Oct 2020 21:15

Warga Saudi Bersenjatakan Pisau Serang Kedubes Prancis di Jeddah, Satu Penjaga Terluka

Warga Saudi Bersenjatakan Pisau Serang Kedubes Prancis di Jeddah, Satu Penjaga Terluka

Kamis, 29 Oct 2020 20:45

Legislator: Pemerintah Harus Tegas Hadapi Freeport

Legislator: Pemerintah Harus Tegas Hadapi Freeport

Kamis, 29 Oct 2020 20:18

Instagram Perpanjang Durasi Live Dari 1 Jam Menjadi 4 Jam

Instagram Perpanjang Durasi Live Dari 1 Jam Menjadi 4 Jam

Kamis, 29 Oct 2020 18:28

DDII Serukan Ikuti Boikot terhadap Produk-produk Perancis dari Berbagai Tokoh Umat Islam Sedunia

DDII Serukan Ikuti Boikot terhadap Produk-produk Perancis dari Berbagai Tokoh Umat Islam Sedunia

Kamis, 29 Oct 2020 18:10

Twitter Sempat 'Down' di Asia Karena Masalah Jaringan

Twitter Sempat 'Down' di Asia Karena Masalah Jaringan

Kamis, 29 Oct 2020 16:40

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

Kamis, 29 Oct 2020 16:20

Maulid Nabi Muhammad SAW, Muhammadiyah Dorong Maksimalkan Syi’ar Islam

Maulid Nabi Muhammad SAW, Muhammadiyah Dorong Maksimalkan Syi’ar Islam

Kamis, 29 Oct 2020 16:15

Abu Janda Lagi

Abu Janda Lagi

Kamis, 29 Oct 2020 16:10

Jum’at – Ahad: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh, Rabiul Awwal 1442 H

Jum’at – Ahad: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh, Rabiul Awwal 1442 H

Kamis, 29 Oct 2020 15:00

[VIDEO] VITAPLAS: Efek mirip Viagra, Herbal Stamina Pria ini diburu

[VIDEO] VITAPLAS: Efek mirip Viagra, Herbal Stamina Pria ini diburu

Kamis, 29 Oct 2020 14:50

Sumpah Pemuda Lahir dari Para Pemuda Berjiwa Pendobrak

Sumpah Pemuda Lahir dari Para Pemuda Berjiwa Pendobrak

Kamis, 29 Oct 2020 07:57

Reses di Kota Tual, Legislator PKS Temukan Banyak Desa Belum Teraliri Listrik

Reses di Kota Tual, Legislator PKS Temukan Banyak Desa Belum Teraliri Listrik

Kamis, 29 Oct 2020 07:20

Survei IPO: Kekecewaan Terhadap Kinerja Presiden Meningkat dari 33,5% menjadi 51%

Survei IPO: Kekecewaan Terhadap Kinerja Presiden Meningkat dari 33,5% menjadi 51%

Kamis, 29 Oct 2020 07:06

Isi Masa Reses, Anis Sapa Struktur PKS Jakarta Timur

Isi Masa Reses, Anis Sapa Struktur PKS Jakarta Timur

Kamis, 29 Oct 2020 07:02

Walimah Nikah yang Inspiratif

Walimah Nikah yang Inspiratif

Kamis, 29 Oct 2020 06:47

Mati-matian Bela Demokrasi, Di Akhirat Ternyata Demokrasi Tak Memberi Syafaat

Mati-matian Bela Demokrasi, Di Akhirat Ternyata Demokrasi Tak Memberi Syafaat

Kamis, 29 Oct 2020 05:04

Kecam Presiden Prancis Macron, Ribuan Umat Islam di Solo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kecam Presiden Prancis Macron, Ribuan Umat Islam di Solo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kamis, 29 Oct 2020 04:22


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X