Senin, 18 Syawwal 1447 H / 6 April 2026 11:22 wib
226 views
Penting Sekali, Meminta Kepada Allah ‘Afiyah!
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabbul ‘Alamin. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- sahabat dan keluarganya.
Al-‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkan aku sesuatu yang aku minta kepada Allah.”
Beliau bersabda:
سَلِ اللَّهَ العَافِيَةَ
“Mintalah kepada Allah ‘afiyah.” (HR. al-Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)
Mintalah kepada Allah ‘afiyah: Itulah kalimat yang ringan diucapkan, namun agung maknanya, besar pengaruhnya.
‘Afiyah (Kesehatan dan Keselamatan) adalah terbebas dari penyakit dan musibah dalam agama, dunia, keluarga, dan harta; serta bersihnya hati dari segala sesuatu yang mengganggunya. Tidak ada kenikmatan dunia yang benar-benar terasa bagi pemiliknya kecuali dengan adanya ‘afiyah.
‘Afiyah adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua manusia—tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, yang tinggi maupun rendah kedudukannya.
‘Afiyah adalah anugerah besar dari Allah. Jika ia hilang, tidak bisa dibeli dengan seluruh harta dunia. Ia tidak bisa diberikan oleh orang tua, anak, pasangan, saudara, atau siapa pun, meskipun memiliki kedudukan tinggi.
Jika ‘afiyah hilang, maka hilang pula kebahagiaan. Hidup tidak lagi terasa nikmat, dan pemberian tidak lagi membahagiakan.
Karena besarnya pengaruh ‘afiyah dalam kehidupan individu dan umat, Rasulullah ﷺ banyak mewasiatkannya kepada para sahabatnya. Di antaranya kepada pamannya, Al-‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, saat ia berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkan aku sesuatu yang aku minta kepada Allah.”
Beliau bersabda:
سَلِ اللَّهَ العَافِيَةَ
“Mintalah kepada Allah ‘afiyah.”
Aku menunggu beberapa hari, lalu datang lagi dan berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkan aku sesuatu yang aku minta kepada Allah.”
Beliau bersabda:
يا عَبَّاسُ يَا عَمَّ رَسُولِ اللَّهِ، سَلِ اللَّهَ العَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Wahai ‘Abbas, wahai paman Rasulullah, mintalah kepada Allah ‘afiyah di dunia dan akhirat.” (HR. al-Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)
Pengulangan perintah Nabi ﷺ untuk berdoa meminta ‘afiyah setelah pertanyaan yg diulang menunjukkan betapa agungnya doa ini, dan bahwa tidak ada doa yang menandinginya atau menggantikannya.
Dari Thariq bin Asy’yam Al-Asyja’i radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi ﷺ ketika seorang laki-laki datang dan bertanya:
يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ أَقُولُ حِينَ أَسْأَلُ رَبِّي؟
”Wahai Rasulullah, bagaimana aku berdoa ketika meminta kepada Rabbku?”
Beliau bersabda:
قُلِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي، وَيَجْمَعُ أَصَابِعَهُ إِلَّا الْإِبْهَامَ ؛ فَإِنَّ هَؤُلَاءِ تَجْمَعُ لَكَ دُنْيَاكَ، وَآخِرَتَكَ
“Ucapkanlah: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku ‘afiyah, dan rezekilah aku.” Beliau mengumpulkan jari-jarinya kecuali ibu jari, lalu bersabda: “Sesungguhnya doa-doa ini telah mencakup untukmu urusan dunia dan akhiratmu”.” (HR. Muslim)
Rasulullah ﷺ juga biasa mengajarkan para sahabat di awal keislaman mereka untuk berdoa meminta ‘afiyah.
Dari Abu Malik Al-Asyja’i dari ayahnya, ia berkata:Apabila seseorang masuk Islam, Nabi ﷺ mengajarinya shalat, kemudian memerintahkannya untuk berdoa dengan kata-kata:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku ‘afiyah, dan berilah aku rezeki.” (HR. Muslim)
Berdoa meminta ‘afiyah termasuk doa yang paling utama. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ دَعْوَةٍ يَدْعُو بِهَا الْعَبْدُ أَفْضَلَ مِنْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْمُعَافَاةَ )أوْ العافيةَ)فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Tidak ada doa yang lebih utama yang dipanjatkan seorang hamba selain: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ‘afiyah di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani)
Perbedaan antara ‘afiyah dan mu‘afah adalah:
- ‘Afiyah: Allah menolak penyakit dan musibah dari seorang hamba
- Mu‘afah: Allah menjagamu dari manusia dan menjaga mereka darimu, yakni mencukupkanmu dari mereka dan mencukupkan mereka darimu, serta menjauhkan gangguan mereka darimu dan gangguanmu dari mereka.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ menjenguk seorang laki-laki yang sudah sangat lemah hingga seperti anak burung. Beliau bertanya:
أَمَا كُنْتَ تَدْعُو؟ أَمَا كُنْتَ تَسْأَلُ رَبَّكَ العَافِيَةَ ؟
“Apakah kamu tidak berdoa? Apakah kamu tidak meminta ‘afiyah kepada Rabbmu?”
Ia menjawab:
كُنْتُ أَقُولُ:اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا
“Aku biasa berkata: Ya Allah, jika Engkau akan menghukumku di akhirat, maka segerakanlah di dunia.”
Maka Nabi ﷺ bersabda:
سُبْحَانَ اللَّهِ! إِنَّكَ لَا تُطِيقُهُ أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ، أَفَلَا كُنْتَ تَقُولُ: اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Subhanallah! Kamu tidak akan mampu menanggungnya. Mengapa kamu tidak berkata: Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: Anas berkata, lalu Nabi mendoakannya dan Allah menyembuhkannya.
Rasulullah ﷺ juga berlindung kepada Allah dari hilangnya ‘afiyah. Beliau bersabda:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya ‘afiyah-Mu, datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan dari seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
[Baca: Agar Nikmat “Harta” Terjaga dan Tidak Hilang dalam Sekejap.]
‘Afiyah: Kerajaan Tersembunyi
Wahb bin Munabbih rahimahullahu berkata: Dalam hikmah keluarga Nabi Dawud tertulis: ‘Afiyah adalah kerajaan yang tersembunyi.’
Benar, demi Allah, ia adalah kerajaan yang tersembunyi—tidak terasa nilainya kecuali bagi yang kehilangannya atau yang diberi taufik untuk menyadarinya.
Wahai saudara-saudaraku, mintalah kepada Allah ‘afiyah, dan perbanyaklah memintanya. Karena ia adalah sumber segala kenikmatan, rahmat terbesar, dan inti kehidupan.
Tidak ada kehidupan yang baik tanpanya.
Dan tidaklah seseorang diberi sesuatu setelah Islam yang lebih baik daripada ‘afiyah.
Barangsiapa diberi ‘afiyah, seakan-akan seluruh dunia telah diberikan kepadanya. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!