Selasa, 12 Syawwal 1447 H / 31 Maret 2026 11:00 wib
167 views
Dua Tentara Indonesia Kembali Gugur dalam Misi UNIFIL di Libanon
JAKARTA (voa-islam.com) - PBB mengonfirmasi bahwa dua personel UNIFIL asal Indonesia kehilangan nyawa akibat ledakan yang menghantam kendaraan logistik mereka di wilayah Bani Hayyan, sektor timur, pada Senin (30/3). Selain korban jiwa, dua personel lainnya juga mengalami luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataan di Markas Besar PBB di New York, mengecam keras serangan tersebut.
"Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," kata Lacroix.
Ia menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi hanya sehari setelah insiden terpisah yang juga menewaskan seorang personel Indonesia, ketika proyektil menghantam pangkalan misi di Ett Taibe. Dalam peristiwa tersebut, satu anggota lainnya mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit di Beirut.
PBB menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia, sekaligus berharap para korban luka dapat segera pulih. Saat ini, UNIFIL tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap detail dan penyebab dari rangkaian insiden tersebut.
Di tengah situasi yang semakin berbahaya, Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tetap menjalankan mandat Dewan Keamanan PBB di lapangan. Ia juga menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan tindakan yang membahayakan pasukan dan memastikan keselamatan mereka setiap saat.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya melaporkan satu prajurit Indonesia gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Libanon selatan, pada Ahad (29/3). Korban yang meninggal dunia adalah Praka Farizal Rhomadhon, sedangkan tiga personel lainnya mengalami luka-luka.
Ketiga prajurit yang terluka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, telah dievakuasi ke fasilitas medis. Praka Rico yang mengalami luka berat bahkan dirujuk ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.
Berdasarkan data UN Peacekeeping per Januari 2026, Indonesia mengirimkan 756 personel dalam misi UNIFIL di Libanon. (ANT/Ab)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!