Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.179 views

Ketua MIUMI Aceh Isi Pengajian 'Urgensi dan Keutamaan Belajar Ilmu Syari' di Dayah Arun Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE (voa-islam.com) - Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Indonesia (MIUMI) Aceh Ustaz Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA mengisi pengajian Shubuh di Dayah Moderen Arun (Damora) Lhokseumawe pada hari Ahad lalu (16/01).

Kunjungan safari dakwah ketua MIUMI Aceh di Damora ini atas undangan Ketua Yayasan Pendidikan Arun (Yapena) Jarnawi Syamsuddin, ST., MT dan pimpinan Damora Zainal Yacob.

Ustaz Yusran yang juga ketua Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Syah Kuala Banda Aceh menjelaskan agenda safari dakwah MIUMI Aceh di Lhokseumawe.

"Kunjungan safari dakwah saya di Lhokseumawe ini atas undangan Ketua PD Muhammadiyah Lhokseumawe ustaz Drs. Baihaqi melalui wakil ketua PD Muhammadiyah Lhokseumawe pak Jarnawi. Begitu pula undangan mengisi pengajian di Damora dari pimpinan Damora pak zainal melalui pak Jarnawi yang juga ketua Yapena," katanya.

"Saya diundang untuk mengisi pengajian malam Ahad di masjid Taqwa Muhammadiyah Lhokseumawe dan besoknya Ahad mengisi pengajian Shubuh di masjid Dayah Modern Arun (Yapena)," lanjutnya.

"Pak Jarnawi menghubungi saya via WA pada hari Jum'at sehari sebelumnya di sela-sela kunjungan safari dakwah saya mengisi khutbah Jum'at dan pengajian malam Sabtu serta pengajian Shubuh Sabtu di masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen yang berlangsung dari hari Kamis tgl 13 Januari sampai Sabtu 15 Januari," ujar ustaz Yusran.

Dalam ceramahnya pada pengajian Shubuh Sabtu (16/1) di Dayah Modern Arun, ustaz Yusran yang juga Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh jebolan International Islamic University Malaysia (IIUM) menjelaskan urgensi dan keutamaan mempelajari ilmu syar'i.

"Topik pengajian saya adalah ugensi dan keutamaan mempelajari ilmu syar'i. Saya memilih topik ini karena dua sebab. Pertama, saya memberikan ceramah di hadapan para santri/santriwati dan para ustaz/ustazah serta pimpinan dayah. Tujuannya untuk memberi motivasi dan semangat dalam dalam belajar ilmu syar'i. Kedua: untuk merespon dan memberi solusi terhadap persoalan umat terkait dengan ilmu syar'i. Selama ini banyak umat Islam lebih mengutamakan ilmu dunia dari pada ilmu syar'i. Bahkan mereka berlomba-lomba mempelajari ilmu dunia, namun sayang tidak memprioritaskan mempelajari ilmu syar'i. Maka saya ingin memberikan solusi ceramah saya ini," katanya.

"Ilmu syar'i adalah ilmu berupa keterangan dan petunjuk untuk memahami syariat Islam yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Yang termasuk ilmu syar'i yaitu ilmu Tauhid, Aqidah, Akhlak, Tajwid, Ulumul Qur'an, Ulumul Hadits, Ushul Fiqh, Fiqh, Maqashid syariah, Bahasa Arab, dan lainnya. Ilmu-ilmu inilah yang mendapat pujian dan sanjungan dari Allah swt dan Rasul-Nya saw bagi orang yang mempelajarinya," lanjutnya.

"Mempelajari ilmu syar'i itu hukumnya wajib, berdasarkan Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 122 dan hadits Nabi saw, 'Menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim' (HR. Ibnu Majah)," tambahanya.

"Mengenai kewajiban ini, para ulama membagi ilmu syar'i itu kepada dua bagian. Pertama; wajib 'ain yaitu ilmu Tauhid, Aqidah, Fiqh Ibadah, Tajwid, dan Akhlak. Maknanya, setiap muslim wajib belajar ilmu-ilmu ini. Jika tidak belajar, maka ia berdosa. Kedua: wajib kifayah yaitu ilmu syar'i selain ilmu-ilmu fardhu 'ain. Maknanya harus ada beberapa orang di suatu kampung yang belajar ilmu-ilmu ini. Jika tidak, maka berdosa semua penduduk kampung tersebut," ujar dosen Fiqh dan Ushul Pascasarjana UIN Ar-Raniry ini," jelas ustaz Yusran.

Selanjutnya, ustaz Yusran yang juga Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh jebolan International Islamic University Malaysia (IIUM) menjelaskan pentingnya ilmu syar'i dalam kehidupan.

"Dengan ilmu syar'i, seseorang akan mengetahui kewajiban kepada Allah swt yaitu mentauhidkan-Nya, beribadah kepada-Nya, mematuhi-Nya, mencintai-Nya, mengagungkan-Nya, takut kepada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, berharap kepada-Nya, dan sebagainya. Begitu pula, mengetahui hal-hal yang diharamkan terhadap Allah swt yaitu kufur, syirik, nifak, khurafat, tahayul, bid'ah, berbuat maksiat, dan sebagainya," ujar ustaz Yusran.

"Dengan ilmu syar'i, seseorang mengetahui kewajiban kepada Rasul saw yaitu mematuhinya, mencintainya, memuliakannya, membelanya, bershalawat kepada-nya dan sebagainya. Begitu pula mengetahui hal-hal diharamkan terhadap Rasulullah yaitu meleceh Rasul, ahlul baitnya dan sahabatnya, membuat dan mengamalkan hadits palsu, mengamalkan dan meyebarkan bid'ah, mendurhakainnya, dan sebagainya," tambahnya.

"Dengan ilmu syar'i, seseorang seseorang akan mengetahui mana yang benar dan mana salah, mana yang petunjuk dan mana yang sesat, mana yang wajib dilakukan dan mana yang haram, serta mana yang halal dikonsumsi dan mana yang haram," tuturnya.

"Dengan ilmu tauhid, seseorang akan mengetahui kewajiban bertauhid yang benar yaitu sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang wajib dilakukan dan mengetahui hal-hal yang dapat merusak dan membatalkan tauhid yaitu kufur, syirik, nifak, dan sebagainya agar dia menjauhinya," ungkap anggota dewan Pakar Parmusi Provinsi Aceh ini.

"Dengan ilmu Aqidah, maka seseorang akan mengetahui aqidah yang benar yaitu aqidah yang berdasarkan Al-Qur'an As-Sunnah yang dinamakan aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah. Begitu pula mengetahui aqidah yang sesat yaitu aqidah yang bertentangan dengan aqidah Alquran dan As-Sunnah (Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah) seperti paham sesat Khawarij, Syi'ah, Mu'tazilah, Jabariah, Qadariah, Jahmiah, Wihdatul Wujud (Al-Hulul/Al-Itihad), Bathiniah, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Feminisme/Genderisme, dan lainnya," paparnya.

"Dengan ilmu Fiqh Ibadah, seseorang dapat mengetahui cara beribadah yang benar yaitu sesuai dengan petunjuk Nabi saw dan mengetahui rukun dan syarat dalam ibadah yang wajib dilakukan agar ibadahnya diterima Allah swt. Begitu pula mengetahui hal-hal yg dilarang dalam ibadah seperti bid'ah dan hal-hal membatalkan ibadah sehingga wajib ditinggalkan dan dijauhi," katanya.

"Dengan ilmu akhlak, maka seseorang mengetahui akhlak yang baik/terpuji yang wajib dilakukan agar dia bisa masuk surga, karena akhlak baik/terpuji penyebab masuk surga sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah,. Begitu pula mengetahui akhlak buruk/tercela yang wajib ditinggalkan agar dia tidak masuk neraka. Karena, penyebab masuk neraka adalah akhlak buruk/tercela sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah," lanjutnya.

"Dengan ilmu bahasa Arab seperti nahwu, sharaf dan lainnya, maka seseorang dapat memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup seorang muslim yang wajib diamallkan. Selain itu juga mengetahui dan memahami ilmu-ilmu syar'i yang ditulis oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka dengan bahasa Arab. Al-Qur'an dan As-Sunnah serta kitab-kitab para ulama yang menjelaskan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah merupakan sumber ilmu Islam yang berbahasa Arab. Nabi kita dan para sahabatnya juga orang Arab yang berbicara dan menyampaikan ajaran Islam dengan bahasa Arab. Maka kita wajib mencintai bahasa Arab dan memprioritaskannya dari bahasa lainnya. Membenci bahasa Arab sama saja membenci Alquran dan As-Sunnah. Membenci orang Arab sama saja membenci Nabi saw, ahlul bait dan para sahabat Nabi saw, serta para ulama salaf. Mereka semua orang Arab," jelas ustaz Yusran.

Selanjutnya, ustaz yusran yang juga anggota Ikatan dan Da'i Asia Tenggara menjelaskan dan memperingatkan bahaya kebodohan umat akibat tidak menuntut dan belajar ilmu syar'i.

"Jika umat tidak paham agama atau tidak berilmu agama, maka akan terjadi banyak kemaksiatan seperti paham sesat, syirik, khurafat, tahayul, bid'ah, pembunuhan, pemerkosaan, perzinaan, pacaran (khalwat), pencurian, praktek dukun/paranormal, mendatangi dan percaya dukun/paranormal, mabuk-mabukkan, pelecehan agama, kezhaliman, manipulasi, korupsi, menghina, mencaci, mengfitnah, membenci, dengki, dan perbuatan atau perkataan lainnya yang diharamkan dalam agama," paparnya.

"Seseorang da'i yang berdakwah tanpa ilmu syar'i, sama saja mengajak orang lain kepada kesesatan dan menyebarkannya dalam masyarakat.
Begitu pula seseorang yang berbicara mengenai agama atau berfatwa dengan tanpa ilmu maka ia menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu begitu saja, namun mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Maka jika tidak ada seorangpun orang yang berilmu tinggal, maka orang-orangpun menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, maka ia telah tersesat dan menyesatkan orang lain." (HR. Muslim)," jelas ustaz Yusran.

Selanjutnya Yusran menjelaskan keutamaan ilmu syar'i beserta dalilnya dari Alquran dan As-Sunnah.

"Sungguh beruntung orang yang mempelajari ilmu syar'i. Banyak sekali keutamaan bagi orang yang mempelajari ilmu syar'i, di antaranya: Pertama, pahalanya sama seperti jihad fi sabilillah (lihat At-Taubah: 122). Kedua: Allah swt memerintahkan Rasul-Nya untuk menuntut ilmu dan memohon kepada Allah tambahan ilmu (lihat Thaha: 114). Ketiga, tidak sama kedudukan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu (orang bodoh) (lihat Az-Zumar: 9), Keempat, Allah swr meninggikan derajat orang yang berilmu (Lihat Al-Mujadalah: 11). Kelima, orang yang berilmu memiliki sifat khusyah (takut kepada Allah swt) sebagai ciri orang bertaqwa dan penghuni surga (lihat Fathir: 28) dan lainnya," katanya.

"Adapun keutamaan lainnya berdasarkan hadits-hadits Nabi saw juga banyak, di antaranya: Pertama, diberikan kebaikan oleh Allah swt. (Muttafaq 'alaih). Kedua, berdakwah dengan ilmu lebih baik nilainya dari barang yang paling mewah (Muttafaq 'alaih). Ketiga, berdakwah kepada akan mendapat pahala seperti orang yang mengikuti dakwahnya (HR. Muslim). Keempat, dimudahkan jalan menuju surga (HR. Muslim). Kelima, pahalanya sama dengan berjihad (HR. Muslim). Mendapat pahala yang secara terus menerus walaupun sudah meninggal (HR. Muslim). Dan lainnya," jelas ustaz Yusran.

Sebagai penutup ceramahnya, ustaz Yusran mengajak umat Islam khususnya para peserta pengajian agar semangat dalam menuntut ilmu syar'i dan lebih memprioritaskannya.

"Mari kita semangat menuntut ilmu syar'i dan lebih memprioritaskannya dari ilmu dunia. Berbagai keutamaan menuntut ilmu syar'i sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah seharusnya menjadi motivasi bagi kita semua untuk semangat menuntut ilmu syar'i dan memprioritasnya. Semoga kita diberi taufik dan dimudahkan oleh Allah swt dalam menuntut ilmu dan semoga kita mendapatkan berbagai keutamaan ilmu syar'i," pungkas ustaz Yusran mengakhiri ceramahnya.

Menurut kepala pengasuhan dayah ustaz Mulyadi, MA., para peserta pengajian sangat ramai sampai memenuhi mushalla dayah yang menampung kapasitas 800 orang dan sangat antusias serta serius mengikuti pengajian selama kurang lebih 1 jam.

"Alhamdulilah peserta yang mengikuti pengajian Shubuh ini sangat ramai dan sangat antusias. Meskipun pengajian berlangsung sekita 1 jam, namun mereka tetap serius mendengarkan pengajian. Jumlah jama'ah pengajian sekitar 750 orang. Terdiri dari para santri dan satriwati, ustaz dan ustazah, dan para pimpinan dayah," ujar ustaz Mulyadi.

"Pengajian Shubuh ini dihadiri para pimpinan Damora di antaranya yaitu ketua Yapena Jarnawi Syamsuddin, ST, MT, wakil ketua Yapena Efendi AR, ST, sekretaris Yapena Anwar M. Yacob SE ,MSM, Direkrur Pendidikan Yapena Bakhtiar Yusuf, M.Pd, kepala pengasuhan dayah Ustaz Mulyadi, MA, dan lainnya," tambahnya.

Setelah pengajian berakhir, ustaz Yusran dan para pimpinan dayah serta para ustaz bersilaturrahmi secara santai dan penuh kekeluargaan serta berpose bersama di mushalla dayah yang bernama Riyadhus Shalihin. Lalu silaturrahmi dilanjutkan dengan obrolan santai dan makan pagi sambil ngopi di Station Caffee yang merupakan salah satu kafe terkenal di Lhokseumawe.

"Saya sangat senang dan berterima kasih banyak kepada pak Jarnawi dan pak Zainal yang telah mengundang saya ceramah di Damora, khususnya pak Anwar yang telah mendampingi dan memberi pelayanan yang memuaskan selama safari dakwah saya di Lhokseumawe dari awal kedatangan saya di Lhokseumawe sampai berangkat pulang ke Banda Aceh. Juga kepada ustaz Mulyadi, ustaz Abdul Hadi, ustaz Irwansyah, ustaz Ridha. Saya ucapkan kepada semuanya 'Jazakumullahu khairan'. Semoga Allah swt membalas kebaikan bapak-bapak dan ustaz-ustaz semua", pungkas ustaz Yusran.

Sebagai informasi, MIUMI merupakan ormas Islam yang terdiri dari para tokoh intelektual dan ulama dari berbagai ormas Islam seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Al-Irsyad, Nahdhatul Ulama (NU), Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII), dan lainnya. MIUMI didirikan pada tahun 2012 di Jakarta. MIUMI yang berpusat di Jakarta ini memiliki perwakilan di hampir seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di Aceh.

Sejak didirikan tahun 2013 sampai saat ini, MIUMI dipimpin oleh ketua umum MIUMI Pusat KH. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M. Phil. (rektor Universitas Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur) dan Sekjen MIUMI Pusat KH. Bachtiar Nasir, Lc., MM. (pimpinan islamic center AQL Jakarta dan Pengurus PP Muhammadiyah).

MIUMI sebagai wadah para tokoh intelektual dan ulama lintas ormas dan lintas alumni baik alumni luar negeri maupun dalam berbagai disiplin ilmu ini hadir untuk mempersatu dan memperkuat ukhuwah umat Islam serta bersinergi dengan ormas-ormas Islam lainnya, khususnya dengan MUI. MIUMI mengfokuskan kegiatan dalam bidang intelektual dan keilmuan serta dakwah.

Misi MIUMI adalah untuk mencerdaskan ummat dan melahirkan pemimpin islami dan beradab. Selain itu, MIUMI bertujuan membantu umat dan bangsa Indonesia untuk mengatasi berbagai persoalan, menyelesailkan dengan cara ilmiah dan syariah yang merujuk otoritas para ulama.
Adapun visi MIUMI adalah agar Indonesia lebih beradab. [ril/syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Mengaku Taqwa Jangan Pelit Meminta dan Memberi Maaf

Mengaku Taqwa Jangan Pelit Meminta dan Memberi Maaf

Senin, 23 May 2022 15:00

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Kolonel Pasukan Elit Iran Di Teheran

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Kolonel Pasukan Elit Iran Di Teheran

Senin, 23 May 2022 14:45

PKS Protes Keras Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta

PKS Protes Keras Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta

Senin, 23 May 2022 05:08

Di Silaturahim MUI, Kiai Zulfa Ingatkan Bahaya Youtuber yang Berfatwa Secara Asal

Di Silaturahim MUI, Kiai Zulfa Ingatkan Bahaya Youtuber yang Berfatwa Secara Asal

Ahad, 22 May 2022 23:37

Di Markas Besar PBB, Utusan Pemuda Persis Ghazi Bahas Peran Fikih Islam untuk Pelestarian Lingkunga

Di Markas Besar PBB, Utusan Pemuda Persis Ghazi Bahas Peran Fikih Islam untuk Pelestarian Lingkunga

Ahad, 22 May 2022 23:15

Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Ahad, 22 May 2022 21:10

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Ahad, 22 May 2022 20:46

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Ahad, 22 May 2022 20:17

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ahad, 22 May 2022 15:05

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

Ahad, 22 May 2022 15:00

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ahad, 22 May 2022 14:43

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Ahad, 22 May 2022 13:35

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Ahad, 22 May 2022 13:20

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Ahad, 22 May 2022 13:00

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Ahad, 22 May 2022 12:45

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Ahad, 22 May 2022 10:32

Europol: SoundCloud Hapus Ribuan Nasyid, Khotbah Dan Propaganda Jihadis

Europol: SoundCloud Hapus Ribuan Nasyid, Khotbah Dan Propaganda Jihadis

Sabtu, 21 May 2022 20:29

Bentengi Diri dari Fenomena Jatah Mantan

Bentengi Diri dari Fenomena Jatah Mantan

Sabtu, 21 May 2022 17:14

Masa Depan Indonesia dalam Cengkeraman Kapitalisme (AS)

Masa Depan Indonesia dalam Cengkeraman Kapitalisme (AS)

Jum'at, 20 May 2022 17:09

Israel Tidak Akan Selidiki Kematian Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Israel Tidak Akan Selidiki Kematian Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

Jum'at, 20 May 2022 16:30


MUI

Must Read!
X