Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.886 views

Kondisi dan Tantangan Industri Farmasi dalam Sertifikasi Halal

JAKARTA (voa-islam.com)--Pertumbuhan sertifikasi halal bagi industri farmasi terbilang sangat tertinggal. Per Maret 2021, jumlah kelompok farmasi (obat dan vaksin) bersertifikat halal sebanyak 2.586 produk. Angka ini sangat rendah, yakni 0,5% dari keseluruhan produk bersertifikat halal yang berjumlah 575.560 produk dari seluruh kelompok.

Jumlah sertifikasi halal obat meningkat signifikan pada 2019, seiring dengan mulai diimplementasikannya Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Kemudian pada 2020 terjadi penurunan seiring dengan keluarnya regulasi turunan UU JPH, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Dari 1.891 produk obat pada 2019, menjadi 830 produk obat pada 2020.

Pasal 141 ayat 1 pada PP tersebut menyebutkan adanya penahapan kewajiban bersertifikat halal bagi obat, dengan kurun waktu terlama sampai tahun 2034 untuk produk obat keras. Masa transisi yang cukup panjang diduga menjadi pemicu turunnya angka sertifikasi halal produk obat pada 2020.

“Diharapkan perusahaan farmasi dapat mempersiapkan produknya untuk disertifikasi halal, tanpa harus menunggu batas akhir dari proses penahapan sertifikasi halal. Persiapan ini harus dimulai segera, karena proses menuju sertifikat halal perlu kesiapan yang matang dari perusahaan agar proses sertifikasi bisa berjalan dengan mudah dan cepat,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Ir. Muti Arintawati, M.Si. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. Mastuki, M.Ag menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka menerima setiap pelaku usaha yang akan melakukan sertifikasi halal, termasuk di industri farmasi, terlepas dari waktu penahapan yang telah ditetapkan. Regulasi dan implementasi JPH membutuhkan kolaborasi dan sinergitas berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Dalam hal sertifikasi halal, BPJPH berperan dan bertanggung jawab sebagai regulator. Karena itu, kebijakan sertifikasi halal untuk mempercepat ketersediaan obat halal di masyarakat perlu dibicarakan dengan berbagai pakar untuk dilihat dari berbagai sudut pandang,” ujar Mastuki. 

Hal yang sama juga diutarakan oleh Agusdini. Ia beranggapan bahwa sertifikasi halal terhadap obat dapat menjadi peluang pasar yang besar, khususnya di Indonesia yang sudah memiliki rumah sakit syariah di beberapa daerah. Saat ini di Indonesia sudah ada sekitar 500 rumah sakit yang menjadi anggota Majelis Ulama Kesehatan Islam (MUKISI), 22 rumah sakit sudah tersertifikasi syariah (18 RS Islam dan 4 RS Pemerintah), serta 65 rumah sakit masih dalam proses pendampingan untuk menjadi Rumah Sakit Syariah.

“Meski telah diatur penahapannya dalam PP 39/2021, menurut kami alangkah lebih baik jika pelaku industri farmasi dapat mempercepat proses sertifikasi halal karena peluang pasar obat halal di Indonesia sangatlah besar,” kata Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama lambannya kecepatan sertifikasi halal industri farmasi adalah sumber bahan baku obat yang didapat masih impor 95% dari luar negeri, yakni dari Tiongkok, India, Amerika, dan Eropa. Meski begitu, Kemenkes menetapkan target untuk menurunkan jumlah bahan baku impor menjadi 70% pada tahun 2024. 

“Saat ini, pemerintah sedang mendorong agar industri farmasi di Indonesia dapat memproduksi bahan baku obat. Dengan begitu, pemerintah dapat menjamin kehalalannya lebih mudah dibanding bahan baku impor. Walaupun memang sudah ada beberapa industri bahan baku obat luar negeri yang memiliki sertifikat halal,” ujar Agusdini.

Selain itu, sertifikasi halal juga menjadi salah satu sasaran dan strategi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yakni meliputi pengembangan obat, produk biologi, reagen, dan vaksin dalam negeri bersertifikat halal yang didukung oleh penelitian dan pengembangan life science. Hal ini dalam rangka pemenuhan dan peningkatan daya saing sediaan farmasi dan alat kesehatan di Indonesia.

Agusdini juga mengakui bahwa peluang obat halal di Indonesia sangatlah besar. Selain karena mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam, Indonesia tengah menjadi center of excellent dari Organisation of Islamic Cooperation (OIC). Hal ini juga dapat menjadi keunggulan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor obat halal ke negara-negara lain, khususnya negara Timur Tengah. 

Namun, peluang ini harus diupayakan secara maksimal. Pasalnya, jumlah produk farmasi (obat dan vaksin) bersertifikat halal hanya 2.586 produk, sementara yang tercatat di BPOM per 24 Maret sejumlah 19.483 produk. Artinya, peluang sertifikasi halal farmasi masih sangat luas. 

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. Astuti Giantini, Sp. PK (K)., MPH dari sudut pandang pengguna obat mengharapkan kewajiban sertifikasi halal dapat dipercepat. “Pemerintah memang memberikan tenggat waktu kepada pelaku usaha untuk menerapkan aturan jaminan produk halal. Utamanya kepada produk obat yang berlangsung secara bertahap. Namun, kami sebagai pengguna obat ingin semua obat segera bersertifikat halal demi terwujudnya ketenteraman saat mengonsumsinya,” ungkapnya.

Melihat dari adanya tren kenaikan jumlah sertifikasi halal pada 2019, kini dapat dipahami bahwa sertifikasi halal obat sesungguhnya bisa dilakukan tanpa perlu menunggu batas akhir yang telah ditetapkan dalam PP 39/2021. Terlepas dari segala regulasi yang mengikat, masyarakat masih menunggu ujung dari proses sertifikasi halal obat. Masihkah kita layak berlindung pada status darurat obat?*[Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Latest News
Anggota Kongres AS Dari Partai Republik Tunda Bantuan Sebesar 75 Juta USD Untuk Palestina

Anggota Kongres AS Dari Partai Republik Tunda Bantuan Sebesar 75 Juta USD Untuk Palestina

Sabtu, 10 Apr 2021 21:35

AS dan Israel Khawatir Tentang Potensi Kemanangan Hamas Dalam Pemilu Palestina

AS dan Israel Khawatir Tentang Potensi Kemanangan Hamas Dalam Pemilu Palestina

Sabtu, 10 Apr 2021 21:15

Arab Saudi Akan Denda 10.000 Riyal Jemaah Yang Melakukan Umrah Ramadhan Tanpa Izin

Arab Saudi Akan Denda 10.000 Riyal Jemaah Yang Melakukan Umrah Ramadhan Tanpa Izin

Sabtu, 10 Apr 2021 20:42

Kemitraan Sushi Halaliciouz, Resep untuk Raih 20-30 Juta/bulan

Kemitraan Sushi Halaliciouz, Resep untuk Raih 20-30 Juta/bulan

Sabtu, 10 Apr 2021 14:15

Reseller Siomay Mojang, kini Rp. 950rb raih omset puluhan juta

Reseller Siomay Mojang, kini Rp. 950rb raih omset puluhan juta

Sabtu, 10 Apr 2021 14:05

Darwin Akui Kesesatan 'Teori Evolusi' Jelang Akhir Hayatnya

Darwin Akui Kesesatan 'Teori Evolusi' Jelang Akhir Hayatnya

Sabtu, 10 Apr 2021 14:00

Perjuangan Perguruan Tinggi Islam Melanjutkan Misi Hatta-Natsir

Perjuangan Perguruan Tinggi Islam Melanjutkan Misi Hatta-Natsir

Sabtu, 10 Apr 2021 13:55

Ternyata Hadits ''Berpuasalah, Kamu Akan Sehat'' Dhaif

Ternyata Hadits ''Berpuasalah, Kamu Akan Sehat'' Dhaif

Sabtu, 10 Apr 2021 11:53

Ditolak Kemenkumham, Moeldoko Berpeluang Menang di PTUN

Ditolak Kemenkumham, Moeldoko Berpeluang Menang di PTUN

Sabtu, 10 Apr 2021 08:32

Tokoh MUI Serukan Umat Munculkan Natsir-Natsir Baru

Tokoh MUI Serukan Umat Munculkan Natsir-Natsir Baru

Sabtu, 10 Apr 2021 05:05

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Sabtu, 10 Apr 2021 00:28

Hantu itu Bernama Radikalisme

Hantu itu Bernama Radikalisme

Jum'at, 09 Apr 2021 23:47

Mencegah Menjadi Jahiliyah, Carilah Ilmu Yang Benar

Mencegah Menjadi Jahiliyah, Carilah Ilmu Yang Benar

Jum'at, 09 Apr 2021 22:28

Umat Islam Harus Teladani Integritas dan Intelektualitas Mohammad Natsir

Umat Islam Harus Teladani Integritas dan Intelektualitas Mohammad Natsir

Jum'at, 09 Apr 2021 22:02

Jika Doa Semua Agama Dibacakan, Umat Islam Sebaiknya Keluar Ruangan!

Jika Doa Semua Agama Dibacakan, Umat Islam Sebaiknya Keluar Ruangan!

Jum'at, 09 Apr 2021 21:44

Peringati Mosi Integral Natsir, Yudi Latif: M. Natsir Pemimpin Muslim dan Nasionalis yang Kuat

Peringati Mosi Integral Natsir, Yudi Latif: M. Natsir Pemimpin Muslim dan Nasionalis yang Kuat

Jum'at, 09 Apr 2021 20:17

Nol Satu Nol Dua di Pelaminan

Nol Satu Nol Dua di Pelaminan

Jum'at, 09 Apr 2021 20:10

Pasukan Assad Serang Kendaraan Warga Sipil Dengan Rudal, 4 Orang Tewas 2 Anak Terluka

Pasukan Assad Serang Kendaraan Warga Sipil Dengan Rudal, 4 Orang Tewas 2 Anak Terluka

Jum'at, 09 Apr 2021 16:30

Tunisia Tangguhkan Shalat Isya Dan Tarawih Di Masjid

Tunisia Tangguhkan Shalat Isya Dan Tarawih Di Masjid

Jum'at, 09 Apr 2021 15:32

Laporan: Jenderal UEA Tidak Dapat Menjadi Presiden Interpol Karena Sejarah Pelanggaran HAM

Laporan: Jenderal UEA Tidak Dapat Menjadi Presiden Interpol Karena Sejarah Pelanggaran HAM

Jum'at, 09 Apr 2021 14:35


MUI

Must Read!
X