Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.105 views

Milad Muhammadiyah, Ini Pesan Penting Haedar

JAKARTA (voa-islam.com)- Muhammadiyah tengah merayakan Milad-nya yang ke 110 tahun. Ketuam Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pun memberikan perhatian berupa pesan kepada seluruh kader atau anggotanya di seluruh Indonesia.

Di usianya yang ke-110, Muhammadiyah jangan seperti genangan danau, yang tampak besar dan indah dari luar tetapi tidak berubah dan melahirkan perubahan yang berkemajuan,” demikian pesannya, kemarin, di akun Twitter pribadi miliknya.

Kuncinya kata Haedar ada pada komitmen, ghirah, dan langkah dinamis dari para anggota, kader, dan pimpinannya yang berkemajuan sehingga perubahan itu terlaksana adanya. Di lama resmi milik Muhammadiyah pun juga tengah mengenangnya.

Organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau dalam kalender Masehi 18 November 1912. Sejak awal berdirinya Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan penghalau ajaran Tahayyul, Bid’ah dan Churafat (TBC).

Anti TBC kemudian menjadi simbol pemersatu gerakan ini, meski terjadi banyak pertentangan dan perlawanan. Namun gerakan anti TBC yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan dan organisasi Muhammadiyah secara perlahan berhasil diterima Umat Islam masa itu, sehingga persebaran Muhammadiyah diterima di berbagai pelosok negeri. Haedar Nashir pada (5/8) mengatakan terkait hal tersebut karena alam pikir Muhammadiyah sudah diterima sebagai alam pikir umum Umat Islam di Indonesia.

Gerakan anti TBC yang dilakukan oleh Muhammadiyah lebih dimaksudkan karena pada masa itu Umat Islam menjalankan ajaran atau ritual yang mencampur-aduk (sinkretis) dengan praktik animisme dan dimanisme. Ritual-ritual yang awalnya hanya sebagai budaya kemudian bergeser menjadi bagian dari ajaran Islam yang tidak boleh ditinggalkan. Sehingga menimbulkan ketergantungan umat Islam tidak lagi kepada Tuhan dan usahanya sendiri. Melainkan keberhasilan dan kegagalan atas usaha yang mereka lakukan digantungkan kepada ritus-ritus nir-ilmiah, berharap kepada pohon beringin, pantai laut kidul dan sejenisnya.

Simbol-simbol tersebut dianggap memiliki penunggu yang memiliki otoritas atas berhasil dan tidaknya dari usaha mereka.

Kini, diusianya yang ke-110 tahun. Tugas pemurnian yang diemban oleh Muhammadiyah belum sepenuhnya tuntas. Karena seiring berjalan waktu, TBC (mitos) juga mengalami tranformasi dan berubah kedalam bentuk-bentuk baru. Berkaca pada tema muktamar Muhammadiyah yang akan digelar pada 2020 nanti, Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta.

Diskursus atau persoalan tentang mitos kontemporer masih menjadi lahan garap yang ‘kudu’ dituntaskan oleh Muhammadiyah. Meskipun Muhammadiyah lahir pada bagian kedua evolusi pemikiran bangsa Indonesia, yaitu bagian ideologi. Namun tugas Muhammadiyah sebagai penghalau mitos (TBC) tetap harus diperankan dan dijalankan.

Mitos kontemporer yang erat kaitannya dengan komersialisasi, merupakan bagian dari gurita kapitalisme global. Usaha komersialisasi yang dilakukan oleh kelompok kapital menjadikan umat Islam hanya sebagai penikmat, konsumen dan menyebabkan ketertindasan.

Praktik ajaran tersebut menyebabkan ketertinggalan dan ketertindasan umas Islam, maka Muhammadiyah selain melakukan pemurnian ajaran juga merupakan organisasi keagamaan yang memiliki fokus pada gerakan sosial yang sering disebut sebagai gerakan Al Ma’un. Melalui gerakan  Al Ma’un, Muhammadiyah banyak membangun prasarana umum yang bisa digunakan dan bermanfaat.

Keberadaan Muhammadiyah sebagai Penolong Kesengsaraan Umum memposisikannya sebagai lawan terdepan terhadap praktik kolonialisme (sekarang,pemodal) masa itu. Di Indonesia kini, Muhammadiyah memiliki 9.415 AUM Pendidikan mulai dari TK sampai SMA, 2.199 AUM Kesehatan, 454 AUM Bidang sosial, dan 176 PTM.

Perputaran kekayaan hanya di kelompok orang-orang kaya harus ‘dilawan’ oleh Muhammadiyah, perlawanan tersebut sebagai perintah dalam Al Qur’an surat al Hasyr ayat (59; 7). Maka bagian kalimat kedua dari tema muktamar ke 48, ‘Mencerahkan Semesta’ Muhammadiyah harus siap dengan konsekuensi dari perintah tersebut. Sebagai perintah yang harus dijalankan, tentu dalam ukuran semesta perjuangan Muhammadiyah membutuhkan energi atau daya yang lebih besar lagi.

Menuju cita-cita besar dari tema Muktamar ke-48, saat ini Muhammadiyah sudah memiliki beberapa Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang tersebar di berbagai negara. Keberadaan PCIM di negara-negara tersebut memiliki kegiatan, termasuk diantarnya adalah menyelengarakan pendidikan, baik TK ataupun sekolah. Selain itu Muhammadiyah juga mulai membangun Perguruan Tinggi (PTM) di beberapa negara, diantaranya Malaysia dan Australia. Langkah strategis yang dilakukan merupakan usaha sebagai suluh pencerahan Muhammadiyah terhadap semesta.

Dipilihnya penyebaran bidang pendidikan karena Muhammadiyah meyakini bahwa, pola pendidikan yang diajarkan oleh Pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan yang menggabungkan antara religiusitas dan berkemajuan sebagai solusi atas persoalan manusia saat ini yang berada pada era distrubsi (Haedar, 8/8).

Selain pendidikan, aksi kemanusiaanyang dijalankan oleh Muhammadiyah juga telah mendunia. Aksi tanggap bencana, baik alam maupun kemanusiaan yang diperankan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) banyak menginspirasi banyak pihak. Melalui program Muhammadiyah-Aid, berhasil menyentuh daerah-daerah rawan konflik salah satunya di Rakhine State, Myanmar. Di sana bukan hanya memberikan bantuan berbentuk Ad hoc, melainkan juga bantuan yang diberikan dalam bentuk pemberdayaan berkelanjutan (sustainable empowerment),seperti pembangunan pasar, balai pelatihan, sekolah dan sarana umum lainnya

Dari aksi tersebut Muhammadiyah berhasil mengorbitkan tokohnya ke kancah dunia, misalnya Rahmawati Husein, wakil Ketua MDMC tersebut terpilih untuk memegang jabatan dalam Dewan Pengarah Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Dana Tanggap Darurat Global (Advisory Group United Nation Central Emergency Response Fund/AG UNCERF). Rahmawati menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan bersama dengan 19 orang lainnya yang ditunjuk oleh Sekjen PBB.

(Robi/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Senin, 10 Aug 2020 14:45

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Senin, 10 Aug 2020 14:00

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Senin, 10 Aug 2020 13:16

Makruf Amin Akan Diganti?

Makruf Amin Akan Diganti?

Senin, 10 Aug 2020 12:29

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Senin, 10 Aug 2020 12:13

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 09 Aug 2020 23:04

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Ahad, 09 Aug 2020 22:48

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Ahad, 09 Aug 2020 22:15

Afghanistan 'Di Ambang Pembicaraan Damai' Setelah Pembebasan Sisa 400 Tahanan Taliban Disetujui

Afghanistan 'Di Ambang Pembicaraan Damai' Setelah Pembebasan Sisa 400 Tahanan Taliban Disetujui

Ahad, 09 Aug 2020 21:25

Mesir dan Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Canggih ke Libya

Mesir dan Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Canggih ke Libya

Ahad, 09 Aug 2020 20:25

Pejabat Libanon Sebut Ledakan Di Pelabuhan Beirut Menyebabkan Lubang Sedalam 43 Meter

Pejabat Libanon Sebut Ledakan Di Pelabuhan Beirut Menyebabkan Lubang Sedalam 43 Meter

Ahad, 09 Aug 2020 20:05

Laporan: Twitter Tertarik Beli Operasi TikTok di AS

Laporan: Twitter Tertarik Beli Operasi TikTok di AS

Ahad, 09 Aug 2020 19:45

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ahad, 09 Aug 2020 19:20

Pemberontak Syi'ah Houtsi Eksploitasi Ledakan di Beirut Untuk Galang Dana Bagi Syi'ah Hizbullata

Pemberontak Syi'ah Houtsi Eksploitasi Ledakan di Beirut Untuk Galang Dana Bagi Syi'ah Hizbullata

Ahad, 09 Aug 2020 19:06

Menelan Hoax Pengobatan Covid

Menelan Hoax Pengobatan Covid

Ahad, 09 Aug 2020 08:46

Menaikan Imun Raga dan Jiwa di Tengah Pandemi

Menaikan Imun Raga dan Jiwa di Tengah Pandemi

Ahad, 09 Aug 2020 08:37

Politisi PKS Catat Titik Kelemahan Omnibus Law

Politisi PKS Catat Titik Kelemahan Omnibus Law

Ahad, 09 Aug 2020 07:55

Pandemi Mencengkram, Resesi Menghantam

Pandemi Mencengkram, Resesi Menghantam

Ahad, 09 Aug 2020 07:46

Legislator: RUU Ciptaker Dorong Sentralisasi

Legislator: RUU Ciptaker Dorong Sentralisasi

Ahad, 09 Aug 2020 07:32

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Sabtu, 08 Aug 2020 23:24


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X