
Organisasi hak asasi manusia Israel, Gisha, hari Selasa (22/6) meluncurkan sebuah video game yang bisa dimaninkan di internet tentang blokade Israel di Jalur Gaza.
Permainan yang diberi judul "Safe Passage" ini juga memuat fitur tautan yang berisi dokumen-dokumen Israel terkait kebijakan blokade rezim Zionis itu di wilayah Palestina, Gaza dan Tepi Barat.
Di video game ini, pemainnya berperan sebagai warga Gaza yang harus melewati berbagai "rintangan" Israel untuk bisa bebas bergerak keluar masuk Gaza. Tapi permainan ini diatur sedemikian rupa sehingga pemainnya tidak akan pernah berhasil melewati rintangan tersebut, sebagai ilustrasi sedemikian ketat dan kejamnya blokade yang diterapkan rezim Zionis Israel terhadap warga Gaza.
"Kami memfokuskan pada dua aspek terkait blokade itu, bahwa kebijakan blokade itu belum berubah dan tidak ada pembicaraan bahwa kebijakan blokade tersebut akan berubah, terutama untuk masuknya barang-barang dan kebebasan bergerak bagi warga Gaza," kata Sari Bashi, kepala bagian legal "Freedom Movement" Gisha yang empat tahun terakhir memantau kebijakan blokade yang diterapkan rezim Zionis Israel terhadap warga Gaza.
"Video game itu menunjukkan bahwa kebijakan Israel untuk memisahkan Tepi Barat dan Jalur Gaza sudah berurat akar dan diberlakukan untuk jangka panjang," ujar Bashi.
Dalam permainan ini, pemainnya bisa memilih karakter yang tersedia; sebagai mahasiswa yang ingin kuliah di Tepi Barat, sebagai pengusaha es krim yang ingin menjual dagangannya ke Tepi Barat atau sebagai seorang lelaki Palestina yang dideportasi ke Gaza sementara keluarganya tingga di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat.
Dalam upaya menembus blokade itu, video game itu menawarkan opsi apakah bernegosiasi dengan tentara Zionis, mengajukan petisi ke pengadilan atau bepergian lewat Mesir atau Yordania, meski permainan sudah diatur bahwa semua upaya itu akan menemui kegagalan.
"Cara Anda untuk memenangkan permainan itu adalah, bicara dengan banyak orang, menulis surat dan melakukan tindakan. Kami menginginkan warga Gaza memenangkan 'permainan' itu dalam kehidupan nyata," tukas Bashi.
Meski menyatakan akan melonggarkan blokadenya di Gaza, rezim Zionis Israel masih setengah hati untuk membiarkan barang-barang bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza. Israel menyatakan akan membuat daftar barang apa saja yang dizinkan masuk ke Gaza. (ln/mol)