Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
26.688 views

Mantan Napi Bisa Jadi Bacaleg, Ironi Demokrasi!

 

Oleh: Lisa Oka Rina

Warganet ramai-ramai merespon kabar soal diperbolehkannya mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR, DPD, dan DPRD pada Pemilu 2024 mendatang. Mereka mempertanyakan guna SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Seperti diketahui izin soal narapidana menjadi caleg tertuang dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terutama di Pasal 240 Ayat 1 huruf g.

Dalam pasal tersebut, tidak ada larangan khusus bagi mantan narapidana kasus korupsi untuk mendaftar sebagai caleg DPR dan DPRD.

Jika mantan koruptor ingin mendaftar, hanya diwajibkan mengumumkan kepada publik terlebih dahulu bahwa dirinya pernah dihukum penjara dan telah selesai menjalani hukuman

Jelang Pemilu 2019 lalu, KPU  sebetulnya pernah membuat peraturan yang secara gamblang melarang mantan napi korupsi mendaftar sebagai calon anggota DPR, DPRD serta DPD.

Akan tetapi, syarat yang dibuat KPU itu digugat ke Mahkamah agung (MA). Pembatasan hak politik bagi mantan napi korupsi yang digagas KPU lalu sirna karena MA membatalkan aturan tersebut. (cnnindonesia.com 22/08/2023)

Realita ini sungguh miris, seolah-olah tidak ada lagi rakyat yang layak untuk mengemban amanah, karena ada beberapa orang bekas napi yang maju untuk menjadi Bacaleg.

Di sisi yang lain, menunjukkan kekuatan modal adalah senjata utama dan pertama bagi seseorang, mengingat untuk menjadi Bacaleg, dibutuhkan dana yang sangat besar. Orang baik tanpa dukungan modal besar, tidak mungkin bisa mencalonkan diri. Dan itulah fakta di dalam alam demokrasi yang diterapkan di negeri ini, sebagai buah kehidupan sekuleris yang memisahkan peran agama dalam kehidupan, termasuk berpolitik, sehingga politik pun kering dari nilai-nilai agama/ruhiyah. Orientasi pejabat dalam memandang jabatan itu, bukan lagi amanah dan ibadah yang berpahala besar di sisi Allah. Tujuan yang ada hanyalah untuk meraih keuntungan materi sebanyak-banyaknya melalui kedudukan dan kekuasaannya.

Kebolehan mantan napi menjadi bacaleg, menghantarkan kekhawatiran yang besar, bisa terulang lagi korupsi di tengah pejabat negeri ini. Mengingat betapa lemahnya sistem sanksi yang ada di negeri ini. Hukum yang didapatkan hanya berupa penjara dan masih memungkinkan mendapatkan  remisi, mulai dari remisi hari raya, remisi tahun baru, juga remisi hari kemerdekaan. Sehingga nyatanya malah bisa mengurangi masa tahanan para pelaku korupsi. Sampai-sampai gaung pernyataan "hukum bisa di beli", sudah biasa diketahui khalayak. Sehingga pada akhirnya, sanksi yang diberikan pun, tidak menimbulkan efek jera kepada pelaku korupsi.

Hal ini bertolak belakang ketika menjadikan syariat islam sebagai satu-satunya sumber hukum serta landasan kebijakan yang akan di ambil dan diterapkan oleh negara islam yakni Khilafah.

Syariat islam kaffah akan mencegah lahirnya individu yang gemar melakukan kemaksiatan. Hal ini ditempuh dengan jalan pengaturan sistem pendidikan islam yang berasas aqidah islam, yang akan mencetak generasi yang memiliki kepribadian islam, yakni pola pikir dan pola jiwanya berlandaskan aqidah islam. Karena merekalah yang akan menjadi penerus kepemimpinan islam dan membangun peradaban islam yang unggul dan gemilang kelak di masa depan.

Islam telah menunjukkan cara mencegah hingga mengatasi munculnya kasus korupsi. Mekanisme inilah yang akan diterapkan oleh Negara Islam (Khilafah), mulai dari sistem penggajian yang layak, larangan menerima suap dan hadiah, perhitungan kekayaan pejabat negara, berjalannya pengawasan masyarakat ketika melihat pelanggaran hukum syariat serta penerapan dan pemberian sanksi yang tegas terhadap pelaku korupsi.

Pemberian sanksi potong tangan bagi pencuri sesuai firman Allah SWT "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (Q.S Al Maidah ayat 38)

Korupsi sama dengan mencuri, karena mengambil milik orang lain tanpa seizinnya. Maka hukum syari'ah mengatur, sanksi yang berikan adalah potong tangan, dengan kadar pencurian yang melebihi 1/4 dinnar. Dan yang memutuskan sanksi tersebut adalah qadhi mahzalim. Karena qadhi mahzalim adalah pihak yang dilegalkan oleh Allah sebagai pihak yang memutuskan perkara/sengketa yang terjadi antara umat/masyarakat dan pejabat negara.

Hukuman syari'ah ini, kelak akan menjadi penebus kesalahan pelaku di akhirat (jawabir), sehingga dia tidak akan mendapatkan balasan di akhirat. Dan sanksi syari'ah ini, juga berfungsi sebagai zawajir yakni pencegah agar orang lain tidak melakukan hal serupa.

Khilafah termasuk mengatur syarat, wewenang dan hak majelis umat sebagai pihak yang mewakili umat/rakyat dalam melakukan muhasabah (mengontrol dan mengoreksi) para pejabat pemerintahan (al-Hukkam).

Terkait pemimpin, di dalam salah satu kitab fiqih islam, Al-Ahkam as-Sulthaniyyah karangan Imam Al-Mawardi telah menjelaskan kriteria umum yang wajib dimiliki seorang pemimpin, yakni Kepala Negara adalah laki-laki, muslim, baligh, berakal, merdeka (bukan budak/berada dalam kekuasaan pihak lain), adil (bukan orang fasiq/ahli maksiat), dan mampu (punya kapasitas untuk memimpin). Salah satu kriteria yang ditetapkan adalah harus seorang muslim. Hal ini berarti, mereka adalah orang yang beriman dan bertakwa. Sehingga mereka akan amanah sebagai penyambung lidah rakyat. Ketujuh kriteria tersebut dikenal dengan syarat in'iqaad (pengangkatan), yang tentu saja berlandaskan dari al-qur'an dan hadits.

Hukum syariah juga telah menetapkan kriteria seorang pemimpin harus adil, yang berarti orang tersebut bukan fasiq atau ahli maksiat atau orang orang yang zholim.

Kepala negara yang telah terpilih melalui mekanisme yang ditetapkan negara, akan diberi wewenang untuk menunjuk kepala daerah, baik wali (penguasa/pejabat pemerintah untuk wilayah propinsi) maupun 'amil (pemimpin wilayah selevel kotamadya).

Maka khalifah yang terpilih dengan syarat yang ketat tadi, pasti akan memilih dan mengangkat figur yang bertakwa, amanah dan kapabel.

Adapun wakil rakyat dalam khilafah, hal itu dipresentasikan oleh Majelis Umat. Namun Majelis Umat bukanlah lembaga legislatif seperti saat ini kita temui di alam demokrasi. Syara telah menetapkan, mereka sebagai wakil rakyat dalam konteks syura (memberi masukan kepada Khalifah) dan muhasabah (mengontrol dan mengoreksi) para pejabat pemerintahan (al-Hukkam), serta syakwa (komplain).

Oleh karena itu, anggota majelis umat ini terdiri dari pria, wanita, muslim dan non-muslim. Maknanya siapapun yang memiliki kewarganegaraan Khilafah, berhak untuk menjadi anggota majelis umat. Dan keberadaan anggota majelis umat itu haruslah menjadi representatif/perwakilan masyarakat dan menjadi represntatif dari suatu kelompok. Sehingga dari suasana islam kaffah inilah, kita bisa menemukan pemimpin yang bertakwa dan amanah. Wallahu'alam bisshowwab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Latest News
Ketum MUI minta ulama bertindak untuk sejahterakan umat

Ketum MUI minta ulama bertindak untuk sejahterakan umat

Jum'at, 01 Dec 2023 22:08

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Jum'at, 01 Dec 2023 21:22

Lebih Dari 3.300 Warga Palestina Termasuk Anak-anak Ditangkap Israel Di Tepi Barat Sejak 7 Oktober

Lebih Dari 3.300 Warga Palestina Termasuk Anak-anak Ditangkap Israel Di Tepi Barat Sejak 7 Oktober

Jum'at, 01 Dec 2023 20:34

Laporan: AS Beri Israel Lebih Dari 70.000 Pesawat, Kendaraan Darat, Rudal Dan Bom Sejak 1950

Laporan: AS Beri Israel Lebih Dari 70.000 Pesawat, Kendaraan Darat, Rudal Dan Bom Sejak 1950

Jum'at, 01 Dec 2023 19:04

Israel Lanjutkan Pemboman Di Gaza Setelah Gencatan Senjata Berakhir, 20 Warga Palestina Tewas

Israel Lanjutkan Pemboman Di Gaza Setelah Gencatan Senjata Berakhir, 20 Warga Palestina Tewas

Jum'at, 01 Dec 2023 15:04

WhatsApp Tambah Fungsi Kode Rahasia Dalam Fitur 'Chat Lock'

WhatsApp Tambah Fungsi Kode Rahasia Dalam Fitur 'Chat Lock'

Jum'at, 01 Dec 2023 13:15

Pengakuan Tentara Israel Yang Disergap Di Gaza: Kami Menerima Tembakan Neraka Dari Segala Arah

Pengakuan Tentara Israel Yang Disergap Di Gaza: Kami Menerima Tembakan Neraka Dari Segala Arah

Kamis, 30 Nov 2023 21:26

Putra PM Israel Yair Netanyahu Jadi Relawan Ambulans Setelah Dikritik Karena Tolak Berperang Di Gaza

Putra PM Israel Yair Netanyahu Jadi Relawan Ambulans Setelah Dikritik Karena Tolak Berperang Di Gaza

Kamis, 30 Nov 2023 17:00

PPIJ Gelar FGD Penguatan Manajemen Zakat di Era Digital

PPIJ Gelar FGD Penguatan Manajemen Zakat di Era Digital

Kamis, 30 Nov 2023 16:07

Hamas: Tidak Ada Pertukaran Tahanan Militer Sebelum Agresi Israel Berakhir Dan Pengepungan Dicabut

Hamas: Tidak Ada Pertukaran Tahanan Militer Sebelum Agresi Israel Berakhir Dan Pengepungan Dicabut

Kamis, 30 Nov 2023 14:44

Benarkah Indonesia Lebih Peduli Palestina daripada Negeri Sendiri?

Benarkah Indonesia Lebih Peduli Palestina daripada Negeri Sendiri?

Rabu, 29 Nov 2023 22:27

Baper Diterapkan pada Anak dan Pasangan

Baper Diterapkan pada Anak dan Pasangan

Rabu, 29 Nov 2023 22:11

Orang Bertakwa Masih Bisa Berdosa

Orang Bertakwa Masih Bisa Berdosa

Rabu, 29 Nov 2023 19:06

GAEPI: Arogansi Brand Asing Tidak Bisa Dicuci dengan Donasi

GAEPI: Arogansi Brand Asing Tidak Bisa Dicuci dengan Donasi

Rabu, 29 Nov 2023 19:02

Ust. Yusran Hadi: Boikot Produk Israel Dan Pendukungnya Hukumnya Wajib, Dukung Israel Hukumnya Haram

Ust. Yusran Hadi: Boikot Produk Israel Dan Pendukungnya Hukumnya Wajib, Dukung Israel Hukumnya Haram

Rabu, 29 Nov 2023 06:30

Jumlah Warga Palestina Yang Tewas Akibat Serangan Mematikan Zionis Israel Di Gaza Capai 15.000

Jumlah Warga Palestina Yang Tewas Akibat Serangan Mematikan Zionis Israel Di Gaza Capai 15.000

Selasa, 28 Nov 2023 16:59


MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X