Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.630 views

Gemah Ripah Loh Jinawi Tapi Impor Garam?

 

Oleh:

Fita Rahmania, S. Keb., Bd.

 

SEMBOYAN Indonesia sebagai negeri gemah ripah loh jinawi rupanya kini patut dipertanyakan. Gemah ripah loh jinawi memiliki arti tentram dan makmur serta sangat subur tanahnya. Seluruh dunia pun mengakui kekayaan alam Indonesia. Bahkan, di masa lampau Indonesia mampu menjadi tumpuan produksi rempah dunia.

Para penjajah berbondong-bondong mengeruk kekayaan alam Indonesia demi meraup keuntungan. Namun sayang, saat ini makna dari semboyan gemah ripah loh jinawi  yang masyhur itu tak lagi terdengar gaungnya, akibat ulah penguasa negeri ini yang lebih mencintai mengimpor produk dibanding mengoptimalkan potensi dalam negeri.

Kebijakan impor yang semakin tidak jelas selalu menuai polemik baru di tengah masyarakat. Bukan lagi kebutuhan pokok yang diimpor dari negara lain, komoditi seperti garam pun terus-menerus diimpor. Dilansir dari cnnindonesia.com, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pemerintah telah memutuskan akan melakukan impor garam sebanyak 3 juta ton. Keputusan itu diambil dalam sebuah rapat yang dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Angka impor garam tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebanyak 2,7 juta ton. Kebijakan tersebut tentu membuat resah petani garam. Dewan Presidium Persatuan Petambak Garam Indonesia (PPGI) Amin Abdullah berpendapat, pemerintah memang tidak pernah serius menunjukkan keberpihakan kepada petambak garam sejak lama.

Pada tahun 2017 saja, Indonesia mengimpor garam dari Australia yang totalnya mencapai 2,29 juta ton. Kemudian pada tahun 2018, impor garam dari Australia mengalami peningkatan menjadi 2,6 juta ton. Adapun pada tahun 2020, impor garam dari Australia tercatat sebanyak 2,22 juta ton. Sementara dari China, impor garam mencapai 568 ton pada tahun 2019. Kemudian berlanjut pada tahun 2020, impor garam China mencapai 1.320 ton. Sama halnya dengan impor garam dari India. Pada tahun 2019 dan 2020, impor garam dilakukan masing-masing 719.550 ton dan 373.930 ton. (kompas.com)

Padahal sebagai negara maritim, Indonesia memiliki garis pantai mencapai 95.181 kilometer (km), hingga mendapat predikat sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Seharusnya dengan modal ini seharusnya dapat memberikan banyak manfaat kelautan bagi Indonesia, termasuk potensi pasokan garam yang besar sehingga mampu mencukupi kebutuhan. Sayangnya yang terjadi di lapangan tidak demikian. Pemerintah beralasan Indonesia harus terus impor garam meski sumber daya alamnya tinggi, karena industri garam nasional memang belum optimal kapasitas produksinya.

Walaupun begitu solusi yang diambil oleh pemerintah tak layak menjadikan impor sebagai jalan keluar dari permasalahan krisis garam yang menjadi langganan tiap tahunnya. Dikutip dari medkom.id, Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Witjaksono meminta pemerintah berdiskusi kepada asosiasi terkait dan para nelayan dengan harapan para petani garam di Indonesia bisa meningkatkan kualitas garam sehingga tidak perlu ada impor.

Masyarakat kembali kecewa atas keputusan pemerintah. Di kala perekonomian rakyat kian sulit di tengah pandemi, pemerintah memupuskan harapan petani garam dengan membuka kran impor garam. Keberpihakan penguasa kepada importir asing semakin kentara tanpa harus menjelaskan secara blak-blakan di muka publik. Kalau memang mereka ada di pihak rakyat, harusnya mereka sibuk membangun industri garam dalam negeri sejak dulu, bukan malah impor tiap tahun. Namun, demikianlah sistem kapitalisme yang tengah diemban di negeri ini bekerja. Sistem ini akan menciptakan kebijakan yang pasti menguntungkan satu pihak, yaitu pengimpor atau korporasi.

Berbeda dengan peraturan Islam dimana bukan rakyat yang melayani penguasa. Akan tetapi, penguasalah yang melayani rakyatnya. Melayani dalam arti menjamin kebutuhan dasar mereka serta mengerahkan segala potensi SDA dan SDM untuk kemaslahatan rakyat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Sabtu, 17 Apr 2021 06:28

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Jum'at, 16 Apr 2021 23:56

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Jum'at, 16 Apr 2021 23:10

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Jum'at, 16 Apr 2021 22:05

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Jum'at, 16 Apr 2021 21:45

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Jum'at, 16 Apr 2021 21:30

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Jum'at, 16 Apr 2021 21:04

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Jum'at, 16 Apr 2021 19:35

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Jum'at, 16 Apr 2021 19:21

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Jum'at, 16 Apr 2021 13:44

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Jum'at, 16 Apr 2021 11:30

Benih Terorisme Itu Syiah

Benih Terorisme Itu Syiah

Jum'at, 16 Apr 2021 11:12

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Jum'at, 16 Apr 2021 10:44

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Jum'at, 16 Apr 2021 10:07

Takut kepada Allah

Takut kepada Allah

Jum'at, 16 Apr 2021 09:38

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Jum'at, 16 Apr 2021 08:59

Penyembah Galon

Penyembah Galon

Kamis, 15 Apr 2021 23:42

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

Kamis, 15 Apr 2021 22:30

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Kamis, 15 Apr 2021 22:00

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Kamis, 15 Apr 2021 21:35


MUI

Must Read!
X