Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.739 views

Menakar Vaksinasi Sebagai Solusi

 

Oleh:

Siti Subaidah || Pemerhati Lingkungan dan Generasi

 

VAKSINASI kini menjadi harapan untuk keluar dari pandemi. Ketika angka penurunan kasus covid tak kunjung ditemui, pemerintah berupaya menekan angka kasus dengan vaksinasi. Diketahui pemerintah Indonesia telah menggandeng China dalam kerja sama pembuatan vaksin Covid yakni Sinovac. Selain juga mengembangkan vaksin Merah Putih buatan anak negeri. Namun vaksin Sinovac lah yang digadang-gadang siap edar di awal tahun ini.

Jika melihat capaian kasus positif covid per hari tentu Indonesia berada di zona mengkhawatirkan. Beberapa daerah pun menunjukkan gejala serupa yakni tak menemui angka penurunan. Di Kaltim misalnya,  angka peningkatan kasus covid sangatlah masif yakni mencapai 697,8 per 100 ribu penduduk. Dengan angka positivity rate 16,9 persen. Padahal ambang batas aman yang ditetapkan oleh WHO adalah di bawah 5 persen. Tentu saja hal ini membuat Kaltim masuk dalam daftar penerima vaksin dari pemerintah pusat dengan kriteria daerah yang terkonfirmasi tinggi kasus covid atau dengan pertimbangan khusus. (kaltim.procal.co)

Sedangkan Balikpapan yang merupakan salah satu kota besar di Kaltim telah  menargetkan sekitar 150 ribu orang akan menerima vaksin dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut berdasarkan kriteria penerima vaksin dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun. Di tengah pro dan kontra di masyarakat terkait vaksin, Pemda Balikpapan mengklaim bahwa warga Balikpapan mayoritas bersedia di vaksin. Padahal surat ijin edar pun belum dikantongi.  Begitu juga dengan sertifikasi halal dari MUI. Namun begitu hal ini tidak mengurangi  ambisius pemda untuk memuluskan kebijakan ini.

Ambiguitas Vaksin

Kebijakan pemerintah pusat terkait vaksinasi di tahun ini agaknya telah menemui titik final. Bahkan kebijakan ini telah diteruskan ke daerah-daerah. Anggapan bahwa vaksin mampu menekan laju penyebaran virus covid  bahkan seolah-olah menjadi solusi menjadikan pemerintah pusat sigap menyiapkan langkah vaksinasi ini.

Padahal ibarat buah yang belum siap panen, kebijakan ini malah terkesan prematur. Mulai dari isi kandungan vaksin, ijin edar, sertifikasi halal, dan uji klinis yang belum rampung membuat kegaduhan di kalangan masyarakat. Ditambah fakta menarik bahwa WHO sendiri tidak menjamin vaksin yang ada sekarang bahkan mengatakan bahwa mungkin tidak akan pernah ada obat ampuh untuk mengendalikan covid 19.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, dr Swandari Paramita yang menyatakan bahwa vaksin sendiri sebenarnya tidak akan mampu menahan laju penyebaran virus. Karena vaksin hanya mampu menjaga kekebalan tubuh bukan pengobatan. Hanya mencegah orang yang terpapar tidak jatuh pada kondisi yang lebih serius atau kena virus namun tidak bergejala. ( nomorsatukaltim.com)

Maka memaksakan vaksinasi saat ini bukanlah solusi tepat untuk dapat keluar dari pandemi bahkan menahan laju penyebaran pun tidak. Dengan banyaknya kesimpangsiuran terkait vaksin, malah membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan segala kebijakan yang ada. Masyarakat tentu tidak mau menjadi kelinci percobaan dari kebijakan pemerintah yang asal-asalan. Ini pun akhirnya membuktikan bahwa pemerintah saat ini tak mampu merangkul kepercayaan publik. Bahkan cenderung memaksakan kebijakan vaksinasi, seperti yang terjadi di Jakarta yang telah menetapkan sanksi bagi warga yang menolak di vaksin.

Ketetapan sanksi itu tertuang dalam Pasal 30 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta yang mengamanatkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19 dapat dipidana dengan denda paling banyak sebesar Rp5.000.000. Malang nian nasib rakyat. Ibarat buah simalakama, divaksin takut akan dampaknya, tidak divaksin takut akan dendanya.

Islam Atasi Pandemi

Pandemi yang berlarut-larut tentu menyebabkan penderitaan panjang bagi umat. Hal inilah yang akan sangat dihindari oleh negara Islam.. Islam dengan seperangkat aturan syariatnya menjadikan ia sebagai junnah atau pelindung bagi umat. Sebagai pelindung tentu ia akan selalu berada di depan. Memikirkan segala mekanisme yang dapat di lakukan untuk segera menyudahi keadaan krisis yang menimpa rakyatnya.

Ketika menghadapi wabah atau krisis pemerintahan Islam akan memprioritaskan penanganan pada daerah yang terkena wabah di awal. Ini artinya negara melakukan upaya defensif dengan mengkarantina daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar penyebaran virus tidak berimbas ke daerah lain. Sehingga kegiatan yang umumnya dilakukan oleh masyarakat seperti sekolah, bekerja, dan berinteraksi dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar masih dapat dilakukan karena tidak ada ketakutan akan tertular virus.

Pemerintah pun dapat fokus menyelesaikan masalah kesehatan rakyat di wilayah yang terdampak wabah. Masyarakat disana di jamin kebutuhan ekonominya oleh negara. Sehingga beban ekonomi tidak akan menyita pikiran warga. Segala kebutuhan baik itu penanganan medis dan fasilitas kesehatan akan di berikan oleh negara dengan standar terbaik. Karena dalam Islam, nyawa sangatlah berharga. Selain itu tidak lupa negara berupaya menemukan obat maupun vaksin dengan memanfaatkan tenaga ahli kesehatan yang risetnya di biaya langsung sepenuhnya oleh negara. Masyarakat pun juga tidak akan khawatir bahkan takut dengan obat dan vaksin yang dihasilkan karena terjamin kehalalannya.

Inilah mekanisme atau kebijakan  yang akan di lakukan oleh pemerintah yang menyandarkan peraturannya pada syariat Islam. Akan tuntas menangani wabah, mengutamakan keselamatan umat dan mampu menciptakan ketenangan. Tidak seperti sekarang dimana umat sudah gelisah dengan wabah yang tidak berkesudahan kini ditakuti dengan segala macam sanksi-sanksi. Wallahu alam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Ahad, 07 Mar 2021 20:30

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 07 Mar 2021 19:30

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

Ahad, 07 Mar 2021 17:08

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Ahad, 07 Mar 2021 14:08

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Sabtu, 06 Mar 2021 21:05

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Sabtu, 06 Mar 2021 20:00

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Sabtu, 06 Mar 2021 19:19

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Sabtu, 06 Mar 2021 13:15

Kajian Ilmu FUUI:

Kajian Ilmu FUUI: "Mengharamkan yang Dihalalkan dan Menghalalkan yang Diharamkan oleh Allah SWT"

Sabtu, 06 Mar 2021 09:50

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Sabtu, 06 Mar 2021 09:30

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Jum'at, 05 Mar 2021 18:43

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Jum'at, 05 Mar 2021 16:05

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 15:59

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Jum'at, 05 Mar 2021 15:52

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Jum'at, 05 Mar 2021 15:35

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Jum'at, 05 Mar 2021 02:28

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15


MUI

Must Read!
X