Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.774 views

Ironi Pangan, Saat Gelombang Impor Sulit Dihentikan

 

Oleh: Hana Syifa Rachmawaty

Memasuki 2021, harga kedelai di pasaran melonjak drastis.  Pedagang tahu dan tempe pun terkena imbas. Sebab, harga kedelai impor yang mengalami kenaikan dirasa menyulitkan, belum lagi stoknya yang disebut-sebut menipis. Kedelai dari yang semula 6.500 perkilogram naik menjadi 9.500 perkilogram. "Belum lagi kalau tahunya rusak, otomatis ya rugi," jelas Aziz, salah seorang pengrajin tahu dan tempe.

Menurut kementerian perdagangan, kenaikan harga kedelai ini dipicu oleh meningkatnya permintaan Cina ke Amerika Serikat sebagai eksportir terbesar kedelai di dunia. Akibatnya, pasokan kedelai dari Amerika ke beberapa negara pengimpor kedelai terhambat termasuk ke Indonesia.

Sebetulnya bukan kali ini saja kelangkaan kedelai terjadi karena tingginya harga kedelai impor. Pada tahun 2012, kejadian yang sama pernah terjadi. Tahu dan tempe menghilang dari peredaran dengan alasan yang sama, yakni harga kedelai impor yang melonjak. Hingga akhirnya pemerintah mengambil langkah cepat dengan menurunkan bea masuk produk luar negri ke Indonesia (impor) dari 5% menjadi 0%. (detikfinance.com, 28 Juli 2012)

Untuk menanggapi kelangkaan kacang kedelai impor, pemerintah menyiasatinya dengan menggenjot produksi kacang kedelai lokal. Diharapkan pasokan kedelai lokal dapat bertahan selama 6 bulan ke depan menunggu stabilitas pasokan kedelai impor. Meskipun begitu, stok kedelai lokal diprediksi hanya 30% dan tidak diyakini mampu memenuhi kebutuhan kedelai di Ibu Kota.

Ketergantungan Indonesia pada kedelai impor sebenarnya sungguh disayangkan. Pasalnya, Indonesia memiliki lahan pertanian yang sangat luas, justru malah mengimpor kedelai dari luar negeri. Padahal kedelai lokal pun tak kalah baik kualitasnya jika ditangani dengan baik. Namun, pemerintah berdalih, buruknya kualitas kedelai lokal serta harga jualnya yang terbilang murah membuat petani tidak banyak melirik budidaya kedelai lokal.

Menurut Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Sastraatmaja, selama ini jumlah produksi kedelai lokal tidak sampai 1 juta ton pertahun, padahal kebutuhan kedelai di Indonesia mencapai 2,6 juta ton pertahun. Perbandingan jumlah yang cukup jauh dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan tersebut di dalam negeri.

Stabilitas Harga Kedelai dan Cara Mencapainya

Sistem ekonomi yang berlaku saat ini yang dikuasai oleh kepentingan kapitalis liberalis nyatanya telah gagal mewujudkan ketahanan pangan dan malah menyuburkan liberalisasi pangan. Menurut data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ada sekitar 82%  lahan di Indonesia dikuasai oleh korporasi besar. (Tempo.co 2018). Hal inilah yang kemudian menyebabkan Indonesia kekurangan stok tanam kedelai akibat lahan yang minim dan jumlah petani kedelai yang sedikit sehingga mengharuskan aktivitas impor kedelai dari luar negeri.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah memiliki peranan penting dan strategis demi menciptakan keseimbangan harga pasar yakni dengan melakukan intervensi baik langsung maupun tidak langsung. Intervensi langsung, yaitu dengan cara memberikan batasan harga tertinggi dan harga terendah suatu produk. Intervensi tidak langsung, yaitu dengan cara memberikan subsidi atau penetapan pajak terhadap barang impor yang masuk ke dalam negeri.

Stabilisasi merupakan tindakan untuk mempertahankan suatu harga barang maupun jasa pada tingkat tertentu yang dilakukan oleh pemerintah. Banyak sekali program yang dapat dilaksanakan pemerintah untuk menjaga stabilisasi harga demi mencukupi kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan cara mengadakan Operasi Pasar Murni (OPM). Operasi Pasar merupakan suatu kegiatan untuk menghindari terjadinya kenaikan harga suatu barang, yang dilakukan dengan cara injeksi untuk meningkatkan suplai melalui pedagang swasta, BUMN, atau langsung ke pedagang eceran dengan cara penetapan harga dengan harga dibawah harga pasarnya.

Ketahanan Pangan dalam Islam

Dalam Islam, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib terpenuhi dan negara wajib menjamin pemenuhan tersebut. Dalam masalah mengembalikan stok pangan, pemerintahan dalam sistem Islam dituntut untuk segera menyelesaikannya diantara caranya ialah dengan peningkatan produk lahan dan produksi pertanian. Hal ini dapat ditempuh melalui ekstentifikasi pertanian dengan menghidupkan kembali lahan mati.

Khalifah akan memberikan edukasi kepada para petani mengenai usaha pertanian yang mereka lakukan. Mendorong siapa saja yang memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali lahan mati serta memberi fasilitas yang dibutuhkan serta permodalan yang menunjang usaha mereka. Di dalam Islam, lahan yang tidak di kelola perorangan atau tidak terpakai selama tiga tahun, maka lahan tersebut di kembalikan kepada negara kemudian diserahkan kepada pihak yang mampu untuk menghidupkan kembali lahan kosong tersebut demi kemakmuran rakyat Daulah.

Pemimpin juga memiliki kewajiban dalam melakukan kontrol urusan perdagangan luar negeri. Hal ini dimaksudkan agar rakyat di dalam negeri tidak merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Negara di bawah sistem Islam boleh menjual berbagai komoditas perdagangan ke luar negeri dengan catatan kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi. Namun jika dirasa pasokan pangan di dalam negeri kurang memadai, maka warga negara Daulah dilarang untuk menjual komoditasnya ke luar negeri, hal ini berlaku bagi muslim maupun non muslim.

Interaksi dagang antara muslim dan non muslim pun di atur di dalam Islam. Kaum muslim dilarang melakukan jual-beli terhadap negara kafir harbi fi'lan yakni negara yang memerangi Daulah secara langsung. Sebab, hal tersebut merupakan ta'awun yang dilarang.

Mengenai kebijakan impor, Islam mengaturnya dengan jelas. Pertama, Islam mengizinkan wilayahnya melakukan aktivitas impor komoditas dengan negara di luar Islam yang tidak memusuhi dan memiliki perseteruan dengan wilayah Islam dan pemimpinnya dalam hal produk apa saja selain persenjataan dan alat-alat strategis.

Kedua, warga dari luar Daulah yang memiliki kebencian terhadap Islam dilarang memasuki wilayah Islam. Begitupun komoditas produk dari mereka, kepala negara tidak akan mengizinkannya untuk memasuki wilayah Daulah. Hal ini dilakukan karena seorang khalifah memiliki tanggung jawab dalam melindungi stabilitas ekonomi negaranya serta demi mewujudkan stabilitas politik dan tugas mengemban dakwah keseluruh dunia.

Namun di sisi lain, kesediaan pangan di wilayah Islam juga sudah terjamin. Daulah memiliki stok bahan-bahan mentah yang dibutuhkan oleh umat dan negara. Akibatnya, negara Islam sudah bisa melakukan swasembada pangan dan tidak membutuhkan lagi barang-barang dari luar negeri. Tidak lagi khawatir akan stok pangan yang menipis dan harganya yang tinggi. Semua ini tentu akan bisa diterapkan saat pemimpin dan rakyatnya kembali kepada aturan Islam yamg sempurna dan paripurna. Wallahu A'lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56


MUI

Must Read!
X