Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.351 views

Maulid Nabi, Momentum Pembuktian Cinta Hakiki

 

Oleh: 

Ernadaa Rasyidah || Pemerhati Generasi

 

ALKISAH, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hari kiamat, “Kapan hari kiamat itu?”

Nabi bertanya, “Apa yang sudah engkau siapkan untuk menghadapinya?”

Dia menjawab, “Tidak ada. Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Nabi bersabda, “Engkau akan bersama dengan yang kaucintai.”

Anas berkata, “Tidaklah kami gembira dengan sesuatu seperti gembiranya kami mendengar sabda beliau, ‘Kamu bersama orang yang kamu cintai’.”

Anas berkata, “Aku mencintai Nabi SAW, Abu Bakar, dan Umar, dan aku berharap bersama mereka disebabkan kecintaanku pada mereka, walaupun belum mampu beramal seperti amalan mereka.” 

Alhamdulillah, kembali kita dipertemukan dengan suasana syahdu Rabi’ul Awal, umat Islam di iberbagi penjuru menjadikan momentum bergembira dan bersuka cita. Kenapa? Karena pada bulan Rabi’ul Awal kita mengenang sosok lahirnya manusia agung kekasih Allah SWT, yang mendapatkan mandat menyelamatkan manusia dan dunia dari kegelapan jahiliyah menuju sinar Islam yang terang benderang. 

Begitu cintanya beliau kepada kita sebagai umatnya. Kegundahan memikirkan nasib umatnya terbawa hingga menjelang wafatnya. Namun, sayang seribu sayang, kebanyakan kaum muslimin memperingati maulid hanya sebatas seremonial yang tidak membekas. Lalai dari esensi pembuktian cinta yang seharusnya berbuah kesadaran untuk menjalankan ketaatan. Karena cinta sungguh tidak sekedar dilafazkan dalam lisan, namun menuntut pembuktian dalam perbuatan. Diantara tanda cinta adalah mengikuti apa yang diinginkan oleh yang dicintainya. Cinta yang sempurna menuntut kesesuaian dengan apa yang dicintai kekasihnya dan siap berkorban untuknya. 

Seorang ahli makrifat bersyair, “Kalau Anda jujur mencintainya, pasti Anda akan menaatinya, sesungguhnya pencinta itu menaati yang dicintai.” (lihat Syarh Hadits Ikhtishom al-Mala’ al-A’la, juz I, hlm 55).

Karena itu, jika kita mengaku cinta pada Rasullulah,  tidak mungkin  menolak diatur dengan syariat Islam secara kaffah. Cinta syariah adalah bukti atas cinta kepada Rasullulah. Cinta Rasullulah berarti mau mengambil semua risalah yang dibawa dan diajarkan oleh Rasullulah. Seorang yang mencintai nabi tentu akan memilih pemikiran Islam dari pada ajaran sesat sekularisme, liberalisme dan juga demokrasi. Pemikiran bebas tanpa aturan pastinya harus ditinggalkan. Kemudian rela hanya mengambil pemikiran Islam yang lurus dan mulia sebagai bentuk cinta Kita pada baginda nabi. Karena itu, cintamu palsu jika masih memilih pemikiran dari luar Islam sebagai landasan berfikir dengan meninggalkan Islam sebagai standar kebenaran. 

Buktikan cintamu pada Rasullulah dengan mengikuti semua sunahnya, juga menjadikannya idola dalam seluruh aspek kehidupan. Karena sungguh dalam diri baginda Nabi SAW terdapat suri teladan yang baik. Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21). 

Mengenang kelahiran baginda Nabi SAW akan menjadi momen yang sangat penting dan utama. Sebab, ini akan mengingatkan kembali kepada sosok manusia yang memiliki peran penting dalam kemajuan peradaban dunia sepanjang sejarah. Juga, akan semakin menumbuhkan kecintaan dan kerinduan. Sebab, salah satu bukti cinta kepada Nabi Saw. adalah dengan berusaha dan bersungguh-sungguh berpegang teguh apa yang dibawa oleh beliau. Rasulullah bersabda "Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya selama kamu berpegang dengan kedua-duanya, yaitu kitab Allah (Alquran) dan Sunahku.” (HR Al-Hakim). 

Mencintai baginda Nabi tentu menuntut totalitas keteladanan. Dalam beribadah Nabi SAW adalah orang yang paling kuat dan bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah SWT. Padahal, sudah umum diketahui bahwa beliau adalah orang yang maksum dan jaminan surga baginya. Secara individu, beliau adalah pribadi yang paling mulia akhlaknya. Aisyah ra. berkata, "Rasulullah adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Tidak pernah berlaku keji. Tidak mengucapkan kata-kata kotor. Tidak berbuat gaduh di pasar. Tidak pernah membalas dengan kejelekan serupa. Akan tetapi, beliau pemaaf dan pengampun." (HR. Ahmad). 

Baginda Nabi juga dikenal sangat lemah lembut terhadap istrinya. Juga tegas dan keras  jika berada pada kondisi yang memang mengharuskan bersikap demikian. Dalam bermasyarakat pun, beliau senantiasa berlemah lembut, mencintai orang yang  lemah termasuk orang-orang membutuhkan pertolongan. Dihadapan sesama muslim dikenal dengan sikap rendah hatinya, namun sangat tegas dihadapan orang-orang kafir terlebih kafir harbi yang secara terang-terangan memusuhi Islam. 

“Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.’ (TQS. Al Fath: 29). 

Teladan Nabi SAW tak hanya ada dalam aspek ibadah, individu, keluarga ataupun masyarakat. Beliau juga memberikan teladan kepemimpinan dalam bernegara, mulai dari berpolitik hingga penerapan hukum dalam menyelesaikan segala permasalahan. Semua ini harus dicontoh dan berusaha mewujudkannya dalam kehidupan. Secara total menjadikan Nabi SAW sebagai suri teladan dalam berbagai aspek kehidupan. 

Karena itu, kita harus meneladani apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, baik itu qaul (perkataan), fi’lun (perbuatan) maupun taqrirnya beliau. Mengimani dan meneladani beliau adalah kebutuhan bagi setiap jiwa yang mencintainya, sebagai wujud pembuktian cinta yang hakiki.

Allah Swt. berfirman:“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [3]: 31). 

Alhasil, memperingati kelahiran Rasulullah SAW. tentulah bukan sekedar seremoni, yang hanya terasa satu hari setelahnya kosong tidak berarti. Namun harus membekas dalam diri kita di setiap waktu. Bahwa ketika kita mencintai rasulullah, maka ada konsekuensi berupa pembuktian cinta yang hakiki, yakni dengan istiqomah melaksanakan segala syariah-Nya secara kaffah. Wallahu'alam bi ash shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
BPJPH Gelar Diklat 100 Calon Penyelia Halal

BPJPH Gelar Diklat 100 Calon Penyelia Halal

Sabtu, 05 Dec 2020 08:27

Presiden Turki Tayyip Erdogan Berharap Prancis Akan Segera Menyingkirkan Emmanual Macron

Presiden Turki Tayyip Erdogan Berharap Prancis Akan Segera Menyingkirkan Emmanual Macron

Jum'at, 04 Dec 2020 21:35

Menlu Qatar Sebut Ada Kemajuan Untuk Menyelesaikan Krisis Teluk

Menlu Qatar Sebut Ada Kemajuan Untuk Menyelesaikan Krisis Teluk

Jum'at, 04 Dec 2020 21:00

Putra Syaikh Al-Audah: Ayah Saya Kehilangan Separuh Kemampuan untuk Mendengar dan Melihat di Penjara

Putra Syaikh Al-Audah: Ayah Saya Kehilangan Separuh Kemampuan untuk Mendengar dan Melihat di Penjara

Jum'at, 04 Dec 2020 19:45

Heboh Video Orasi Calon Bupati Sukoharjo Singgung Jilbab Bikin Warga Marah

Heboh Video Orasi Calon Bupati Sukoharjo Singgung Jilbab Bikin Warga Marah

Jum'at, 04 Dec 2020 19:44

Seorang Perwira CIA Tewas Dalam Serangan Terhadap Pejuang Al-Shabaab di Kota Pesisir Somalia

Seorang Perwira CIA Tewas Dalam Serangan Terhadap Pejuang Al-Shabaab di Kota Pesisir Somalia

Jum'at, 04 Dec 2020 18:16

Sekolah Pemikiran Islam Bandung Angkatan 6: Rihlah Daring Hingga ke Alhambra

Sekolah Pemikiran Islam Bandung Angkatan 6: Rihlah Daring Hingga ke Alhambra

Jum'at, 04 Dec 2020 15:57

Kolaborasi Wanita ISMA Malaysia dan Mushida Indonesia Bahas Peran Muslimah Membangun Peradaban

Kolaborasi Wanita ISMA Malaysia dan Mushida Indonesia Bahas Peran Muslimah Membangun Peradaban

Jum'at, 04 Dec 2020 15:39

''Di Dunia Ini Hanya Ada Dua Khadijah Saja''

''Di Dunia Ini Hanya Ada Dua Khadijah Saja''

Jum'at, 04 Dec 2020 15:15

MUI Akan Merangkul Umat Islam yang Tidak Berafiliasi dengan Ormas

MUI Akan Merangkul Umat Islam yang Tidak Berafiliasi dengan Ormas

Jum'at, 04 Dec 2020 11:10

Ultimatum Marcon dan Ketakutannya pada Islam

Ultimatum Marcon dan Ketakutannya pada Islam

Jum'at, 04 Dec 2020 10:16

Akun Youtube Front TV Milik FPI Hilang

Akun Youtube Front TV Milik FPI Hilang

Jum'at, 04 Dec 2020 09:57

Ahmad Syaikhu Minta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Tidak Tebang Pilih

Ahmad Syaikhu Minta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Tidak Tebang Pilih

Jum'at, 04 Dec 2020 09:29

Fraksi PKS Usulkan Jokowi Bentuk Kementerian Khusus Papua dan Indonesia Bagian Timur

Fraksi PKS Usulkan Jokowi Bentuk Kementerian Khusus Papua dan Indonesia Bagian Timur

Jum'at, 04 Dec 2020 08:08

Kopi Sehat UBM: Hilangnya Ilmu dengan Wafatnya Ulama

Kopi Sehat UBM: Hilangnya Ilmu dengan Wafatnya Ulama

Jum'at, 04 Dec 2020 07:38

Publik Konsentrasi ke Habib Rizieq, PDIP Sibuk Memaksakan RUU HIP

Publik Konsentrasi ke Habib Rizieq, PDIP Sibuk Memaksakan RUU HIP

Jum'at, 04 Dec 2020 07:25

Seandainya Jokowi dan Habib Rizieq Bertemu

Seandainya Jokowi dan Habib Rizieq Bertemu

Jum'at, 04 Dec 2020 06:59

Pendidikan, Antara Keluarga, Sekolah dan Masyarakat

Pendidikan, Antara Keluarga, Sekolah dan Masyarakat

Jum'at, 04 Dec 2020 06:54

Apa Kabar Covid-19? Siapkah Sekolah Dibuka?

Apa Kabar Covid-19? Siapkah Sekolah Dibuka?

Jum'at, 04 Dec 2020 06:35

Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Kamis, 03 Dec 2020 21:26


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X