Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.401 views

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

 

Oleh:

Fita Rahmania, S. Keb., Bd. || Aktivis Fikrul Islam

 

GONG kerjasama vaksin Covid-19 antara Indonesia dengan perusahaan vaksin asal China mulai ditabuh. Dilansir dari detik.com, Indonesia sudah menerima 2.400 dosis vaksin Covid-19 dari China yang siap diuji coba ke manusia mulai Agustus 2020. Vaksin tersebut merupakan hasil riset dari Sinovac Biotech Co. yang merupakan perusahaan biofarmasi yang fokus pada penelitian, pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi vaksin. Sinovac Biotech Co. berbasis di Beijing, China. Begitu sampai di Indonesia per 19 Juli kemarin, vaksin ini langsung diserahkan ke PT Bio Farma (Persero) untuk melalui tahap uji coba.

Saat ini, uji klinis vaksin buah kerjasama perusahaan Badan Umum Milik Negara (BUMN) tersebut dengan Sinovac tengah berjalan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad). Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) telah menggelar imunisasi perdana, Selasa, 11 Agustus 2020. Sebanyak 20 orang relawan disuntik calon vaksin buatan Sinovac di Rumah Sakit Pendidikan Unpad di Bandung. Sebelumnya para relawan sudah melakukan serangkaian pemeriksaan demi terpenuhinya ketentuan uji klinis vaksin. Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Eddy Fadlyana mengatakan pihaknya telah memeriksa 20 orang calon relawan yang akan divaksinasi Senin 10 Agustus 2020. Pemeriksaan kesehatan termasuk swab test. Berdasarkan taksiran tim riset antara 2-4 persen hasilnya berpotensi positif. (tempo.co)

Dirilis oleh kompas.com, Presiden Joko Widodo yang juga hadir dalam penyuntikan perdana vaksin covid-19 di Universitas Padjajaran, Bandung berharap uji klinis fase III vaksin Covid-19 asal China bisa selesai dalam waktu enam bulan. Dengan begitu, vaksin tersebut bisa segera diproduksi dan disuntikkan ke masyarakat pada Januari tahun depan. Presiden juga menambahkan meski dikembangkan oleh perusahaan biofarma asal China Sinovac Biotech Co., namun Jokowi memastikan vaksin itu akan diproduksi massal di dalam negeri. Jika terbukti dapat menangkal virus corona tanpa efek samping, produksi massal akan dilakukan PT Bio Farma. Menurut dia, perusahaan plat merah tersebut bisa memproduksi hingga 250 juta vaksin per tahun.

Sekertaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang mengungkapkan, dalam kerja sama dengan Sinovac, ada proses transfer teknologi. Dimana transfer teknologi yang dimaksud yakni  dari downstream ke upstream (kompas.com). Dengan kata lain pihaknya masih sangat bergantung pada starter yang dibeli dari China. Sehingga selama negeri ini belum bisa menemukan vaksinnya sendiri, maka selama itu pula korporat asing akan terus memegang kendali. Dan pada akhirnya rakyatlah yang rugi. Suatu hari bisa saja vaksin tak lagi bisa didapatkan secara percuma karena fluktuasi harga yang bebas dimainkan oleh si pemilik bahan baku.

Oleh karenanya, kerjasama antara BUMN dengan perusahaan asing asal China ini perlu mendapat pengawalan ketat, sebab sangat rentan dikomersialisasi. Bukan hal baru bahwa vaksin memang telah jadi barang dagangan di seluruh dunia. Para kapitalis tak melewatkan apapun untuk dijadikan lahan bisnis di segala situasi, pun saat pandemi. Sebelumnya alat-alat medis sebagai persenjataan menangkal pandemi juga banyak diimpor dari negara lain.

Mindset bahwa negeri ini ‘tidak mampu’ harus dibuang jauh. Atau justru mindset ini sengaja dibuat sebagai dalih oleh segelintir pihak untuk menjadikan kepentingan umum demi meraup keuntungan pribadi?

Indonesia dengan sistem ekonomi kapitalisnya tentu tidak lepas andil dalam mensukseskan kepentingan kapitalis global. Salah satunya dengan keikutsertaannya dalam perdagangan vaksin skala internasional. Dan tanpa disadari rakyatlah yang dipaksa membeli. Apalagi vaskin adalah kebutuhan jangka panjang demi pencegahan wabah korona di kemudian hari.

Demikian cara pengusung sistem ekonomi kapitalis dalam mengurus kepentingan publik yang sangat bertolak belakang dengan sistem Islam. Islam mewajibkan negara tidak menjadikan orientasi keuntungan sebagai pertimbangan dalam pengambilan suatu kebijakan, termasuk dalam hal penyediaan vaksin. Namun, harus berpaku pada kemaslahatan umum yang berfokus dalam pemilihan obat sesuai studi kelayakan dengan keamanan tanpa memerdulikan keuntungan materiil pihak tertentu. 

Will Durant dalam The Story of Civilization menyatakan, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya.  Contohnya, Bimaristan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160 telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis.  Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”

Islam telah membuktikan tajinya di sepanjang sejarah keemasannya. Sekarang saatnya kita mawas diri akankah tetap bertahan dengan kondisi seperti ini, jika racun kapitalis pun masih enggan dilepaskan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Sabtu, 19 Sep 2020 20:45

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Sabtu, 19 Sep 2020 20:35

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

Sabtu, 19 Sep 2020 20:07

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Sabtu, 19 Sep 2020 15:25

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 15:04

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Sabtu, 19 Sep 2020 11:43

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X