Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.267 views

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

 

Oleh:

Siti Subaidah || Pemeehati Lingkungan dan Generasi

 

MASA pandemi yang tak kunjung usai sudah bosan dirasakan masyarakat. Selama kurang lebih 7 bulan pandemi Covid-19 membersamai kehidupan kita. Dari sekedar istilah asing yang baru terdengar hingga kini lazim menjadi topik pembicaraan baik serius maupun untuk sekadar bercandaan.

Lamanya pandemi ini tentu menyisakan segelintir masalah dalam tatanan kehidupan baru ini. Tak terkecuali dalam ranah pendidikan. Disaat panduan protokol kesehatan yang mengharuskan menjaga jarak dan menghindari kerumunan harus dijalankan. Maka sekolahpun diharuskan menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada. Alhasil sekolah daring pun menjadi pilihan.

Alih-alih dapat memberikan sumbangsih dalam menghambat penyebaran virus corona. Ranah pendidikan pun akhirnya menemui jalan buntu. Sekolah daring banyak menuai keluhan dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari keterbatasan HP android, jaringan yang tidak memadai, dan minimnya dana untuk membeli kuota.

Belum lagi rintihan emak-emak yang harus memandu dan menjelaskan kembali materi pelajaran yang diberikan oleh guru padahal mereka memiliki latar pendidikan yang berbeda-beda. Menurut riset terbaru INOVASI (Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia) mayoritas responden yang diminta melakukan pembelajaran daring bekerja sebagai petani (47%) dan berpendidikan SD (47%). 

Proses seperti komunikasi dengan guru, mendampingi proses belajar, membantu anak memahami materi, dan menyediakan alat pendukung pembelajaran sangat dibebankan pada Ibu. Artinya, akses pembelajaran daring tak hanya ditentukan lokasi, tetapi juga tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi orang tua. ( asumsi.co)

Fakta di atas jelas sekali menggambarkan bahwa ranah pendidikan pun tak siap menghadapi situasi pandemi ini. Pembangunan infrastruktur yang begitu masif dilakukan nyatanya tak diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan. Bahkan bisa dikatakan pembangunan yang ada sama sekali tak memberi manfaat bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Alias hanya menguntungkan segelintir golongan tertentu.

Pembelajaran jarak jauh yang menuntut sarana telekomunikasi dan ketersediaan jaringan memaksa puluhan juta pelajar kehilangan haknya. Rumitnya skema pembelajaran daring ini pun membuat stres tidak hanya di kalangan guru, bahkan anak sekolah dan orang tua. Penyesuaian-penyesuaian yang ada menuntut pengorbanan lebih bahkan tak sedikit yang berujung pada kematian.

Masih ingatkah kisah Seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar bernama Rudi Salam tewas karena terjatuh dari menara masjid di kampung halamannya demi mencari sinyal? Belum lagi perjalanan jauh yang ditempuh siswa siswi SD berkilo-kilo meter agar mendapat jaringan internet. Ditambah kasus kriminalitas seorang bapak nekat mencuri laptop demi anaknya untuk belajar daring. Hal tersebut sangat miris terasa manakala Indonesia menggembar-gemborkan predikat menuju negara maju. Lalu pertanyaannya “Maju” darimana?

Islam Menjamin Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Negara yang menerapkan aturan Islam sebagai landasannya, akan senantiasa mengutamakan kepentingan umat di atas segala-galanya. Jaminan kebutuhan dasar masyarakat merupakan hal yang wajib dipenuhi negara dalam kondisi apapun. Hal itu diantaranya kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, keamanan termasuk pendidikan.

Dalam Islam, negara mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan. Baik itu persoalan yang berkaitan dengan kurikulum, akreditasi sekolah, metode pengajaran,  serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah  mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah. Rasulullah saw. Bersabda:

Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hal inilah yang menjadi dasar periayahan atau pengaturan kehidupan dasar masyarakat oleh negara. Bahkan menjadi sebuah kedzoliman jika ini tidak terpenuhi. Dengan mekanisme pengaturan kepemilikan umum yang mewajibkan pengelolaan sumber daya alam ditangan negara bukan pada asing maka seluruh pemasukan akan masuk kas negara. Pemasukan inilah yang nantinya digunakan untuk membiayai seluruh aktifitas periayahan umat, termasuk dalam hal ini pendidikan.

Berdasarkan sirah Nabi saw. dan tarikh Daulah Khilafah Islam (Al-Baghdadi, 1996), negara memberikan jaminan pendidikan secara gratis dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga negara untuk melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi dengan fasilitas (sarana dan prasarana) yang disediakan negara. Kesejahteraan dan gaji para pendidik sangat diperhatikan dan merupakan beban negara yang diambil dari kas Baitul Mal. 

Sebagai contoh Madrasah al-Muntashiriah yang didirikan Khalifah al-Muntahsir Billah di kota Baghdad. Di sekolah ini setiap siswa menerima beasiswa berupa emas seharga satu dinar (4,25 gram emas). Kehidupan keseharian mereka dijamin sepenuhnya oleh negara. Fasilitas sekolah disediakan seperti perpustakaan beserta isinya, rumah sakit, dan pemandian. Begitu pula dengan Madrasah an-Nuriah di Damaskus yang didirikan pada abad 6 H oleh Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky. Di sekolah ini terdapat fasilitas lain seperti asrama siswa, perumahan staf pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan, serta ruangan besar untuk ceramah dan diskusi.

Inilah gambaran ketika Islam dijadikan dasar dalam membangun dunia pendidikan. Maka dalam pandemi sekalipun hak belajar dan bersekolah tidak akan teramputasi. Siapapun akan dapat terus menimba ilmu dengan segala sarana dan prasarana yang disediakan gratis oleh negara. Wallahu a'lam bishowwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30

Pria Minnesota Didakwa Karena Memberikan Dukungan Material Kepada Islamic State

Pria Minnesota Didakwa Karena Memberikan Dukungan Material Kepada Islamic State

Kamis, 17 Sep 2020 21:15

Pejabat Fatah: UEA Telah Memboikot Palestina Sejak 2010

Pejabat Fatah: UEA Telah Memboikot Palestina Sejak 2010

Kamis, 17 Sep 2020 20:36

Meninggal Karena Covid-19, Mati Syahid?

Meninggal Karena Covid-19, Mati Syahid?

Kamis, 17 Sep 2020 17:00

Menteri Pertahanan AS Cegah Trump Bunuh Bashar Al-Assad

Menteri Pertahanan AS Cegah Trump Bunuh Bashar Al-Assad

Kamis, 17 Sep 2020 15:56

Hampir 3.500 Warga Palestina Meninggal Dalam Serangan Israel Era Benyamin Netanyahu

Hampir 3.500 Warga Palestina Meninggal Dalam Serangan Israel Era Benyamin Netanyahu

Kamis, 17 Sep 2020 14:45

Jelang Munas, Hidayatullah Gelar Berbagai Acara: Webinar Milenial dan Pernikahan 20 Pasang

Jelang Munas, Hidayatullah Gelar Berbagai Acara: Webinar Milenial dan Pernikahan 20 Pasang

Kamis, 17 Sep 2020 14:29

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi?

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi?

Kamis, 17 Sep 2020 14:12

Anis Byarwati: RUU Omnibus Law Sektor Keuangan Tidak Tepat Saat Pandemi

Anis Byarwati: RUU Omnibus Law Sektor Keuangan Tidak Tepat Saat Pandemi

Kamis, 17 Sep 2020 14:08


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X