Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.622 views

Si Lugu dari Baduy

 

Oleh:

Indah Noviariesta

Aktivis Gema Nusa, Pemenang Lomba Cerpen Cagar Budaya Indonesia 2016

 
BU GURU Tuti merasa sedih karena ia tak sanggup membuktikan janjinya kepada anak-anak kelas 6 SD Lewidamar, Rangkasbitung, Banten. Pada hari pertama masuk, ia pernah menyatakan bahwa dirinya akan menyayangi semua anak-anak kelas 6 tanpa pandang bulu, tanpa membeda-bedakan yang satu dengan yang lainnya. Faktanya, bagaimana ia menyikapi si bandel Rudi, yang bukan saja menjengkelkan tapi juga seenaknya duduk malas-malasan di kursi, mencoret-coret buku dengan gambar-gambar yang sulit dimengerti.

Rudi, pelajar yang asli kelahiran Lewidamar, masih ada garis keturunan dari kakeknya yang asli warga Baduy Dalam. Kemudian, karena ayahnya menikah dengan warga Baduy Luar, keluarga itu pun sepakat untuk tinggal di desa Lewidamar, yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Kota Rangkasbitung.

Lama kelamaan, Bu Guru Tuti merasa serba salah. Sebab, Rudi si tukang ribut itu selalu saja bikin gaduh tiapkali pelajaran sedang berlangsung. Tidak seorang pun dari teman-temannya yang suka melihat ulahnya yang gemar mencoret-coret meja kelas. Kadang-kadang memukul-mukul meja seenaknya, sambil bersenandung, dan entah lagu apa yang dinyanyikannya. Belum lagi, pakaiannya yang selalu kumal, dekil, dan kelihatan jarang mandi. Ia selalu ogah-ogahan bila disuruh membikin tugas. Dan bila sesekali ia mengerjakannya, hasilnya mesti tak pernah di atas angka 5.

Dalam suatu rapat guru, kepala sekolah menyarankan agar semua guru memeriksa berkas dokumen, mengenai laporan tentang perkembangan seluruh siswa yang pernah dibuat oleh guru-guru sebelumnya. Bu Guru Tuti membacanya satu-persatu dengan teliti, hingga sampailah ia pada laporan tentang perkembangan mental Rudi sejak kelas satu SD. 

Sewaktu duduk di kelas satu, Rudi berteman baik dengan kawan-kawannya. Nilai-nilai pelajarannya bagus, dan tugas-tugas dikerjakannya dengan rapi. Sewaktu kelas dua, nilai mata pelajarannya masih bagus, meskipun kesulitan bermain dengan teman-teman karena memikirkan ibunya yang sedang sakit.

Ketika duduk di kelas tiga, Rudi menjadi anak pemurung. Ibunya dirawat di rumah sakit, dan ayahnya pergi ke Sumatera untuk bekerja membiayai perawatan sang ibu. Kini, ia tinggal sendirian kemudian diasuh oleh neneknya. Saat duduk di kelas empat, ibunya meninggal dunia, kemudian ia pun tidak lagi mendengar kabar tentang ayahnya di perantauan. Terakhir, ketika duduk di kelas lima, ia semakin mengalami kemunduran, tidak lagi merasa tertarik dengan sekolah. Ia selalu bermalas-malasan, bahkan selalu ketiduran di kelas saat guru sedang memberikan materi pelajaran.

Bu Guru Tuti merasa trenyuh. Berlama-lama ia duduk di kursi dengan pandangan menerawang. Perasaannya semakin tergugah ketika pada suatu hari anak-anak kelas 6 membawa kado-kado di hari ulang tahunnya yang ke-40. Kado-kado yang unik dan berwarna-warni, dihiasi dengan pita-pita yang menarik. Sedangkan Rudi hanya membungkus kadonya dengan kertas koran, serta dilekatkan dengan isolasi hitam. Teman-temannya tertawa terbahak-bahak ketika Bu Guru Tuti membuka kado Rudi yang kumal, dengan berisikan selendang anyaman Baduy, dan sebotol parfum yang terbuat dari wangi dedaunan. Parfum itu nampaknya sudah dipakai, hanya berisi setengah botol saja.

Tanpa banyak berpikir, Bu Guru Tuti segera memujinya, “Wah, kado ulang tahun yang bagus sekali. Ibu belum pernah mendapatkan kado yang menarik seperti ini.” Bu Guru Tuti menyarungkan selendang di pundaknya, kemudian memoleskan parfum ke lengannya sambil menghirupnya dengan lembut.

Bel pulang berbunyi, dan anak-anak pun keluar kelas. Sebelum memasuki ruangan guru, Rudi bergegas menghampiri Bu Guru Tuti di ambang pintu, “Bu, hari ini Bu Guru wangi sekali… saya jadi ingat sama Ibu….”

Bu Guru Tuti menitikkan air matanya. Ia meremas-remas pundak Rudi, sambil menyatakan bahwa ia senang memakai parfum yang diberikan Rudi sebagai hadiah ulang tahunnya.

Sejak peristiwa itu, Bu Guru Tuti memberikan perhatian khusus kepada Rudi. Lambat-laun, si kumal dan dekil itu terus berubah, hingga kembali menjadi murid yang cemerlang. Pada semester kedua, ia pun menjadi salah satu murid terpandai di kelas 6 SD Lewidamar, Rangkasbitung.

Setelah lulus SD, karena berbagai kesibukan Bu Guru Tuti tidak mendengar kabar tentang Rudi. Hingga suatu hari ia pun mendapatkan surat yang mengabarkan bahwa Rudi telah lulus SMU, dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Padjadjaran, Bandung. Mungkin jalannya tidak mudah, karena biaya hidup sebagai mahasiswa Indonesia cukup tinggi. Tetapi, di akhir surat ia menulis: “Mohon doanya dari Ibu. Bagaimanapun Bu Guru Tuti adalah guruku yang terbaik dalam sepanjang sejarah hidupku.”

Lima tahun berikutnya. Setelah lulus perguruan tinggi, Rudi menulis surat lagi. Namun, kali ini diakhiri dengan nama lengkap berikut gelar akademiknya sebagai sarjana pendidikan: Salam hormat, Rudi Hardini, S.Pd

Beberapa tahun berikutnya, Rudi mengirim surat lagi. Ia mengabarkan bahwa dirinya akan melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita asal Jakarta. Namun, karena ayahnya sudah meninggal setahun yang lalu, Rudi berharap sekiranya Bu Guru Tuti bersedia duduk di kursi pelaminan bersama pengantin, untuk mewakili orang tuanya. 

Bu Guru Tuti akhirnya bersedia memenuhi permintaan Rudi. Ia datang mengenakan kebaya, dengan selendang dan parfum yang pernah dihadiahkan Rudi untuk hari ulang tahunnya belasan tahun silam. Bu Guru Tuti mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin, sambil menitikkan air mata dan memeluk mereka erat-erat.

Seketika itu, Rudi menjulurkan wajahnya sambil berbisik, “Terimakasih Bu, dari dulu saya selalu menjadi murid yang merasa dihargai. Sampai sekarang, saya tak pernah mengubah pendirian, bahwa Ibu Tuti adalah guru terhebat buat saya.”

Dengan berlinang air mata, Bu Guru Tuti membalas, “Kamu yang hebat Rudi, sebelum mengenal kamu, Bu Guru tidak tahu cara mengajar yang baik. Sebetulnya kamulah yang mengajari Ibu, bukan saja menjadi guru yang baik, tapi juga menjadi manusia yang baik….”

Kini, Bu Guru Tuti sampai pada kesimpulan bahwa, jika pendidikan Indonesia hanya mementingkan silabus dan kurikulum yang disusupkan kepada otak anak-didik, tanpa kemampuan menginjeksikan perubahan mental dan spiritual, maka dunia pendidikan kita akan sulit bersaing dengan pesatnya arus transformasi yang berkembang secara global saat ini. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X