Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.207 views

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

 

Oleh:

Asti Marlanti, S.Pt, Kolumnis

 

BARU-BARU ini Indonesia dihebohkan dengan berita pembangunan Terowongan Silaturahmi. Sebuah terowongan yang akan menghubungkan antara masjid dan gereja di Jakarta. Wakil Kepala Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan bahwa ikon toleransi di Indonesia memang diperlukan, sehingga direncanakanlah pembangunan  Terowongan Silaturahmi yang akan masuk dalam tahap kajian detail.

“Terowongan itu nanti bisa jadi ikon toleransi di Indonesia,” kata Abu saat dihubungi Republika, Jumat (7/2).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi pun telah menyepakati proyek renovasi Masjid Istiqlal. Di dalamnya dimasukkan rencana pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan dua tempat ibadah dari agama yang berbeda.

Sebetulnya jika diperhatikan, rencana pembangunan Terowongan Silaturahmi ini memperlihatkan ketidakmampuan pemerintah memahami persoalan intoleransi.

Buktinya lembaga Imparsial mencatat setidaknya 31 kasus intoleransi terjadi sepanjang November 2018-November 2019. Kasus pelarangan ibadah cukup menonjol, terutama di Jakarta dan Jawa Barat. Selama periode pertama pemerintahan Joko Widodo, kasus intoleransi seperti itu sudah sering muncul dan seolah-olah dibiarkan saja berlangsung hingga kini. Sehingga, proyek terowongan yang akan menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral ini hanyalah upaya semu untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Persoalan yang serius ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun simbol seperti Terowongan Silaturahmi. Bahkan negeri ini sudah memiliki slogan yang menyerukan pentingnya sikap toleransi, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Namun bagaimana hasilnya? Hanya dijadikan sebagai slogan dan jargon semata. Sangat miris!!

Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, masyarakat membutuhkan silaturahmi dalam bentuk infrastruktur sosial, bukan dalam bentuk infrastruktur fisik berupa terowongan. Selain itu, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom juga mempertanyakan urgensi membuat terowongan tersebut. Menurutnya, simbol-simbol yang dibangun itu tidak mengatasi beragam kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia. Kebutuhan urgen bagi bangsa ini adalah mengatasi masalah intoleransi, bukan sekadar simbol semata. 

Sebetulnya, Islam adalah role model terbaik dalam masalah toleransi. Sejak masa Nabi saw. dan Khulafaur Rasyidin, Islam tidak pernah bermasalah dengan pluralitas dan “toleransi”.  Islam mengatur keragaman dan perbedaan secara sempurna.

Dalam sejarahnya yang panjang, kaum Muslim telah membuktikan keunggulan syariah Islam dalam menyelesaikan problem keragaman dan perbedaan serta permasalahan cabangnya. Dalam praktiknya, kaum Muslim tidak memaksa orang kafir masuk Islam (QS 2: 256). Orang kafir dibiarkan menjalankan peribadahan sesuai agama dan keyakinan mereka. Kaum Muslim juga dilarang mencela sesembahan agama lain tanpa dasar ilmu (QS 6: 108). Islam memerintahkan kaum Muslim berdiskusi dengan orang-orang kafir dengan cara yang makruf (QS 29: 46). Kaum Muslim juga diperintahkan memenuhi hak-hak orang kafir dalam batas-batas yang telah ditetapkan Islam. Di dalam kitab-kitab fikih dijelaskan kedudukan, hak-hak dan perlakuan terhadap orang-orang kafir yang hidup di dalam Negara Khilafah.

Oleh karena itu, dalam praktiknya, kaum Muslim tidak pernah memiliki 'problem toleransi'. Mereka sudah terbiasa hidup dalam kemajemukan. Mereka memiliki tradisi toleransi yang tinggi. Mereka biasa memperlakukan orang-orang yang berbeda keyakinan dan agama dengan santun, adil dan manusiawi.

Rasulullah dan para sahabat adalah teladan yang paling baik. Rasulullah Saw tidak pernah membeda-bedakan perlakuan atas dasar suku ataupun agama. Setiap memotong kambing, beliau selalu membagikannya kepada tetangganya terlebih dahulu, termasuk orang-orang Yahudi. Beliau juga menjenguk kaum Yahudi yang sakit, memberi hadiah, juga bermuamalah melalui jual beli dan berbagai hubungan sosial lainnya.

Teladan yang sama ditunjukkan pula oleh Umar bin Khaththab. Satu waktu, ketika menjabat sebagai khalifah, Umar didatangi seorang Yahudi yang terkena penggusuran oleh seorang Gubernur Mesir, Amr bin ‘Ash, yang bermaksud memperluas bangunan sebuah masjid. Meski mendapatkan ganti rugi yang pantas, sang Yahudi menolak penggusuran tersebut. Ia datang ke Madinah untuk mengadu kan permasalahan tersebut pada Khalifah Umar.

Seusai mendengar ceritanya, Umar mengambil sebuah tulang unta dan menorehkan dua garis yang berpotongan: satu garis horizontal dan satu garis lainnya vertikal. Umar lalu menyerahkan tulang itu pada sang Yahudi dan memintanya untuk memberikannya pada Amr bin ‘Ash. “Bawalah tulang ini dan berikan kepada gubernurmu. Katakan bahwa aku yang mengirimnya untuknya.”

Meski tidak memahami maksud Umar, sang Yahudi menyampaikan tulang tersebut kepada Amr sesuai pe san Umar. Wajah Amr pucat pasi saat menerima kiriman yang tak di duga nya itu. Saat itu pula, ia mengembalikan rumah Yahudi yang digusunya.

Terheran-heran, sang Yahudi ber tanya pada Amr bin ‘Ash yang terlihat begitu mudah mengembalikan rumahnya setelah menerima tulang yang dikirim oleh Umar. Amr menjawab, “Ini adalah peringatan dari Umar bin Khaththab agar aku selalu berlaku lurus (adil) seperti garis vertikal pada tulang ini. Jika aku tidak bertindak lurus maka Umar akan memenggal leherku sebagaimana garis horizontal di tulang ini.” 

Kisah-kisah teladan Rasulullah SAW dan sahabat Umar tersebut menunjukkan betapa ajaran Islam menganjurkan perlakuan yang toleran terhadap pemeluk agama lain. Hal ini membuktikan bahwa dengan syari'at Islam, maka sikap toleran itu akan terwujud dalam tubuh masyarakat. Wallaahu a'lam bishshawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Kamis, 02 Apr 2020 18:51

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Kamis, 02 Apr 2020 18:40

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Kamis, 02 Apr 2020 18:08

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Kamis, 02 Apr 2020 17:44

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Kamis, 02 Apr 2020 16:35

Efek Wabah Corona, Jamaah Meunasah Lamduro Darussalam Bagikan Sembako Untuk Keluarga Miskin

Efek Wabah Corona, Jamaah Meunasah Lamduro Darussalam Bagikan Sembako Untuk Keluarga Miskin

Kamis, 02 Apr 2020 16:13

Kafir, Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali karena Corona? Berikut Penjelasan KH Cholil Nafis

Kafir, Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali karena Corona? Berikut Penjelasan KH Cholil Nafis

Kamis, 02 Apr 2020 14:57

Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syi'ah Dukungan Iran Mulai Jarah Properti Warga Sipil di Idlib

Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syi'ah Dukungan Iran Mulai Jarah Properti Warga Sipil di Idlib

Kamis, 02 Apr 2020 14:45

Jangan Paranoid!

Jangan Paranoid!

Kamis, 02 Apr 2020 13:53

35 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah  Rawat 1084 Pasien Covid-19

35 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Rawat 1084 Pasien Covid-19

Kamis, 02 Apr 2020 12:27

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Kamis, 02 Apr 2020 08:30

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Kamis, 02 Apr 2020 07:46

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Kamis, 02 Apr 2020 06:55

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Kamis, 02 Apr 2020 04:50

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Kamis, 02 Apr 2020 01:21

Keimanan dan Kemanusiaan

Keimanan dan Kemanusiaan

Rabu, 01 Apr 2020 23:43

Gugur di Medan Juang

Gugur di Medan Juang

Rabu, 01 Apr 2020 22:48

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Rabu, 01 Apr 2020 22:25

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Rabu, 01 Apr 2020 22:06

Menguji Relevansi PSBB dan Darurat Sipil di Tengah Ancaman Corona

Menguji Relevansi PSBB dan Darurat Sipil di Tengah Ancaman Corona

Rabu, 01 Apr 2020 21:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X