Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
830 views

Parasite dan Gagal Paham Seniman Kita

Oleh: Eeng Nurhaeni

(Esais dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten Selatan)

Universitas College London, Inggris, telah mengadakan penelitian dan berhasil menemukan fakta empiris bahwa kebohongan sangat berkaitan erat dengan kondisi otak seseorang.

Bentuk penelitian dimulai dari proses pemindaian otak kepada responden. Para ilmuwan menyebutnya dengan istilah Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI). Kemudian, kepada puluhan responden diberikan simulasi-simulasi kasus terhadap mereka.

Di antaranya, suatu hal yang dapat menguntungkan dirinya dan kawannya; lalu hal yang menguntungkan dirinya dan merugikan kawannya; terus menguntungkan kawannya dan merugikan dirinya; atau menguntungkan salah satu dari mereka tanpa memberi efek kepada yang lainnya.

Apakah sutradara Korea Selatan, Bong Joon-ho, yang berhasil memboyong kemenangan Oscar dalam filmnya “Parasite” pernah mengadakan penelitian serupa. Saya tidak tahu.

Tapi yang jelas, film tersebut menyiratkan kebohongan sebagai salah satu fenomena yang mengurat mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat kota. Empat tokoh dalam film Parasite, sebagai keluarga marjinal di tengah perkotaan, seakan menganggap bahwa kebohongan adalah sesuatu yang lumrah dan wajar saja.

Keluarga marjinal itu, telah mengesampingkan nilai-nilai kejujuran yang seharusnya menjadi tanggung jawab moral setiap individu dalam bersosialisasi. Penelitian di universitas College ini terus mempelajari aktifitas ketidakjujuran, dan berusaha mengungkap mengapa sedikit kebohongan bisa mendorong pada kebohongan-kobohongan selanjutnya yang lebih besar lagi. Inilah esensi dari penggambaran Parasite, sebagai film Asia satu-satunya yang berhasil meraih Oscar sejak awal penganugerahannya (1927).

Film tersebut sama sekali tidak menyinggung proses kemajuan teknologi pemindai otak yang dapat mengungkap fakta medis dibalik kebohongan dan perilaku berbohong. Melalui metode FMRI, para ilmuwan menunjukkan bahwa bagian otak amigdala, bagian yang sangat berhubungan dengan aktifitas emosi manusia, menjadi sangat aktif ketika responden melakukan kebohongan kecil pertama demi keuntungan pribadinya.

Reaksi amigdala ini akan semakin menurun seiring dengan peningkatan kekuatan berbohong responden. Bahkan lebih tendensius lagi, penurunan semakin besar dari aktifitas amigdala diprediksi akan mendorong kebohongan lebih besar di masa yang akan datang. Inilah yang membuat tokoh-tokoh utama dalam film Parasite tak sanggup lagi mengukur risiko, sampai pada waktunya mereka menganggap bahwa kebohongan itu lazim dan biasa saja.

 

Parasite dan Neurosains

Dr. Tali Sharot dari UCL Experimental Psychology menyatakan bahwa, ketika seseorang berbohong untuk kepentingan pribadinya, amigdala memberi perasaan negatif yang akan membatasi tingkat di mana ia sedang bersiap-siap untuk melakukan kebohongan berikutnya. Respon amigdala akan memudar jika seseorang terus berbohong.

Lalu, jika tingkat pemudaran itu semakin rendah, maka ia akan terus berani melakukan kebohongan yang lebih besar lagi, sampai-sampai – dibuktikan dalam ending film Parasite – hukum alam sendiri yang akan bertindak dan membalas keburukannya.

Peningkatan aktifitas amigdala sangat kentara pada tokoh ibu (diperankan Jang Hye-jin). Demi keuntungan diri dan keluarganya, ia tega mendiskreditkan pembantu lama untuk menggantikan posisinya. Degradasi moral semakin menjadi-jadi ketika seluruh anggota keluarga marjinal ini – yang dilegitimasi oleh peran bapak selaku teladan (diperankan Song Kang-ho) – terus menggalakkan ketidakjujuran kecil menjadi kebohongan-kebohongan yang semakin besar.

Suatu kali muncul pembelaan dari sang suami, bahwa majikannya itu adalah orang kaya yang baik hati. Namun demikian digugat pula oleh istrinya bahwa, “Bukan karena kebaikan yang membuat mereka menjadi kaya, tapi justru karena mereka kaya yang membuat mereka menjadi baik.”

Kisah yang ditampilkan Parasite pada prinsipnya adalah pembenaran akan sikap korup dari keluarga marjinal, bahwa dalam diri mereka pun menyimpan benih-benih mentalitas para koruptor. Memang sangat interesan di era milenial yang sarat hoaks dan kebohongan yang kadang dilakukan secara struktural akhir-akhir ini. Meskipun kemenangan film garapan sutradara Bong Joon-ho ini banyak mengundang perdebatan dan kontroversi, tetapi sampai saat ini makin ramai para penulis dan intelektual membahasnya, baik melalui resensi atau sinopsis di berbagai media nasional dan internasional.

 

Jangan Gagal Paham

Setelah kemenangan film Parasite, banyak acara diskusi dan dialog yang diselenggarakan lembaga kebudayaan maupun perfilman kita, namun nyaris tidak satu pun yang mengenai sasaran dalam khazanah software perfilman dunia. Kebanyakan pembicara mengawang-awang ngalor-ngidul, sampai-sampai ada juga yang getol mengelus-elus batu cincin di jari jemarinya.

Ada pertemuan budaya di Jakarta yang diakhiri dengan pembicara seorang seniman senior – sebab ia tak pernah menolak disebut “senior” – yang menyimpulkan bahwa film Parasite seakan-akan peringatan bagi pemerintah kita agar membangun toilet di seluruh Indonesia. Saya kira, sah-sah saja kesimpulan seperti itu. Memang ada adegan seseorang yang kencing di sembarang tempat. Juga peringatan itu ada moral massage-nya, tetapi maaf, apresiasi seperti itu amat sangat dangkal!

Selain itu, untunglah ada pengecualian. Saya sempat mengapresiasi resensi yang luar biasa dari seorang kiai NU Banten, yang sekaligus anggota Mufakat Budaya Indonesia (MBI), K.H. Chudori Sukra (kolomnis Kompas) dalam opininya, “Mimpi Asia dalam Belenggu Parasite”.

Ia menyandingkan film Parasite dengan novel  John Steinbeck (The Pearl), yakni tentang seorang marjinal pinggiran kota, tiba-tiba kaya mendadak setelah menemukan mutiara pada saat ia menyelam. Sebutir mutiara yang menghebohkan itu menjadi bahan perbincangan di seputar tokoh-tokoh yang ditampilkannya. Mau tidak mau ia dituntut agar menjadi seorang dermawan yang serba dadakan.

Hal ini mengentakkan ingatan kita pada simbol “batu jimat” yang terus-menerus dalam genggaman si anak sulung dalam Parasite, yang pada akhirnya harus dikembalikan ke habitatnya. Peristiwa sakral (syirik) ini bisa disandingkan pula dengan keris sakti dalam genggaman Mbah Durip dalam novel Perasaan Orang Banten, yang dianggap sebagai pendatang rezeki dan penangkal marabahaya. Begitupun dalam The Pearl, mutiara itu diibaratkan kunci surga firdaus yang berada dalam genggaman keluarga. Mereka membayangkan kehidupan masa depan yang serba mewah dan membahagiakan. Tetapi, rupanya dugaan itu meleset jauh.

Akibat kehadiran mutiara itu – sebagaimana simbol batu jimat tadi – justru menimbulkan komplikasi-komplikasi batin yang tidak kepalang tanggung. Ia menjadi penyulit jalan hidup yang merepotkan dalam dunia yang serba kalut dan tamak. Sampai pada akhirnya, keluarga itu memutuskan untuk melemparkan kembali mutiara itu ke tengah laut. Inilah yang menjadi moral massage, sekaligus menyiratkan pesan religius dari Steinbeck: “Kehidupan sederhana dan apa adanya, jauh lebih menentramkan batin, ketimbang diselubungi kemelut uang dan keserakahan.”

 

Cerpen Hafis Azhari

Sementara itu, Dr. Neil Garret selaku pemimpin penelitian di Universitas College, London,  menandaskan bahwa sinyal amigdala menjadi enggan merespon seiring dengan sikap-sikap korup yang amoral. Karena itu, respon otak menjadi tumpul jika ketidakjujuran dilakukan secara berulang-ulang, terlebih jika ketidakjujuran itu hanya mementingkan keuntungan dirinya serta merugikan pihak lain.

Hal ini mengingatkan kita pada cerpen Hafis Azhari berjudul “Kampung Abal-abal” (www.ahmadtohari.com) yang mengisahkan tentang kebohongan seorang ustad yang mengultuskan diri selaku “tokoh agama” di suatu kampung subur nan makmur, tapi masyarakatnya hidup miskin dan marjinal.

Meneladani gaya politik para penguasa, sang ustad memanfaatkan kebodohan massa sebagai komoditas politik semata. Dikuburlah seonggok kayu besar, lalu dengan memanfaatkan ayat-ayat Alquran, diiringi dengan gaya retorika seorang penceramah handal, ia berteriak-teriak di depan publik bahwa gundukan tanah di samping rumahnya itu adalah makam seorang wali besar.

Ajaran agama menjadi ajang pamer yang didakwakan ustad, yang tidak membuat masyarakat menjadi tentram dan nyaman, tapi justru membuat mereka menjadi takut akan kesaktian ustad berikut makam wali di samping rumahanya. Perlahan namun pasti, mereka pun memberikan berbagai macam sedekah dan sesajen, hingga membuat taraf hidup keluarga ustad semakin meningkat drastis. Sementara, nasib kemiskinan dan kebodohan masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Badai besar dan banjir bandang selaku pewartaan hukum alam yang berlaku, akhirnya menghantam rumah sang ustad berikut makam wali yang hanya berisi bongkahan kayu besar. Rupanya sang ustad tak menyadari faktor geografis, bahwa dirinya telah membangun bangunan megah di bantaran sungai yang merupakan dataran paling rendah di kampung tersebut.

Kebohongan semakin terungkap dengan jelas, dan akal-akal sehat semakin bermekaran menaungi kehidupan masyarakat kampung.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Ahok Rebranding

Ahok Rebranding

Selasa, 18 Feb 2020 01:57

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Selasa, 18 Feb 2020 00:56

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Senin, 17 Feb 2020 23:49

Hape-krasi

Hape-krasi

Senin, 17 Feb 2020 22:27

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

Senin, 17 Feb 2020 22:23

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Senin, 17 Feb 2020 22:08

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Senin, 17 Feb 2020 22:03

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Senin, 17 Feb 2020 21:15

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Senin, 17 Feb 2020 21:01

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Senin, 17 Feb 2020 20:58

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X