Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.129 views

Bukan Periode Menikmati

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

Pelantikan telah usai, sumringah wajah Presiden dan Wakil Presiden. Berhasil melewati masa berat kompetisi dan dinamikanya. Seperti biasanya mendapat ucapan selamat sana sini.

Mungkin ada cipika cipiki segala. Undangan dari berbagai kalangan, dalam dan luar negeri tak terkecuali Wapres Cina yang menunaikan apa yang dijanjikan petinggi Partai Komunis Cina yang pernah datang berkunjung menemui Presiden dan pimpinan partai, termasuk Gerindra.

Ada kawan yang pada saat pelantikan menjadi anggota parlemen menyatakan "saatnya menikmati hasil perjuangan". Nah ia beranggapan fase perjuangan itu adalah kompetisi berat untuk mendapatkan kursi. Setelah sukses hingga pelantikan ia seperti melepas kepenatan dan memandang saatnya untuk menikmati hasil.

Lupa bahwa kursi yang diduduki adalah amanah, kepercayaan, serta titipan pemilih untuk serius memperjuangan kepentingan yang diamanatkan. Pelantikan adalah saat memulai langkah kaki di arena perjuangan. Bukan waktunya untuk memulai menikmati.

Presiden Jokowi yang untuk kedua kali menjabat semestinya lebih faham. Begitu juga dengan Kyai Ma'ruf harus lebih faham lagi karena berbekal segudang dalil baik Al Qur'an, Hadits, maupun "qaul" Ulama. Pelantikan adalah momen untuk memulai.

Ucapan selamat adalah selamat memulai. Jika dimaknai menikmati, maka dijamin tidak selamat hingga akhir. Apalagi saat pertanggungjawaban kehidupan nanti. Celaka dan penyesalan yang dipastikan akan terjadi.

Merujuk firman-Nya maka keselamatan (salaamun 'alaihi) harus tiga fase , yaitu "yauma wulida" saat dilahirkan (dilantik), "yauma yamuutu" saat dimatikan (akhir jabatan) dan "yauma yub'atsu hayya" saat pertanggungjawaban akhir (akherat).

Jika berpuas diri pada ucapan selamat saat ini saja, maka bersiaplah mengakhiri dengan buruk dan diakherat nanti menerima pembalasan pedih dari Ilahi.

Dengan gencarnya menarik investasi asing, kran impor yang dibuka lebar, pelumpuhan KPK, serta memperkuat represivitas pada lawan politik, maka patut diduga fase kedua jabatan ini adalah fase menikmati. Pidato Jokowi saat pelantikan tidak memberi harapan menyenangkan dan menenangkan rakyat pada aspek ideologis. Tak ada kekhawatiran pada kapitalisme-liberalisme dan penyusupan komunisme.

Lalu ketidakjelasan arah dan kebijakan demokratisasi. Sejauh mana aspirasi rakyat dihargai yang gelisah dengan sikap otoritarian, oligarkhis, dan tindakan represif termasuk kriminalisasi.

Demikian juga aspek relijiusitas dimana umat beragama, khususnya umat Islam, semakin samar diposisikan. Terasa terus terzalimi. Korban semburan fitnah terpapar radikalisme dan intoleransi.

Sekedar berpidato tentang infrastruktur, pengembangan ekonomi, birokrasi dan regulasi investasi, serta "mimpi" peningkatan pendapatan tahun 2045, jelas semata bertumpu pada lingkup materi. Risikonya 5 tahun ke depan Pemerintahan Jokowi akan tetap berhadapan dengan kekuatan anti materialisme, anti sekularisme, pembebasan penindasan umat beragama, serta perlawanan dari kelompok pro demokrasi termasuk mahasiswa dan lingkungan akademis. Jokowi dinilai memang tidak memberi harapan dan jawaban.

Ketika 5 tahun ke belakang dipidatokan sebagai proses yang dijalankan dan janji pada 5 tahun ke depan akan bergeser pada orientasi hasil, maka hal ini semoga bukan dimaknai oleh Jokowi dan lingkarannya bahwa 5 tahun ke depan adalah periode fase menikmati. Substansi untuk itu bisa korupsi, manipulasi, atau memperbesar hutang luar negeri.

Kita sudah muak dan mual pada basa basi pidato yang tidak bernurani. Pidato yang kering dan bebas nilai. Untung saja kita pun masih memaklumi bahwa pidato itu memang dibuat bukan oleh Jokowi.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Jum'at, 03 Jul 2020 20:35

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Jum'at, 03 Jul 2020 20:13

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Jum'at, 03 Jul 2020 19:46

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Jum'at, 03 Jul 2020 18:00

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Jum'at, 03 Jul 2020 17:05

Dari New Normal ke New Indonesia

Dari New Normal ke New Indonesia

Jum'at, 03 Jul 2020 16:47

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Jum'at, 03 Jul 2020 15:00

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Jum'at, 03 Jul 2020 12:15

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Jum'at, 03 Jul 2020 11:08

[VIDEO] DR Das'ad Latif: Ulama Jangan Alergi Politik

[VIDEO] DR Das'ad Latif: Ulama Jangan Alergi Politik

Jum'at, 03 Jul 2020 10:05

Visi Jelas, Percaya Sains dan Data Jadi Kunci Pemimpin Dunia Tanggulangi Pandemi

Visi Jelas, Percaya Sains dan Data Jadi Kunci Pemimpin Dunia Tanggulangi Pandemi

Kamis, 02 Jul 2020 22:35

PKS Desak Respon Pemerintah Atas Penolakan Publik terhadap RUU HIP

PKS Desak Respon Pemerintah Atas Penolakan Publik terhadap RUU HIP

Kamis, 02 Jul 2020 20:47

Turki Lanjutkan Deportasi Pejuang Islamic State yang Mereka Tangkap ke Negara Asal

Turki Lanjutkan Deportasi Pejuang Islamic State yang Mereka Tangkap ke Negara Asal

Kamis, 02 Jul 2020 20:45

Militer Pakistan Diduga Kerahkan 20.000 Tentara ke Perbatasan dengan India

Militer Pakistan Diduga Kerahkan 20.000 Tentara ke Perbatasan dengan India

Kamis, 02 Jul 2020 20:15

Israel Lakukan Pemisahan Rasial Pasien COVID-19 di Hotel Karantina

Israel Lakukan Pemisahan Rasial Pasien COVID-19 di Hotel Karantina

Kamis, 02 Jul 2020 19:45

Tetapkan LPH Tanpa Libatkan MUI, BPJPH Digugat Indonesia Halal Watch ke PTUN

Tetapkan LPH Tanpa Libatkan MUI, BPJPH Digugat Indonesia Halal Watch ke PTUN

Kamis, 02 Jul 2020 19:11

Menlu AS Pompeo Desak Turki Tidak Ubah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Menlu AS Pompeo Desak Turki Tidak Ubah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Kamis, 02 Jul 2020 18:00

Pentagon: Taliban Pertahankan Hubungan Dekat dengan Afiliasi Al-Qaidah

Pentagon: Taliban Pertahankan Hubungan Dekat dengan Afiliasi Al-Qaidah

Kamis, 02 Jul 2020 17:45

Pakistan Blokir Game Online PUBG Karena Berdampak Negatif

Pakistan Blokir Game Online PUBG Karena Berdampak Negatif

Kamis, 02 Jul 2020 17:15

Lupa Baca Basmalah saat Mandi Besar

Lupa Baca Basmalah saat Mandi Besar

Kamis, 02 Jul 2020 16:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X