Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.699 views

Pemberdayaan Laki-laki, Kebutuhan dan Kewajiban Negara

JENGAH. Itulah perasaan umat terhadap kehidupan kapitalisme-sekulerisme dengan berbagai problem bertumpuk yang mustahil diselesaikan. Masih saja gagasan "kesetaraan gender" dipromosikan dengan penuh kegenitan agar terlihat seksi untuk dibahas meski sebenarnya tak layak dilirik apalagi dikasih hati.

Ikut-ikutan, Jokowi mengangkat isu terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan saat berbicara pada Sesi III KTT G20 Osaka dengan tema Addressing Inequalities & Realizing an Inclusive and Sustainable World, Sabtu, 29 Juni 2019.

Terkait dengan partisipasi perempuan, Jokowi mengatakan bahwa peran perempuan di dalam ekonomi, politik dan kehidupan bermasyarakat masih jauh dari potensi yang ada. Padahal menurutnya di era berbagai tren yang dipicu digitalisasi dan globalisasi, wanita bisa lebih unggul daripada pria.

Nah, coba kita perhatikan dengan seksama gagasan gender equality ini, lalu letakkan di samping sejumlah pandangan Islam dan hukum syariah. Tampak absurd bukan?

Pandangan Islam tentang perempuan sangat khas, yakni perempuan sebagai kehormatan yang wajib dijaga, diberi jaminan perlindungan dari segala modus eksploitasi pihak manapun. Perempuan adalah sosok mulia tempat pendidikan pertama dan utama bagi generasi. Ini perkara asasi bagi jatuh bangunnya peradaban manusia. Tugas perempuan sebagai ibu dan manager rumah tangga bukan tugas remeh-temeh, bukan pekerjaan hina dan rendah.

Bagaimana mungkin perempuan diseret berlari terseok-seok bersaing dengan laki-laki dalam semua aspek kehidupan. Perempuan diberi penghargaan palsu sebagai driver of economic, penggerak ekonomi. Beban ganda bagi perempuan, menjadi tulang rusuk sekaligus menjadi tulang punggung. Sungguh melawan fitrah dan tidak manusiawi gagasan kesetaraan gender ini!

Gagasan kesetaraan gender jauh dari maslahat. Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta, Senin (6/5) menyatakan berdasarkan jenis kelamin pengangguran tertinggi ada pada laki-laki yakni 83,18 persen naik 0,17 persen poin dan perempuan hanya sebesar 55,50 persen naik 0,06 persen poin dari Februari 2018.

Sibuk-sibuk memberdayakan perempuan, ujungnya jumlah pengangguran laki-laki meningkat. Padahal program women empowering belum dikatakan sukses. Bila mencapai kondisi sukses ledakan pengangguran laki-laki pasti terjadi. Negara juga yang kesulitan mengatasi. Jika sudah begini lalu siapa yang rugi?

Lebih lagi bila berhitung social cost akibat ngotot menerapkan konsep bathil kesetaraan gender. Hancurnya institusi keluarga akibat perempuan salah lokus aktivitas. Misalnya split personality bagi generasi, narkoba merajalela, free sex menjadi life style, kriminalitas meningkat karena laki-laki pengangguran, premanisme, syndrom cinderella compleks pada perempuan.

Pun dalam kehidupan politik, atas prakarsa PBB perempuan didorong paksa dengan kuota 30 persen untuk mencapai kondisi 'ideal' planet fifty-fifty tahun 2030. Perempuan diiming-iming kursi panas menjadi penguasa pada berbagai level pemerintahan, di kota dan di desa. Seolah dipimpin laki-laki adalah aib bagi kaum perempuan. Sementara tidak ada satu bukti pun bahwasannya baik-buruknya kepemimpinan politik suatu masyarakat bergantung jenis kelamin sosial (gender).

Lihat saja di Myanmar ketika dipimpin perempuan, Aung San Suu Kyi toh justru membiarkan tak hanya laki-laki dibantai kaum ekstrimis Buddhis. Wanita, anak-anak, orang tua Rohingya turut dibasmi hanya karena mereka muslim. Sementara Hasina Wajed, Perdana Menteri Bangladesh atas alasan keamanan dan stabilitas Bangladesh menginginkan para pengungsi Rohingya segera dipulangkan ke Myanmar, padahal tidak ada jaminan keamanan bagi mereka yang dipulangkan.

Lalu kata siapa bila perempuan memimpin pemerintahan maka perempuan akan terlindungi? Di Indonesia, perempuan para penguasa daerah tak sungkan untuk korupsi dan membangun dinasti kekerabatan, para menteri perempuan juga tak empati kepada lonjakan harga cabe. Aksi jual aset BUMN sanggup juga dilakukan menteri perempuan sehingga tak hanya hajat perempuan yang tergadai, bahkan hajat hidup seluruh rakyat. Rupanya pemimpin perempuan bisa lebih 'sadis'!

Maka konsep kehidupan yang ditawarkan oleh Islam saja yang layak dan benar. Islam mengembalikan manusia baik laki-laki maupun perempuan kepada fitrah penciptaannya. Laki-laki adalah qawwam bagi perempuan, arrijaalu qowwamuuna 'alannisaa'. Laki-laki dibebani oleh Allah SWT sebagai penanggung jawab dan pemimpin untuk melindungi dan memuliakan perempuan, anak-anak, dan lansia. Sementara negara wajib bertanggungjawab memberikan jaminan kepada laki-laki agar dapat menunaikan tugas fitrah dari Tuhannya.

Negara membuat berbagai kebijakan politik untuk menciptakan lapangan kerja bagi laki-laki dan merealisir iklim usaha yang kondusif agar roda ekonomi terus berputar. Dalam Islam laki-laki wajib berdaya bahkan negara akan memaksa laki-laki untuk berdaya. Tidak ada tempat bagi laki-laki untuk bermalas-malasan menunggu rizki turun dari langit. Adalah aib bagi negara yang gagal memberdayakan laki-laki.

Pun tak penting posisi strategis kekuasaan (pemerintahan) diisi oleh laki-laki. Tidak akan muncul masalah disparitas gender sebagaimana telah digaungkan kaum feminis yang memang gagal memahami akar masalah kehidupan manusia. Sebab dalam Islam asas pemikiran politik negara bukan sekulerisme yang menyerahkan pengaturan urusan manusia pada manusia yang pasti lemah dan terbatas sekalipun berhimpun bersama.

Islam menjadikan aqidah Islam menjadi asas negara sekaligus asas bagi sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara. Laki-laki dan perempuan dipandang sama sebagai hamba Allah, tidak berbeda kecuali kadar ketakwaan mereka. Hamba yang takwa insya Allah membawa maslahat bila menerapkan sistem yang berasal dari Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (TQS. At-Taubah: 71).*

Endiyah Puji Tristanti, S.Si

Penulis dan Pemerhati Politik Islam

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Tidak Ada Tempat Bagi Pelaku Rasis di Indonesia

Tidak Ada Tempat Bagi Pelaku Rasis di Indonesia

Selasa, 20 Aug 2019 14:49

Pejuang Oposisi Mulai Mundur dari Kota Utama dan Beberapa Kota Lain di Barat Laut Suriah

Pejuang Oposisi Mulai Mundur dari Kota Utama dan Beberapa Kota Lain di Barat Laut Suriah

Selasa, 20 Aug 2019 14:15

Ada yang Coba Merusak Kerukunan Umat (Rakyat) di Indonesia

Ada yang Coba Merusak Kerukunan Umat (Rakyat) di Indonesia

Selasa, 20 Aug 2019 13:49

Bahayanya Islamofobia dan Ketidakadilan

Bahayanya Islamofobia dan Ketidakadilan

Selasa, 20 Aug 2019 13:49

Memaknai Kemerdekaan

Memaknai Kemerdekaan

Selasa, 20 Aug 2019 13:00

Pejuang IS, 'Jihadi Jack', Berharap Kanada Bawa Dia Keluar dari Penjara Kurdi

Pejuang IS, 'Jihadi Jack', Berharap Kanada Bawa Dia Keluar dari Penjara Kurdi

Selasa, 20 Aug 2019 10:30

Bahrain Akan Bergabung dengan Upaya AS untuk Melindungi Navigasi Laut Teluk

Bahrain Akan Bergabung dengan Upaya AS untuk Melindungi Navigasi Laut Teluk

Selasa, 20 Aug 2019 09:05

Ashabul Kafe

Ashabul Kafe

Selasa, 20 Aug 2019 03:11

Cinta Monyet Memicu Aksi Kekerasan

Cinta Monyet Memicu Aksi Kekerasan

Selasa, 20 Aug 2019 00:00

Pasca Penggulingan Al-Bashir, Krisis Ekonomi di Sudan Jadi Semakin Parah

Pasca Penggulingan Al-Bashir, Krisis Ekonomi di Sudan Jadi Semakin Parah

Senin, 19 Aug 2019 23:49

Turki Copot Tiga Walikota Pro-Kurdi

Turki Copot Tiga Walikota Pro-Kurdi

Senin, 19 Aug 2019 23:40

Afghanistan Hentikan Perayaan Kemerdekaan Pasca Pembantaian di Pesta Pernikahan

Afghanistan Hentikan Perayaan Kemerdekaan Pasca Pembantaian di Pesta Pernikahan

Senin, 19 Aug 2019 22:30

Suriah Sebut Konvoi Turki Masuki Idlib untuk Bantu Pejuang Oposisi

Suriah Sebut Konvoi Turki Masuki Idlib untuk Bantu Pejuang Oposisi

Senin, 19 Aug 2019 22:21

Thailand Tolak Tuntutan Kelompok Pejuang Muslim Melayu untuk Membebaskan Para Tahanan

Thailand Tolak Tuntutan Kelompok Pejuang Muslim Melayu untuk Membebaskan Para Tahanan

Senin, 19 Aug 2019 22:15

Pasukan Pemerintah Libya Tembak Jatuh Drone Bersenjata Milik UEA di Kota Misrata

Pasukan Pemerintah Libya Tembak Jatuh Drone Bersenjata Milik UEA di Kota Misrata

Senin, 19 Aug 2019 21:49

Pasukan Rezim Suriah Mulai Dekati Khan Sheikhoun dari Idlib

Pasukan Rezim Suriah Mulai Dekati Khan Sheikhoun dari Idlib

Senin, 19 Aug 2019 21:46

FBI Klaim Gagalkan Serangan 'Supremasi Kulit Putih' di Pusat Yahudi

FBI Klaim Gagalkan Serangan 'Supremasi Kulit Putih' di Pusat Yahudi

Senin, 19 Aug 2019 21:43

Tanggapan atas Pelaporan UAS Terkait Konten Ceramah Agama

Tanggapan atas Pelaporan UAS Terkait Konten Ceramah Agama

Senin, 19 Aug 2019 21:08

Trump akan Masukkan Anti Fasis Sebagai Kelompok Teror Domestik

Trump akan Masukkan Anti Fasis Sebagai Kelompok Teror Domestik

Senin, 19 Aug 2019 21:08

Sudan Tunda Pembentukan Dewan Kedaulatan

Sudan Tunda Pembentukan Dewan Kedaulatan

Senin, 19 Aug 2019 20:39


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 18/08/2019 20:01

Muda Foya-foya, Mati Masuk Syurga?