Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
962 views

Pengaruh Neo-Liberalisme Terhadap Kebijakan Pemerintah

Oleh: Annisa Rahma S.

(Mahasiswa Fisip Ilmu Hubungan Internasional Unpas Bandung)

Pemerintah tengah merevisi aturan terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Rencananya, dalam aturan tersebut akan dibuat beberapa insentif untuk menarik tenaga pendidik asing mengajar di Indonesia. Menurut Sekretaris Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, revisi aturan tersebut akan memberikan insentif di bidang jasa, seperti pendidikan, ekonomi kreatif, dan kesehatan.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Ellen Setiadi pun menambahkan, revisi dilakukan guna menarik investor masuk. Pasalnya saat ini sudah ada 12 KEK yang beroperasi namun masih dinilai kurang kinerjanya. Ellen menjelaskan nantinya revisi juga membahas untuk pajak orang pribadi luar negeri seperti dosen asing. Pihaknya pun masih menghitung perpajakannya agar tidak merugikan di waktu depan.

Fakta lain yang terjadi dan tentu tidak kalah menarik adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, melepas 45 orang delegasi mahasiswa Indonesia yang akan melaksanakan kunjungan ke China mulai 15 hingga 21 Juni 2019. Kunjungan mahasiswa Indonesia tersebut merupakan respon terhadap undangan pemerintah China yang disampaikan melalui Kedutaan Besar China di Jakarta kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan surat tertanggal 12 Februari 2019.

Seperti yang kita ketahui dalam Studi Hubungan Internasional terdapat beberapa paradigma, dan salah satunya adalah Neo-Liberalisme.

Seperti persfektif Neoliberalisme Institusionalisme seperti yang ditulis oleh Erns B. Haas berjudul Beyond the Nation State : Functionalism and Internasional Organizasion (1964), menyatakan bahwa kecenderungan negara untuk terlibat dalam perang antar-negara dapat diredam dengan cara melakukan berbagai aktivitas yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan yang tidak lagi dilakukan oleh para politisi melainkan dilakukan oleh kaum profesional di bidang teknik atau ekonomi. Dengan kata lain, kerja sama saling menguntungkan akan terwujud apabila lebih melibatkan kaum profesional daripada politisi.

Karya penting lainnya yang juga dikenal sebagai pembawa Neoliberalisme Institusionalisme adalah karya kolaboratif dari Robert Keohane dan Joseph Nye berjudul Powerand Interdepedence (1977). Karya yang muncul pada saat masyarakat dunia sedang menikmati stabilitas relatif di bawah kepemimpinan atau hegemoni Amerika Serikat ini memperkenalkan istilah Interdepedence (saling ketergantungan) yang mendominasi hubungan antar negara, di mana negara-negara di dunia saling terikat dalam hubungan ekonomi, keuangan, dan teknologi yang saling menguntungkan (mutual benefit) manakala ancaman perang terbuka atau agresi militer semakin berkurang.

Terciptanya perdamaian dengatif (Negatif Peace) dalam suasana Perang Dingin, menurut Keohane dan Nye, memberikan kesempatan bagi banyak warga negara di dunia, terutama kelompok negara-negara berkembang untuk menjalin hubungan saling ketergantungan di berbagai sektor, khususnya perdagangan, investasi, energi, teknologi, dan sebagainya.

Hal-hal yang dikemukakan tersebut oleh pemikir Neoliberalism, dapat kita telaah atau bahkan menjadi kunci pembuka pemikiran untuk mengkritisi apa yang menjadi kebijakan pemerintah Indonesia yang tentu akan mempengaruhi perilaku rakyatnya, bahkan sampai kepada tahap pemahaman, yang kemudian lambat laun akan merusak jati diri bangsa Indonesia yang lekat dengan umat beragama, terkhusus Islam.

Dalam hal ini terlihat bahwa kebijakan-kebijakan tersebut seperti melenakan dan akan menguntungkan, namun lagi-lagi hal itu dapat dipatahkan dengan melihat sebab akibat yang menjadi suatu kebijakan tersebut, yaitu hanya berdasar kepada kepentingan semata yang justru malah merugikan umat di dunia.

Dengan adanya tenaga pendidik Asing ataupun dalam bidang lainnya seperti Kesehatan dan teknologi, itu akan sangat merugikan rakyat Indonesia yang tentu belum siap dengan persaingan tersebut, meskipun tenaga asing dibatasi oleh waktu, namun tetap hal itu akan mempengaruhi tingkat pengangguran di Indonesia, karena banyaknya WNA yang masuk silih berganti.

Terlebih paham yang ditularkan oleh tenaga pendidik tersebut tentulah akan menjadi sebuah pemahaman baru untuk rakyat Indonesia. Dan sangat terlihat jelas ketika terdapat sebuah Undangan dari China untuk mahasiswa/i Indonesia agar berkunjung ke negaranya, membuktikan bahwa pemikiran Neoliberalisme tersebut sudah mulai merasuki birokrasi di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bahwa itu semua bagaikan fatamorgana yang tentu tidak akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan atau mensejahterakan, karena apa yang menjadi suatu kebijakan tidak berasal dari aturan yang sudah seharusnya. Lagi-lagi berasal dari sebuah pemikiran manusia yang begitu beragam, yang tidak akan pernah menemukan titik keseimbangan yang tepat.

Lain hal dengan aturan yang sudah mutlak dari sang pencipta, Allah Subhanahuwata’ala, yang tentu tau akan segala hal yang terbaik untuk ciptaannya. Begitu juga dengan kebijakan-kebijakan mengenai Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, bahkan Teknologi yang tentu ketika diambil dari pedoman yang seharusnya dalam hal ini Al-Qur’an dan As-Sunnah maka tentu akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Hal ini terbukti dengan melihat sejarah-sejarah yang murni tanpa manipulasi yang diubah oleh para penulisnya, bahwa sejarah yang sesungguhnya mengatakan kebijakan di suatu negara sangatlah makmur, adil, dan tentram, yaitu negara yang tentu menerapkan sistem Islam selama lebih dari 13 Abad, yakni Khilafah Islamiyah telah membuktikan bahwa sistem yang dianutnya adalah satu-satunya pemerintahan yang layak diterapkan di Dunia. Wallahu a‘lam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X