Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.615 views

Harga Tiket Pesawat Tinggi, Maskapai Asing Jadi Solusi?

HARGA tiket pesawat yang melambung, membuat masyarakat jadi bingung. Akibatnya agenda mudik, atau balik kampung jadi urung. Sebab harga tidak terjangkau dengan daya beli masyarakat saat ini. Sedangkan transportasi udara, sejatinya menjadi pilihan praktis, cepat dan aman bagi mereka.Maskapai penerbangan pun menjadi lebih sepi, pemerintah dituntut agar segera mengatasi. Sehingga tiket pesawat kembali bisa terbeli. Belum ada solusi jitu dari para menteri, hingga tercetus wacana dari Presiden Jokowi. Yang rencananya akan mengundang maskapai asing, untuk membuka rute domestik. Supaya konsumen memiliki banyak pilihan. Yang akan berdampak, turunnya harga tiket pesawat agar semakin terjangkau.

Namun rencana ini justru mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Yang meminta agar kebijakan yang diambil pemerintah, juga mempertimbangkan aspek kepentingan nasional. Wacana mendatangkan maskapai asing, untuk menggarap rute domestik. Menjadi wujud ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola bisnis penerbangan dalam negeri. Seakan berlepas tangan atas kekisruhan yang ditimbulkan, berharap pihak asing bisa menyelesaikan masalah ini. Padahal, bisa-bisa malah akan merugikan dalam jangka waktu panjang.

Pengamat penerbangan Cheppy Hakim menyebutkan, bahwa rencana mendatangkan maskapai asing untuk melayani penerbangan domestik, bertentangan juga bertabrakan dengan dengan artikel tujuh konvensi Chicago 1944. Yang menyebutkan bahwa negara memiliki hak untuk menolak.

"Gambaran sederhananya, kalau kita undang maskapai asing. Itu simbolisasi atau refleksi bahwa kita tidak punya kemampuan mengelola. Kenapa undang maskapai asing kalau kita bisa." Ungkap Cheppy di Jakarta belum lama ini. OkeFinance. Koran SINDO(15/6)

Selain itu, pengamat penerbangan Alvin Lie juga turut menanggapi hal ini. Menurutnya, apa yang direncanakan Presiden Jokowi itu bertentangan dengan asas cabotage (kedaulatan negara) dan UU no 1 Tahun 2009. Dia katakan, sejauh ini tidak ada negara yang mengijinkan maskapai asing melayani rute domestik. Sekalipun negara Amerika yang terkenal liberal, tidak mengijinkan hal demikian.

"Kalau mengizinkan maskapai asing melayani rute domestik berarti pemerintah telah menggadaikan kedaulatan kita. Negara mana pun di dunia termasuk Amerika yang paling liberal itu tidak mengizinkan maskapai asing melayani rute domestiknya. Kalau (rute) internasional silakan. Kalau domestik coba negara mana yang mengizinkan? Tidak ada satu pun negara yang mengizinkan," paparnya.

Kalaupun ada maskapai asing beroperasi di negeri ini, Maskapai tersebut harus berbadan hukum Indonesia. Contohnya Air Asia dari negeri Malaysia, bisa beroperasi di Indonesia. Tapi dengan porsi kepemilikan Indonesia lebih besar. Sudah berbeda dengan Air Asia yang ada di Malaysia. Merdeka.com (12/6)

Melibatkan pihak asing untuk melayani hajat hidup masyarakat, bukan langkah yang tepat. Pemerintah sebagai otoritas yang diamanahi urusan rakyat, seharusnya bertanggung jawab penuh. Melayani dan memenuhi hajat hidup seluruh rakyatnya. Namun paradigma neolib kapitalistik, menjadi sebab pengelolaan layanan publik yang buruk. Kepentingan rakyat bukan lagi prioritas, sebab layanan publik telah menjadi industri dan bisnis bagi kalangan atas. Negara hanya menjadi regulator, bahkan bertindak sebagai perusahaan yang menjadikan rakyat sebagai konsumen/pasar. Dimana rakyat harus membayar mahal, dari jerih payah sendiri atas pelayanan yang merupakan hak mereka. Termasuk dalam hal transportasi umum.

Tidak ada solusi yang lebih baik, selain kembali kepada sistem Islam. Dimana negara (Khilafah) akan memenuhi hak umat akan layanan publik. Dengan fasilitas terbaik, dengan harga semurah mungkin bahkan gratis. Sebab fungsi negara adalah sebagai penegak agama dan pengurus rakyat, menggembala umat, dalam tuntunan syariat. Untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.

Dalam sektor transportasi kepemimpinan Islam memiliki paradigma shahih yang akan dijalankan. Bahwa transportasi publik bukan jasa komersial, tetapi menjadi hajat hidup yang mendasar bagi kehidupan manusia. Karenanya negara harus bertanggung jawab langsung, menjamin setiap individu mendapatkan akses tersedianya transportasi, yang murah atau gratis, aman, nyaman, dan manusiawi. Islam melarang transportasi umum, atau fasilitas umum dikuasai oleh individu, entitas bisnis tertentu apalagi oleh kafir penjajah.

Jalanan umum tidak boleh dijadikan sumber pemasukan. Maka, negara wajib menyediakan anggaran mutlak, untuk menyediakan transportasi publik, sebab ketiadaannya bisa menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakat. Sumber dananya berasal dari barang tambang  yang dikelola sendiri oleh negara, dan hasilnya diperuntukkan untuk kebutuhan rakyat. Pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum, mengacu pada politik dalam dan luar negeri khilafah. Sehingga tidak ada agenda hegemoni asing didalamnya.

Dan yang utama, keamanan setiap jiwa  harus dijamin, sebab mengabaikan satu nyawa sama halnya mengabaikan seluruh nyawa manusia. Aturan harus dibuat sederhana, pelayanan yang cepat, serta didukung tenaga kerja yang capable. Begitulah cara Khilafah meriayah umat dari segi transportasi. Baru satu sektor saja sudah luar biasa. Apalagi sektor yang lain, termasuk didalamnya menjaga akidah dan ketaqwaan umat Islam. Tidak rindukah kita akan tegaknya?

Jika saja pemerintah atau penguasa mau mencontoh kebijakan Rasulullah Shalallahu  alaihi wasalam dan para sahabat, tentulah keadilan akan tegak. Dan kesejahteraan akan dirasakan seluruh rakyat. Contoh kecil yang bisa dilihat, negara tetangga kita Brunei Darussalam yang berusaha menerapkan syariat Islam. Keberkahan dan kemakmuran Allah berikan. Itu baru sebuah negara kecil, bagaimana jika diberlakukan secara global? Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala membuka pintu hidayah bagi pemerintah. Sehingga mereka menyadari akan tugas sejati, sebagai pengurus rakyat. Rakyat adalah amanah yang diberikan oleh Allah kepada pemimpin negara. Sebagimana diriwayatkan dalam hadits berikut ini :

Al-Hasan berkata, Ubaidillah bin Ziyad menjenguk Ma’qal bin Yasar ra., ketika ia sakit yang menyebabkan kematiannya, maka Ma’qal berkata kepada Ubaidillah bin Ziyad, “Aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang telah dengar dari Rasulullah shalallahu alaihi wasalam., aku telah mendengar Nabi shalallahu alaihi wasalam . bersabda, “Tiada seorang hamba yang diberi amanat rakyat oleh Allah lalu ia tidak memeliharanya dengan baik, melainkan Allah tidak akan merasakan padanya harumnya surga (melainkan tidak mendapat bau surga) HR. Bukhari. Wallahu a'lam bishawab.* Dini Azratinggal di Malang, Jawa Timur

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

Latest News
Tatkala Peran Media Dipertanyakan?

Tatkala Peran Media Dipertanyakan?

Selasa, 16 Jul 2019 15:00

Irak Deportasi 33 Anak-anak Islamic State ke Rusia

Irak Deportasi 33 Anak-anak Islamic State ke Rusia

Selasa, 16 Jul 2019 09:56

Perjuangkan Keadilan, Ijtima Ulama IV Bakal Digelar

Perjuangkan Keadilan, Ijtima Ulama IV Bakal Digelar

Selasa, 16 Jul 2019 09:18

Mardani: Berjenggot, Bercadar, Jika Berani Berantas Korupsi, Silahkan Dipilih untuk KPK

Mardani: Berjenggot, Bercadar, Jika Berani Berantas Korupsi, Silahkan Dipilih untuk KPK

Selasa, 16 Jul 2019 08:58

Peringati 3 Tahun Kudeta yang Gagal, Erdogan Nyatakan 15 Juli Sebagai Libur Nasional

Peringati 3 Tahun Kudeta yang Gagal, Erdogan Nyatakan 15 Juli Sebagai Libur Nasional

Selasa, 16 Jul 2019 08:25

Laporan: Hamas Gunakan Whatsapp untuk Dapatkan Informasi Intelijen

Laporan: Hamas Gunakan Whatsapp untuk Dapatkan Informasi Intelijen

Selasa, 16 Jul 2019 08:17

Munarman: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3

Munarman: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3

Selasa, 16 Jul 2019 08:01

Dikritik Pendukung karena Bertemu Jokowi, Ini Kata Prabowo

Dikritik Pendukung karena Bertemu Jokowi, Ini Kata Prabowo

Senin, 15 Jul 2019 22:29

Dua Garis Biru, Promo Seks Bebas dalam Balutan Film?

Dua Garis Biru, Promo Seks Bebas dalam Balutan Film?

Senin, 15 Jul 2019 22:28

Militer Israel Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah untuk Melacak Warga Palestina

Militer Israel Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah untuk Melacak Warga Palestina

Senin, 15 Jul 2019 22:05

Tuntutan LGBT, Isyarat Kematian Demografi di Jepang?

Tuntutan LGBT, Isyarat Kematian Demografi di Jepang?

Senin, 15 Jul 2019 22:03

Mesir Tahan Seorang Wanita Warga Negara AS atas Karena Kritik Presiden Al-Sisi

Mesir Tahan Seorang Wanita Warga Negara AS atas Karena Kritik Presiden Al-Sisi

Senin, 15 Jul 2019 21:35

Soal Pidato Jokowi, Fahri Singgung Orde Baru

Soal Pidato Jokowi, Fahri Singgung Orde Baru

Senin, 15 Jul 2019 21:29

Jihad Islam Kecam Libanon Karena Targetkan Buruh Palestina

Jihad Islam Kecam Libanon Karena Targetkan Buruh Palestina

Senin, 15 Jul 2019 21:00

Gusar Pidato Kemenangan Jokowi, Fahri Tantang Kaum Liberal Bicara

Gusar Pidato Kemenangan Jokowi, Fahri Tantang Kaum Liberal Bicara

Senin, 15 Jul 2019 20:29

Serangan Udara Koalisi Arab Tewaskan 10 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Saada

Serangan Udara Koalisi Arab Tewaskan 10 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Saada

Senin, 15 Jul 2019 20:15

SOHR: Rezim Suriah Hancurkan 20 Rumah Sakit dan Pusat Medis di Idlib dan Hama

SOHR: Rezim Suriah Hancurkan 20 Rumah Sakit dan Pusat Medis di Idlib dan Hama

Senin, 15 Jul 2019 19:00

Rebutan Kursi Menteri, Rebutan Kue Kekuasaan

Rebutan Kursi Menteri, Rebutan Kue Kekuasaan

Senin, 15 Jul 2019 14:53

Hal yang Mustahil Pascapertemuan Prabowo dengan Jokowi

Hal yang Mustahil Pascapertemuan Prabowo dengan Jokowi

Senin, 15 Jul 2019 14:05

Film

Film "Dua Garis Biru", Promosi Seks Bebas atau Seks Edukasi?

Senin, 15 Jul 2019 13:46


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X