Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.598 views

Diskualifikasi

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

Kartu merah layak diberikan kepada KPU dan Capres pasangan Jokowi-Ma'ruf. Artinya get out! Buruk dan kasar permainannya sehingga membahayakan lawan.

Penonton disuguhi tontonan kecurangan bukan permainan yang menjunjung tinggi sportivitas dan "fairness". Sulit membedakan tinju, kick boxing, atau sepakbola. Yang terjadi sepak suara. Suara dioper oper. Orang gila boleh ikut menyepak di lapangan.

Kotak gawang kardus digigit gigit si gila jadi rusak tak berguna. Sementara wasit berpihak dan melindungi orang gila. Wasit ternyata gila juga. 25 Trilyun uang rakyat dihamburkan untuk permainan tak bermutu, menipu, bahkan mematikan. Berdarah darah lagi.

Ijtima Ulama III di Jakarta setelah menelaah kecurangan Paslon Capres/Wapres No 01 memutuskan pada salah satu butir pernyataannya adalah mendesak agar Pasangan Jokowi Ma'ruf di "diskualifikasi" karena terjadi kecurangan terstruktur, sistematik dan masif. Akibat permainan tak sehat maka berakibat angka suara yang tidak benar. Suara 01 menggelembung suara 02 menguap lalu diumumkannya pun di malam yang gelap ketika rakyat tertidur lelap.

Pengaduan ke Bawaslu hasil di awal bagus dengan diputuskan KPU salah dalam urusan lembaga survey "quick count" dan mekanisme situng "low count", namun buruk pada putusan yang berhubungan dengan kecurangan terstruktur, sistematik dan masif. Tuntutan "diskualifikasi" untuk Pasangan No 01 tidak dikabulkan. Keputusan Bawaslu yang menghukum KPU pun diabaikan oleh KPU.

Kini di Mahkamah Konstitusi tuntutan "diskualifikasi" diajukan kembali dengan dasar dan argumentasi hukum yang lebih sistematik, jelas dan detail. Publik banyak yang baru sadar akan kecurangan petahana untuk memenangkan Pilpres ini. Segala cara digunakan termasuk yang "diharamkan". Suap, penyalahgunaan APBN, manipulasi dana kampanye, serta rangkap jabatan. Gelembung angka sudah pasti.

Hakim sedang diuji kualitas, kejujuran, serta tanggungjawab moralnya pada bangsa dan negara. Kebenaran hukum berbedakah dengan kebenaran hati nurani atau kebenaran Ilahi ? Kebenaran hukum sejalankah dengan keadilan? Kebenaran apa yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi dalam perselisihan hasil pemilu.

Kualitatif atau kuantitatif. Majelis Kalkulatorkah ia? Hukum perdata mencari kebenaran formiel, hukum pidana menggali kebenaran materiel, hukum administrasi mendasarkan pada kebenaran proseduriel. Lalu MK pada kebenaran apa ? Disini ruang interpretasi terbuka bagi para Hakim. Inovasi dan penggalian nilai-nilai lebih luas. Kebenaran konstitusional tentu sebagai dasar dari kewenangan dan pertimbangan.

Idealnya putusan adalah hasil musyawarah dan mufakat sembilan anggota Majelis. Jangan seperti skor sepakbola 5-4 atau 6-3 atau berapapun. Di tingkat Keputusan tak elok jika kuantitatif dikedepankan. Kondisi saat ini spesifik karena vonis yang keliru akan berdampak sistemik. Kondisi bangsa dan negara adalah pertaruhannya. Rezim sedang sakit dan bermasalah.

Pilihan nampaknya bisa antara diskualifikasi, pemilu ulang atau menolak gugatan. Untuk putusan "aman" bagi MK maka tentu pemilu ulang. Namun terbayang cost dan enerji yang terbuang. Belum lagi dengan KPU dan Bawaslu seperti ini ya sama saja hasilnya bisa bermasalah. Jika menolak gugatan dengan alasan sederhana Majelis fokus pada perselisihan angka, kecurangan itu soal pidana, TSM sudah diputus Bawaslu, maka ini sama dengan menyederhanakan kewenangan MK sendiri. Juga bertentangan dengan rasa keadilan.

Diskualifikasi memiliki alasan yang kuat. Di samping rangkap jabatan BUMN yang dilanggar Cawapres 01, juga berbagai dalil gugatan 02 cukup menggambarkan "kelicikan" atau "kecurangan" pasangan 01 yang jika ditoleransi akan terjadi pengulangan pada setiap pemilu Pilpres. Ini berbahaya. Putusan tegas MK akan mencegah bahaya ke depan.

Tanggungjawab MK pada amanat Konstitusi dan sikap yang "hanya takut pada Allah SWT" dapat menyebabkan MK berani untuk menyatakan bahwa pasangan 01 itu pantas didiskualifikasi. Rasa keadilan mendasari kebenaran hukum. Diskualifikasi!  [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Dandim yang Terdzalimi

Dandim yang Terdzalimi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:55

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:32

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Jum'at, 18 Oct 2019 11:10

Keangkuhan Jenderal

Keangkuhan Jenderal

Jum'at, 18 Oct 2019 10:46

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Jum'at, 18 Oct 2019 10:18

Prabowo yang Semakin Jauh

Prabowo yang Semakin Jauh

Jum'at, 18 Oct 2019 08:42

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Jum'at, 18 Oct 2019 04:39

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Kamis, 17 Oct 2019 23:31

Kampus yang Diobok-obok

Kampus yang Diobok-obok

Kamis, 17 Oct 2019 22:36

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 22:15

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut  Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 21:45

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

Kamis, 17 Oct 2019 21:30

Penyanyi Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Penyanyi Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 21:15

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Kamis, 17 Oct 2019 20:41

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Kamis, 17 Oct 2019 19:31

Laporan: Israel, Yordania dan Palestina Perkirakan Hamas Akan Menangkan Pemilu

Laporan: Israel, Yordania dan Palestina Perkirakan Hamas Akan Menangkan Pemilu

Kamis, 17 Oct 2019 18:30

2 Pejuang IS Asal Belgia Meloloskan Diri dari Kamp Tahanan di Suriah Utara

2 Pejuang IS Asal Belgia Meloloskan Diri dari Kamp Tahanan di Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 17:15

AS Bom Gudang Penyimpanan Amunisi Milik Sendiri di Kobani Suriah Utara

AS Bom Gudang Penyimpanan Amunisi Milik Sendiri di Kobani Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 16:15

Membaca Surat Al-Ikhlas dan An-Nas di Shalat Dhuha, Boleh?

Membaca Surat Al-Ikhlas dan An-Nas di Shalat Dhuha, Boleh?

Kamis, 17 Oct 2019 14:00

KH Tengku Zulkarnain Sebut Abu Janda Hina KH Ma'ruf Amin

KH Tengku Zulkarnain Sebut Abu Janda Hina KH Ma'ruf Amin

Kamis, 17 Oct 2019 11:43


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X