Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.396 views

Bahaya Industri Game, Ironi Making Indonesia 4.0

"Making Indonesia 4.0” adalah slogan yang diluncurkan Kementerian Perindustrian. Dengan slogan ini diharapkan Indonesia bisa berjalan beriringan dengan negara-negara lain di dunia yang sudah lebih dulu mengadopsi Revolusi Industri (RI) 4.0, sehingga Indonesia yang maju bisa diwujudkan. Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara “Indonesia Creative Cities Network” di Bandung beberapa waktu lalu. Jokowi menyebut Bandung sebagai kota yang paling siap dan terdepan di Indonesia dalam mewujudkan RI 4.0. Dan yang paling banyak merespon RI 4.0 adalah anak muda. 

Pemerintah berorientasi penerapan RI 4.0 ini bisa dimasukkan dalam kurikulum sekolah agar para pelajar mampu menghadapi tantangan RI 4.0 ini. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Generasi muda kita saat ini justru menjadi obyek (target sasaran) RI 4.0, bukan sebagai subyek (penentu).

Mereka kini menjadi sasaran empuk industri game. Ironisnya, Pemerintah malah mendukung turnamen e-sport/gaming Piala Presiden. Pemerintah menutup mata betapa banyak generasi milenial yang rusak akibat e-sport, gaming, juga konten maksiat. Sudah banyak jatuh korban yang membutuhkan pertolongan, tapi sampai saat ini belum ada rumah sakit atau praktisi medis yang menyiapkan rehabilitasi para pecandu game. 

Inilah akibat jika kemajuan teknologi tidak didasari aqidah yang shahih. Teknologi yang seharusnya membawa kemaslahatan justru menjadi ancaman yang berbahaya bagi manusia. Teknologi yang seharusnya menjadi wasilah untuk terwujudnya rahmat bagi seluruh alam, namun dalam kendali sistem kapitalisme yang memiliki landasan sekulerisme, kemajuan teknologi dimaknai sebagai sarana untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran biaya sekecil-kecilnya. Akhirnya, Revolusi Industri 4.0 di negeri ini jauh panggang dari api, tidak memberi kemaslahatan bagi masyarakat. 

Negara tak mampu melindungi warganya dari serangan industri game global. Tidak ada regulasi yang membatasi industri game, bahkan sebaliknya didukung pemerintah sebagai industri kreatif yang lebih menggiurkan keuntungannya daripada industri film, yaitu mencapai lebih dari Rp 10 trilyun per tahun. Sebuah angka yang membelalakkan mata serakah kapitalisme. Industri media yang memanfaatkan kemajuan teknologi RI 4.0 sungguh dianggap sebagai sumber pundi-pundi emas negara-negara kapitalis yang mengendalikan bisnis ini. Ini bentuk penjajahan gaya baru, yang menjadikan negara-negara Muslim sebagai target market mereka. 

Pernahkah kita bayangkan bagaimana masa depan negeri ini?  Kita bisa saksikan bagaimana dalam sehari saja ribuan bahkan lebih konten-konten negatif menyerang generasi muda dan usia produktif, termasuk di dalamnya game dan e-sport. Dampak kecanduan sudah mewabah, hingga mengakibatkan gangguan mental. 

Game dan medsos dianggap bertanggung jawab terhadap maraknya kriminalitas, kekerasan, dan pergaulan bebas. Bahkan tragedi di Selandia Baru beberapa waktu lalu disinyalir terinspirasi permainan game online. Di dalam negeri sendiri pun tak kalah mengenaskan kisah-kisah para korban kecanduan medsos dan game online.  Ada yang orang tuanya harus membayar tagihan jutaan rupiah, ada yang sampai masuk rumah sakit jiwa, ada yang putus sekolah, drop out dari kampus ternama, dan lain-lain. 

Semua ini membutuhkan solusi segera, dan tidak ada cara lain selain harus melibatkan tiga pilar dalam masyarakat, yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran negara. Di tangan individu yang bertakwa, teknologi akan memberi output yang baik bagi diri dan lingkungannya. Untuk itu, tidak bisa tidak generasi muda kita harus terbina akal dan jiwanya dengan Islam. Kemudian, dakwah berjalan di tengah masyarakat sebagai kontrol. Negara pun memegang peran penting sebagai pengendali demi melindungi rakyatnya. Tentu tugas ini tidak dapat dilakukan oleh negara yang tidak berideologi kuat dan benar. Tugas ini hanya bisa dilakukan oleh negeri yang menerapkan Islam secara kaffah. 

Masihkah kita berharap pada sistem kapitalis liberal ini untuk menyelamatkan generasi? atau menunggu hari demi hari generasi kita rusak pemikiran dengan jiwanya? Justru sistem yang diterapkan di negri kita saat ini adalah biang kerok semua masalah ini. Kerusakan sudah nyata, Allah mengingatkan kita agar segera kembali kepada islam, membina generasi, anak-anak kita dengan islam agar terbentuk kepribadian islam yang mampu membentengi akal & jiwa mereka dari arus liberalistik.. 

Jangan terbawa arus hasutan barat kaum liberal, dan islamphobia tentang wajah buruk sistem Islam Bukalah mata siapa sesungguhnya pembuat kerusakan? Padahal sesungguhnya pemimpin Islam hadir sebagai perisai rakyatnya, menjaga agar tidak ada celah sedikitpun yang bisa merusak aqidah sudah tentu termasuk game dan konten negatif. Pemimpin Islam memiliki departemen media yang bertugas mengawasi dari media yang tak sesuai syariat. Kita diam pada sesuatu yang jelas bahayanya seperti industri game online, tapi kita takut dan merasa terancam dengan sesuatu yang mungkin kita belum mengenalnya. Kepemerintahan Islam sesuatu yang kita lupakan. Hari ini tumbuh gelombang di dunia untuk mengembalikannya seiring kegagalan kapitalisme membentuk tata dunia baru yang damai sejahtera. wallahu'alam bish shawab.*

Rengganis Santuka

Ibu rumah tangga tinggal di Bandung, Jawa Barat 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
3 Bentuk Kurban Untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

3 Bentuk Kurban Untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

Jum'at, 19 Jul 2019 15:00

Argentina Bekukan Aset Serta Nyatakan Kelompok Syiah Hizbullah Sebagai Teroris

Argentina Bekukan Aset Serta Nyatakan Kelompok Syiah Hizbullah Sebagai Teroris

Jum'at, 19 Jul 2019 14:10

Grasi Bagi Pedofili, Angin Surga Bagi Pemangsa

Grasi Bagi Pedofili, Angin Surga Bagi Pemangsa

Jum'at, 19 Jul 2019 14:05

Menlu Israel dan Bahrain Adakan Pertemuan Publik Pertama di AS

Menlu Israel dan Bahrain Adakan Pertemuan Publik Pertama di AS

Jum'at, 19 Jul 2019 13:54

Bom di Dekat Universitas Kabul Tewaskan 8 Orang

Bom di Dekat Universitas Kabul Tewaskan 8 Orang

Jum'at, 19 Jul 2019 13:37

Kapal Perang AS Hancurkan Drone Iran di Selat Hormuz

Kapal Perang AS Hancurkan Drone Iran di Selat Hormuz

Jum'at, 19 Jul 2019 13:31

PBB: Booming Kejahatan Transnasional Pengaruhi Destabilisasi di Asia Tenggara

PBB: Booming Kejahatan Transnasional Pengaruhi Destabilisasi di Asia Tenggara

Jum'at, 19 Jul 2019 13:30

Lagi, Menyoal MOS Berujung Maut

Lagi, Menyoal MOS Berujung Maut

Jum'at, 19 Jul 2019 13:02

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Jum'at, 19 Jul 2019 09:34

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Jum'at, 19 Jul 2019 08:17

Bisnis yang Membunuh

Bisnis yang Membunuh

Jum'at, 19 Jul 2019 07:32

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Jum'at, 19 Jul 2019 07:20

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jum'at, 19 Jul 2019 06:40

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Jum'at, 19 Jul 2019 05:45

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Jum'at, 19 Jul 2019 04:46

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Jum'at, 19 Jul 2019 03:49

Sepele Makanan

Sepele Makanan

Jum'at, 19 Jul 2019 02:37

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Kamis, 18 Jul 2019 22:33

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Kamis, 18 Jul 2019 22:26

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Kamis, 18 Jul 2019 21:18


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X