Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.669 views

Penggantian Istilah Kafir, Mendangkalkan Akidah Islam

 

Oleh:

Winda Harwindani*

 

DALAM sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, akhir Februari lalu,  NU melontarkan gagasan agar non-Muslim, tidak lagi disebut kafir. Menurut mereka para kiai berpandangan bahwa penyebutan kafir dapat menyakiti para non Muslim di Indonesia, karena dianggap mengandung unsur kekerasan teologis. Oleh karena itu, para kiai menghormati untuk tidak menggunakan kata kafir tetapi muwathinun atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain.

Gagasan tersebut mendapat dukungan yang nyata dari rezim penguasa. Melalui Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, menyatakan geram terhadap perilaku sebagian kelompok yang gemar mengkafirkan kelompok lainnya hanya karena berbeda keyakinan. Menurutnya, hal tersebut tidak pantas diributkan karena Indonesia bukanlah negara agama. Persatuan Gereja Indonesia (PGI), pun menyambut positif  dan beranggapan, penggunaan istilah kafir terhadap seseorang dapat menimbulkan diskriminatif dan stigmatisasi. Dukungan juga datang dari kalangan liberal seperti Said Agil Siradj, Ulil Absor Abdala serta pihak lainnya yang mempunyai andil besar dari lahirnya keputusan tersebut.

Namun kecaman pun tersebut terus bermunculan, bahkan dari tubuh NU sendiri, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Zein Umar bin Smith, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Mustasyar PBNU karena beliau menilai ada hal-hal yang dilakukan kepengurusan PBNU  yang pada saat ini sudah  tidak sejalan lagi dengan aspirasi umat Islam. Demikian juga dengan tokoh-tokoh yang disebut dengan NU garis lurus, mereka dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya.

Padahal, istilah Muslim dan kafir sudah sejak awal digunakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya untuk membedakan kaum yang beriman dan yang ingkar. Seperti firman Allah SWT dalam Qur’an surah An-Nisaa ayat 136 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”

Selama berabad-abad, penggunaan kata kafir untuk orang di luar Islam tidak pernah menimbulkan masalah baik di kalangan kaum Muslimin sendiri ataupun di kalangan non Muslim. Begitu pun para ulama sejak dahulu sudah terbiasa menggunakan istilah kafir dalam kitab-kitabnya untuk menyebut non-Muslim, apalagi  ini terkait erat dengan persoalan fikih dengan segala implikasi hukumnya.

Maka, dalam negara khilafah ada istilah kafir harbi, kafir dzimmi, kafir musta’man. Kafir dzimmi misalnya, mereka adalah warga negara non Muslim dalam Daulah Islam yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Mereka tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya untuk masuk Islam. Dalilnya ada dalam surat Rasulullah SAW kepada penduduk Yaman.  “Siapa saja yang beragama Yahudi dan Nasrani, dia tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya, dan wajib atas dia untuk membayar zijyah” (HR. Abu Ubaid).

Begitu pun dalam masalah jaminan keamanan. Sepanjang sejarah Islam, orang-orang kafir menikmat rasa aman yang luar biasa. Bahkan hal ini terjadi hingga era kemunduran khilafah saat keagungan perlakuan khilafah terhadap orang-orang kafir tetap mengagumkan. Kita dapat lihat dari di dokumen-dokumen yang masih tersimpan rapi di museum Turki yang terkenal ‘Aya Sofia’. Di sana dipamerkan surat-surat khalifah dalam memberikan jamianan perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun pada orang asing pencari suaka tanpa memandang agama.

Oleh karena itu, melarang penggunaan kata kafir untuk non-Muslim karena mengandung kekerasan teologis tentu tidak relevan dan tidak mendasar. Kalaupun saat ini banyak terjadi kekerasan baik kekerasan teologis, fisik maupun kekerasan psikis hal tersebut sebetulnya lebih banyak dirasakan justru oleh kaum Muslim. Umat Islam tarus dipojokkan dengan label teroris radikal, intoleran dan lain sebagainya hanya karena menolak dipimpin oleh pemimpin kafir. Atau pun karena ingin menerapkan syariat Islam secara kaffah atau juga karena anti terhadap neoliberialisme dan juga ketika para Muslimah menggunakan pakaian syar’i dan cadar. Dalam konteks global, kaum Muslim diperlakukan semena-mena oleh orang-orang kafir seperti yang terjadi di Uighur, Palestina, Kashmir dan lainnya.

Saat ini musuh-musuh Islam berusaha terus mencari argumentasi agama untuk membenarkan sistem sekuler yang berasal dari Barat. Tujuan mereka mengganti istilah kafir tidak lain untuk mendangkalkan akidah Islam dan menyuburkan konsep kufur. Selain itu mereka mencari celah untuk memberi legitimasi agama kepada kepemimpinan orang kafir di dalam politik dalam negeri untuk masa yang akan datang. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari peristiwa gagalnya Ahok menjadi DKI-1 setelah masifnya seruan “Haram pemimpin kafir” mereka tidak ingin istilah kafir dipakai lagi dalam konteks politik Indonesia, sehingga dapat melenggangkan orang kafir untuk berkuasa di setiap level.

Maka, akhirnya dimunculkan istilah muwathinun yang sebenarnya tidak dikenal dalam khasanah fikih Islam, justru istilah ini muncul dari Barat yang berideologi sekuler. Kaum Muslimin tidak pernah mengenalnya kecuali menjelang keruntuhan Khilafah Utsmaniyah, ketika khilafah saat ini tidak ada, bukan berarti istilah kafir harbi, dzimmi ataupun musta’man tidak dipakai lagi. Istilah-istilah tersebut mirip dengan sebagian hukum Islam yang tidak diterapkan saat ini seperti hukum potong tangan bagi pencuri yang jelas ada dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 38. Sehingga yang harus dilakukan saat ini adalah memperjuangkan kembalinya Khilafah sebagai kewajiban syari’ah sehingga istilah tersebut dapat diamalkan lagi.Ibu rumah tangga tinggal di Depok, Jawa Barat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Senin, 16 Sep 2019 01:00

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Senin, 16 Sep 2019 00:00

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Ahad, 15 Sep 2019 23:54

Remaja menjadi Pelopor, Why Not?

Remaja menjadi Pelopor, Why Not?

Ahad, 15 Sep 2019 23:39

Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Ahad, 15 Sep 2019 23:15

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Ahad, 15 Sep 2019 22:30

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Ahad, 15 Sep 2019 22:01

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Ahad, 15 Sep 2019 20:51

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Ahad, 15 Sep 2019 20:10

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 19:51

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Ahad, 15 Sep 2019 19:36

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 18:01

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Ahad, 15 Sep 2019 17:43

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Ahad, 15 Sep 2019 16:31

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Ahad, 15 Sep 2019 16:17

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Ahad, 15 Sep 2019 07:26

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Ahad, 15 Sep 2019 06:46

Kristen Radikal

Kristen Radikal

Ahad, 15 Sep 2019 06:36


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 14/09/2019 12:11

Kecintaan Habibie kepada Negara