Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.499 views

Polemik Istilah Kafir, Apa Tujuannya?

Oleh: Arin RM, S. Si*

 

Belakangan kata kafir ramai menjadi bahan perbincangan di dunia nyata ataupun dunia maya. Semua berawal ketika salah satu ormas menyampaikan hasil musyawarah nasionalnya dengan poin rekomendasi komisi-komisi hasil rapat pleno Munas Ulama, salah satunya tidak menyebut kafir kepada nonmuslim (news.detik.com, 01/03/2019).

Padahal jamak diketahui bahwa kafir bukanlah tendensi khusus yang hanya diberlakukan untuk menyebut identitas non-muslim di Indonesia saja. Kendati istilah kafir berasal dari bahasa Arab, namun penggunaannya universal. Berlaku bagi seluruh dunia. Sebab kafir adalah istilah yang dirujuk langsung dari Alquran, firman dzat yang telah menciptakan dunia dan seisinya.

Asal muasal Kāfir memang diambil dari bahasa Arab كافر kāfir (plural كفّار kuffār) yang artinya adalah menutup kebenaran, menolak kebenaran, atau mengetahui kesalahan tapi tetap menjalankannya. Dalam KBBI, kafir adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya. Dengan demikian, penamaan kafir bukanlah sebuah peyorasi bagi keyakinan tertentu. Tapi kafir adalah bagian dari istilah Islam yang menjadi salah satu kekayaan ajaran Islam.

Adapun penyematan aneka predikat kafir ke dalam kafir dzimmi dan kafir harbi adalah istilah kenegaraan yang dipraktekkan tatkala negara Islam ada. Pada waktu Islam eksis dalam pengayoman negara, maka bagi kaum kafir yang menjadi bagian warga negara Islam diberikan sebutan kafir dzimmi. Mereka non-muslim yang dari sisi perlakuan warga negara, jaminan keamanan, dan pelayanan publik lainnya mendapatkan persamaan dengan kaum muslim. Hanya saja dari sisi keyakinan aqidah, mereka diberikan kebebasan tetap pada keyakinannya, asalkan mau patuh di bawah kepemimpinan Islam.

Sedangkan kafir harbi adalah kaum kafir yang posisinya memusuhi bahkan memerangi negara Islam. Pada mereka inilah perlakuan tegas diberlakukan, sesuai dengan bentuk permusuhan yang mereka kobarkan. Dan perlakuan demikian telah dicontohkan sejak zaman negara Islam Madinah ada. Sebagai kepala negara, Rasulullah saat itu memberikan jaminan keamanan bagi Yahudi dan kaum musyrikin di dalam Madinah tersebab posisi mereka sebagai kafir dzimmi. Adil dan mengayomi untuk mereka. Namun, terhadap kafir Quraisy yang nyata permusuhannya, maka Rasulullah menanggapinya dengan peperangan.

Pada konteks saat ini, tatkala Islam tidak diterapkan dalam skala negara, penyematan kafir dzimmi ataupun harbi memang tidak setegas dahulu. Namun yang harus dicatat bahwa kendati dulu kafir dzimmi diperlakukan baik sebagai warga negara, mereka tidak diberikan jabatan kepemimpinan. Sebab Alquran tegas melarangnya dalam Almaidah ayat 51.

Agaknya belajar dari kasus penghinaan Alquran 2016 silam, terminologi kafir ini hendak dihapuskan dalam dunia kepemimpinan saat ini. Mengapa? Tahun itu terbukti bahwa kesetiaan muslim pada dawuh Alquran untuk tidak memilih pemimpin kafir, berhasil menggagalkan upaya non-muslim maju berkuasa. Dan sangat mungkin tak hendak kejadian sama terulang kembali, ada sejumlah pihak meminjam baju dari organisasi Islam untuk melumpuhkan ketaatan muslim pada Alquran.

Awalnya opini digiring bahwa kafir tidak perlu disebutkan. Semakin ke sini mereka akan tegas melarang penggunaan kata kafir. Sehingga nanti ujungnya tidak masalah siapa saja berkuasa, muslim ataupun kafir. Muara inilah sejatinya yang perlu menjadi perhatian khusus bersama. Bahwa negeri mayoritas muslim ini layaknya memang menggunakan aturan yang diyakini oleh mayoritas penduduknya sebagai aturan yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegaranya.

Namun fakta yang terjadi justru sebaliknya. Atas nama toleransi justru mayoritas harus mengalah mengikuti aturan nasional yang sebenarnya bersumber dari keyakinan minoritas. Muslim sudah mengalah penanaman hari pertama setiap pekan bukan Ahad dan penanaman bulan bukan sistem Hijriyah. Muslim pun harus oke-oke saja menjalankan ekonomi bukan dari sistem syariah. Muslim pun biasa saja ketika aturan lainnya termasuk hukum masih menggunakan warisan penjajah.

Mayoritas yang mengalah ini masihlah dirasa kurang. Sebab sangat mungkin yang diinginkan adalah lenyap nuansa Islam dari kehidupan, terlebih urusan politik. Sehingga jauh-jauh hari segala upaya dilancarkan agar Islam tidak masuk entitas politik dan sebaliknya. Sungguh sangat benarlah firman Allah yang termaktub dalam Albaqarah ayat 20 yang artinya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka...." Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Pemerhati Media Sosial, Pegiat TSC.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Malaysia Tangkap Lebih dari 20 Migran Ilegal

Rabu, 18 Sep 2019 23:23

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Makanan Kaya Zat Besi dapat Membatalkan Manfaat Antikanker Tomat

Rabu, 18 Sep 2019 23:00

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Prancis Kirim Ahli untuk Penyelidikan Serangan Minyak Saudi

Rabu, 18 Sep 2019 22:15

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Terkait Sertifikasi Produk Halal, Ombudsman Jangan Lampaui Kewenangan

Rabu, 18 Sep 2019 21:53

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Aktor dan Musisi Rusia Lakukan Protes untuk Mendukung Demonstran yang Dipenjara

Rabu, 18 Sep 2019 21:30

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Trump Tolak Bertemu dengan Presiden Iran

Rabu, 18 Sep 2019 21:10

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

61 Persen Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Rabu, 18 Sep 2019 21:00

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Blok Kanan Netanyahu Gagal Peroleh Suara Mayoritas dalam Pemilu Parlemen Israel

Rabu, 18 Sep 2019 20:56

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Industri Pertahanan Turki Dipamerkan di Istanbul Teknofest

Rabu, 18 Sep 2019 20:53

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Majelis Ormas Islam Kritisi RUU KUHP

Rabu, 18 Sep 2019 20:43

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Pasukan Keamanan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan di Tepi Barat

Rabu, 18 Sep 2019 20:30

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Diam-diam Jual Konsulat Mereka di Istanbul Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 18 Sep 2019 20:04

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Polemik Film The Santri, UAS: Ini Bukan Anak Pesantren

Rabu, 18 Sep 2019 19:57

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Pasokan Minyak Saudi Sudah Kembali Normal Pasca Serangan

Rabu, 18 Sep 2019 19:04


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Rabu, 18/09/2019 15:09

Fahri: KPK Salah Jalan (5)