Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
227 views

Tidur Malam: Nikmat Allah yang Sering Dilupakan

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah ﷺ dan keluarganya.

Tidur di malam hari merupakan nikmat besar di antara nikmat-nikmat Allah Subahanahu wa Ta'ala yang sering tidak disadari oleh banyak orang. Mereka lalai melihatnya sebagai nikmat istimewa. Padahal, tidur malam memulihkan kebugaran jasmani dan ketenangan pikiran setelah bergulat dengan aktivitas sepanjang siang.

Demi Allah, tidak ada yang benar-benar mengetahui dan menghargai nilai nikmat ini dengan sebenar-benarnya kecuali orang yang Allah Subahanahu wa Ta'ala uji dengan gangguan insomnia (tidak bisa tidur).

Dari sini, hendaknya kita muhasabah diri, betapa lamanya kita lalai terhadap nikmat ini; kita tidak menyadarinya sebagai salah satu nikmat besar yang kita dapatkan. Boleh jadi, karena kita telah terbiasa dengannya hingga kita tidak lagi merasakan nilainya dan besarnya karunia yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai kita menyadarinya ketika nikmat itu hilang dari kita.

Perhatikanlah salah seorang di antara kita: ia tidur berjam-jam lamanya di malam yang panjang, kemudian bangun untuk shalat Shubuh dalam keadaan tubuh yang sehat dan badan yang bugar, tanpa terlintas dalam benaknya betapa agungnya nikmat ini, tanpa menyadari nilainya dan tanpa mengenalinya sebagai karunia Allah ‘Azza wa Jalla. Karena itu, sepantasnya kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ampunan  dan terjaganya nikmat dan kesehatan.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman dalam rangka menyebutkan nikmat-Nya kepada kita:

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.”(QS. an-Naba’: 9–10)Renungkanlah bagaimana Allah ﷻ menganugerahkan kepada kita dua nikmat ini: nikmat tidur dan nikmat malam.

Sebagian ulama berkata:

وَفِي هٰذَا امْتِنَانٌ عَلَى النَّاسِ بِخَلْقِ نِظَامِ النَّوْمِ فِيهِمْ؛ لِتَحْصُلَ لَهُمْ رَاحَةٌ مِنْ أَتْعَابِ الْعَمَلِ الَّذِي يَكْدَحُونَ لَهُ فِي نَهَارِهِمْ؛ فَاللَّهُ تَعَالَىٰ جَعَلَ النَّوْمَ حَاصِلًا لِلْإِنْسَانِ بِدُونِ اخْتِيَارِهِ، فَالنَّوْمُ يُلْجِئُ الْإِنْسَانَ إِلَىٰ قَطْعِ الْعَمَلِ؛ لِتَحْصُلَ رَاحَةٌ لِمَجْمُوعِهِ الْعَصَبِيِّ الَّذِي رُكْنُهُ فِي الدِّمَاغِ، فَبِتِلْكَ الرَّاحَةِ يَسْتَجِدُّ الْعَصَبُ قُوَاهُ الَّتِي أَوْهَنَهَا عَمَلُ الْحَوَاسِّ وَحَرَكَاتُ الْأَعْضَاءِ وَأَعْمَالُهَا، بِحَيْثُ لَوْ تَعَلَّقَتْ رَغْبَةُ أَحَدٍ بِالسَّهَرِ، لَا بُدَّ لَهُ مِنْ أَنْ يَغْلِبَهُ النَّوْمُ، وَذٰلِكَ لُطْفٌ بِالْإِنْسَانِ بِحَيْثُ يَحْصُلُ لَهُ مَا بِهِ مَنْفَعَةُ مَدَارِكِهِ قَسْرًا عَلَيْهِ؛ لِئَلَّا يَتَهَاوَنَ بِهِ، وَلِذٰلِكَ قِيلَ: إِنَّ أَقَلَّ النَّاسِ نَوْمًا أَقْصَرُهُمْ عُمْرًا! وَكَذٰلِكَ الْحَيَوَانُ

“Dalam ayat ini terdapat penegasan nikmat Allah kepada manusia dengan diciptakannya sistem tidur pada diri mereka, agar mereka memperoleh istirahat dari kepayahan pekerjaan yang mereka lakukan pada siang hari. Allah Ta‘ala menjadikan tidur itu datang kepada manusia tanpa pilihannya; tidur memaksa manusia untuk menghentikan pekerjaan agar diperoleh ketenangan bagi keseluruhan sistem sarafnya yang pusatnya berada di otak. Dengan ketenangan itu, saraf memperbarui kekuatannya yang telah dilemahkan oleh kerja pancaindra, gerakan anggota tubuh, dan aktivitasnya. Sehingga, meskipun seseorang memiliki keinginan untuk begadang, ia pasti akan dikalahkan oleh rasa kantuk. Ini merupakan kelembutan Allah terhadap manusia, agar mereka memperoleh manfaat bagi daya pikir mereka meskipun dengan cara ‘dipaksa’, supaya mereka tidak meremehkannya. Karena itu dikatakan: orang yang paling sedikit tidurnya adalah orang yang paling pendek umurnya. Demikian pula halnya pada hewan.” (Tafsir Ibnu ‘Asyur: 18/30)

وقوله عز وجل: {وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا} [النبأ: 10] مِن إتمام الاستدلال الذي قبلَه، وما فيه من المنَّة؛ لأن كون الليل لباسًا حالةٌ مهيئة لتكيف النوم، ومُعينة على هنائه والانتفاع به؛ لأن الليل ظُلمة عارضة في الجوِّ من مُزايَلة ضوء الشمس عن جزءٍ من كرة الأرض، وبتلك الظلمة تحتجب المرئيَّات عن الإبصار، فيعسر المشي والعمل والشغل، وينحط النشاط؛ فتتهيَّأ الأعصاب للخمول، ثم يغشاها النوم فيحصل السُّبات بهذه المقدمات العجيبة، فلا جرَم أن كان نظامُ الليل آيةً على انفراد الله تعالى بالخلق، وبديع تقديره

“Adapun firman Allah Ta‘ala: ‘Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian’ merupakan penyempurna dari dalil sebelumnya dan mengandung nikmat yang besar, karena keadaan malam sebagai ‘pakaian’ adalah kondisi yang menyiapkan dan membantu terwujudnya tidur yang nyaman dan bermanfaat. Malam adalah kegelapan yang terjadi di atmosfer akibat hilangnya cahaya matahari dari sebagian permukaan bumi. Dengan kegelapan itu, objek-objek penglihatan tertutup dari pandangan, sehingga berjalan, bekerja, dan beraktivitas menjadi sulit, dan semangat pun menurun. Maka saraf-saraf pun siap untuk melemah, lalu tidur pun menyelimutinya, sehingga terjadilah tidur nyenyak melalui tahapan-tahapan yang menakjubkan ini. Oleh karena itu, sistem malam merupakan tanda yang menunjukkan keesaan Allah Ta‘ala dalam penciptaan dan keindahan ketetapan-Nya.”

Dengan demikian, sebagaimana malam dan siang merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, keduanya juga merupakan dua nikmat dari nikmat-nikmat-Nya. Allah ‘Azza w Jalla berfirman, menyebutkan nikmat-Nya kepada para hamba-Nya:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِضِيَاءٍأَفَلَا تَسْمَعُونَ

Katakanlah: ‘Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan malam atasmu terus-menerus sampai hari Kiamat, siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan cahaya kepadamu? Tidakkah kamu mendengar?’” (QS. Al-Qashash: 71)  

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Katakanlah: ‘Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan siang atasmu terus-menerus sampai hari Kiamat, siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu agar kamu beristirahat padanya? Tidakkah kamu melihat?”(QS. Al-Qashash: 72)  

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan dari rahmat-Nya Dia menjadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari), dan agar kamu bersyukur.” (QS. al-Qashash: 71–73)

Ayat-ayat ini menjelaskan dengan terang bahwa pergantian malam dan siang telah Allah Subahanahu wa Ta'ala tundukkan untuk kepentingan hamba-hamba-Nya, dan bahwa mereka tidak dapat hidup tanpanya. Keduanya juga merupakan di antara tanda-tanda terbesar yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya dan termasuk nikmat-Nya yang paling agung kepada makhluk-Nya. Bahkan, dua tanda dan dua nikmat ini—yakni malam dan siang serta pergantian keduanya—termasuk tanda-tanda paling besar yang menunjukkan keagungan Allah Subahanahu wa Ta'ala dan bahwa hanya Dia semata yang berhak disembah, tanpa sekutu apa pun.

Agar kita benar-benar menyadari hal itu, bayangkanlah jika Allah Subahanahu wa Ta'ala menjadikan malam terus-menerus hingga hari Kiamat; niscaya hal itu akan membawa  mudarat dan kehancuran; banyak jiwa yang mengalami kebosanan dan stress berat. Demikian pula jika siang dijadikan terus-menerus; tentu tubuh-tubuh akan letih dan lemah akibat banyaknya gerakan dan aktivitas. Namun pertanyaannya: siapakah yang mau merenung dan mengambil pelajaran?

[Baca: Doa Menjelang Tidur & Bangun]

Maka, nikmat tidur di malam hari adalah salah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah Subahanahu wa Ta'ala.

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ  إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah tidurmu di malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”(QS. ar-Rum: 23)

Tidur di malam hari adalah tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah Subahanahu wa Ta'ala sekaligus nikmat dari nikmat-nikmat-Nya yang menunjukkan kekuasaan, keutamaan, dan rahmat-Nya. Ia merupakan salah satu rahasia ciptaan-Nya yang menunjukkan keluasan ilmu dan kesempurnaan hikmah-Nya. Memahami dan menyadari semua itu tidaklah dapat dicapai oleh setiap orang. Oleh karena itu Allah Ta’ala menutup ayat tersebut dengan firman-Nya:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”(QS. ar-Rum: 23)

Yakni mendengarkan dengan penuh perenungan dan pemahaman: mereka mendengarkan kebenaran lalu mengikutinya, mendengarkan nasihat lalu merasa takut (kepada Allah), dan mendengarkan Al-Qur’an lalu membenarkannya. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X